Jangan Menyerah ! Mudahnya Sembuh Dari SSA

Hanya dengan pertolongan ALLAH kita bisa mengatasi segala permasalahan yang ada di kehidupan kita. Kita selalu dingatkan bahwa ALLAH tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-NYA. Tetaplah selalu berprasangka baik kepada ALLAH, karena ALLAH lah sebaik – baiknya pemberi pertolongan.

Semoga kisah ini memberikan motivasi dan pembelajaran bahwa SSA bisa disembuhkan.

Simak kisahnya

Oke saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya adalah laki – laki . Ayah saya seorang aparat negara, ibu saya seorang ibu rumah tangga biasa. Saya dibesarkan di lingkugan asrama dimana tempat ayah saya berdinas dimana yang sudah pasti tempat yang sangat disiplin dengan peraturan,

Dulu saya pernah melihat ayah bertengkar dengan ibu beberapa kali sehingga membuat saya sedih, pada saat itu usia saya sekitar 6 tahun tetapi setelah itu sampai saat ini saya tidak pernah melihat mereka bertengkar lagi.

Ayah saya tidak pernah marah kepada anak – anaknya tetapi kami takut kepada ayah, Ayah juga tipe yang jarang ngobrol dengan anak – anaknya, agak jauh dengan anak – anak menurut saya, anak – anak terutama saya sangat dekat sekali dengan ibu walau sebenarnya beliau terkadang galak dan menyebalkan.

Dilingkungan tempat tinggal saya pada saat kecil kebanyakan adalah anak perempuan, jadi otomatis saya bergaul dengan mereka.

Saya mulai sadar bahwa saya menyukai sesama jenis ketika usia SMP mulai suka menghayal dengan orang dewasa, tertarik melihat pria dewasa, apalagi di lingkungan saya banyak praja muda yang berolahraga tanpa baju, atau ketika di kamar bilas para pria bisanya tidak mengenakan pakaian sehelai pun tanpa risih, mulai tertarik pada guru laki – laki, tertarik pada teman laki – laki.

Hal tersebut membuat saya menjadi tertutup dengan lingkungan yang baru, kurang nyaman bila harus masuk ke tempat Baru. Hal ini belangsung hingga saya lulus SMA.

Awal saya berani bersentuhan langsung dengan dunia SSA adalah ketika awal kuliah thn 2007 mulai mengenal internet, jejaring sosial media, menemukan grup – group penyuka sesama, mulai berani ketemuan bahkan sampai hal yang sangat berlebihan semua sudah pernah saya rasakan. Saya sangat menikmati walau dalam hati menolak.

Saya mulai tersadar ketika teman – teman seusia saya sudah menikah, semua mungkin kira – kira setelah kuliah, dimana masa – masa banyak pertanyaan – pertanyaan dari saudara dan orang tua mengenai kapan menikah, dan pada tahun 2015 ALLAH tegur saya dengan sakit akibat perbuatan saya, hingga saya harus berobat lama dan memakan biaya, hingga dokter nyatakan saya sembuh total, saya sangat bersyukur ALLAH masih sayang kepada saya, ALLAH tidak meberikan HIV kepada saya.

Saya sangat ingin sembuh, mulai mencari pengobatan – pengobatan atau terapi ,tetapi saya tidak menemukan selain kembali ke jalan ALLAH dan menikah. Saya terus mendekatkan diri kepada ALLAH dengan harapan ingin sembuh, tetapi tidak terfikr untuk menikah, bagaimana saya mau menikah tertarik secara seksual saja tidak, saya khawatir tidak dapat memenuhi nafkah biologis kepada istri saya nanti.

Akhirnya saya memutuskan untuk menikah setelah memikirkan pertanyaan2 ini:
Mau apa lagi hidup ini ?
Mau Jadi hamba soleh ?
Atau mau jadi hamba durhaka ?

Mau Jadi SSA seumur hidup?
Mau nikah sama sesama ngga ada yang setia didunia penyuka sesama,
Nanti kalau tua siapa yang ngurus ?
Nanti kalau mati siapa yang mendoakan ?

Akhirnya saya putuskan menikah di 2017 mulai berdoa kepada ALLAH untuk di petemukan jodoh nya, di berikan rezeki harta untuk menikah, mulailah mendekat kepad pemilik dunia ini, karena saya yakin hanya Dia lah yang bisa memberikan segalanya termasuk kesembuhan.

Mulailah saya mencari pasangan lewat teman – teman, tukar CV, dan ketemulah calon istri di December 2017, disini saya kembali mulai ragu apakah benar keputusan saya , apakah saya bisa membina rumah tangga, Saya terus berdoa kepada ALLAH sambil memperbaiki diri dan memantaskan diri untk menikah.

Akhirnya September 2018 saya menikah, semakin dekat ke hari pernikahan saya semakin khawatir mengenai apakah saya bisa melakukan hubungan badan dengan wanita semantara saya tidak terangsang, tak putus saya memohon kepada ALLAH agar dimampukan dalam urusan itu. Saya mulai mencari testimoni para SSA yang sudah menikah, ketemulah dengan Peduli Sahabat sempat telepon kak Sinyo Egie ( malah setelah menikah).

Ternyata teman – teman, sudah fitrahnya laki – laki berhubung badan dengan wanita, nanti juga on dengan sendirinya, yang penting niat karena ALLAH dan rileks begitu pesan kak Sinyo heheheheh, Allhamdullilah sampai saat ini tidak ada kendala masalah hubungan pasutri

Mohon doa kepada semua teman – teman disini semoga saya tetap istiqomah, semoga teman – teman yang ragu menikah menjadi termotivasi.

Kuncinya adalah kembali ke perintah agama.

Semoga teman – teman yang sedang hijrah tetap istiqomah aamiin.

Sumber : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *