{"id":1079,"date":"2024-03-17T16:14:37","date_gmt":"2024-03-17T09:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/pedulisahabat.org\/?p=1079"},"modified":"2024-03-17T16:23:54","modified_gmt":"2024-03-17T09:23:54","slug":"generasi-muda-kini-memandang-pernikahan-kini-menjadi-beban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/2024\/03\/17\/generasi-muda-kini-memandang-pernikahan-kini-menjadi-beban\/","title":{"rendered":"Generasi Muda Kini Memandang Pernikahan Adalah Menjadi Beban"},"content":{"rendered":"\n<p>Dikutip dari portal berita [ Kompas.id ] bahwa generasi muda kini memandang pernikahan adalah sebuah beban, pernikahan bukanlah lagi menjadi prioritas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat pernikahan di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan setiap tahun. Meskipun banyak anak muda yang secara sosial dan psikologis telah siap untuk memasuki ikatan pernikahan, namun kenyataannya banyak dari mereka yang memilih untuk menunda atau bahkan memutuskan untuk tidak menikah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"671\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1-671x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1081\" style=\"width:518px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1-671x1024.png 671w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1-197x300.png 197w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1-768x1171.png 768w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1-1007x1536.png 1007w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-1.png 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 671px) 100vw, 671px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pentingnya pernikahan bagi sebagian besar anak muda telah bergeser. Banyak dari mereka kini menempatkan prioritas hidup pada pencapaian pribadi dan karier mereka, daripada mengikuti pola hidup tradisional yang meliputi pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan membentuk keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep kebahagiaan dan pemenuhan hidup tidak lagi diukur secara eksklusif dari hubungan dan status pernikahan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"550\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-550x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1082\" style=\"width:676px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-550x1024.png 550w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-161x300.png 161w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-768x1430.png 768w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-825x1536.png 825w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2-1100x2048.png 1100w, https:\/\/pedulisahabat.org\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/grafik-data-pernikahan-2.png 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/humaniora\/2024\/03\/07\/menikah-bukan-lagi-prioritas-dan-beban\">https:\/\/www.kompas.id\/baca\/humaniora\/2024\/03\/07\/menikah-bukan-lagi-prioritas-dan-beban<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>(Hasil penelusuran kompas.id terhadap sample narasumber )<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menikah Itu Asik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Padahal menikah itu Asik, menikah juga dapat membuat kita menjadi tentram, menambah rejeki. dan banyak lagi hikmah dari pernikahan.<br><\/p>\n\n\n\n<p>didalam Islam menikah itu akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba renungkan ayat berikut,<\/p>\n\n\n\n<p>\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0621\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0651\u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.\u201d (QS. Ar-Ruum: 21).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Menikah juga membuka pintu Rizki, menikah juga adalah Sunnah Para Rasul Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan yang tidak kalah penting, menikah itu Menikah lebih akan menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan. dimana generasi muda banyak terjebak dalam hal ini, seks bebas bahkan sampai seks ke sesama jenis.<\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dikutip dari portal berita [ Kompas.id ] bahwa generasi muda kini memandang pernikahan adalah sebuah beban, pernikahan bukanlah lagi menjadi prioritas. Tingkat pernikahan di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan setiap tahun. Meskipun banyak anak muda yang secara sosial dan psikologis telah siap untuk memasuki ikatan pernikahan, namun kenyataannya banyak dari mereka yang memilih untuk menunda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1079"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1085,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1079\/revisions\/1085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pedulisahabat.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}