Category Archives: Kecanduan Gadget dan Pornografi

Hati – Hati Pornografi Masih Tetap Hidup Aman di Alam Twitter

sumber gambar : https://www.areakost.net/wp-content/uploads/2016/04/CaraTerbaruMembukaSitusyangDiblokir.jpg

Masalah pornografi sedang menjadi ancaman besar bagi setiap negara yang melarang konten maupun perilaku yang mengandung pornografi berkeliaran di internet. Berbagai cara telah dilakukan untuk memberantas dan menghapus situs pornografi namun sayangnya banyak timbul pro dan kontra disebagian kalangan masyarakan untuk kegiatan tersebut.

Dan dari kalangan masyarakat yang kontra pasti akan mencari berbagai cara untuk bisa memenuhi keinginannya bahkan ada juga yang menciptakan sistem yang mempermudah untuk membuka situs pornografi tersebut. Kalo kita telasah banyak diberbagai website cara – cara untuk membuka situs pornografi dengan penjelasan yang sangat mudah dipahami dan mudah untuk dipraktekkan. Di platform media sosial pun masih banyak halaman – halaman yang mengandung konten pornografi entah itu halaman yang mengandung unsur bisnis maupun sekedar halaman yang memang khusus berisi konten pornografi.

Banyak artikel – artikel yang memberitahukan bagaimana pornografi masih tetap hidup dan aman di berbagai platform media sosial dan salah satunya diberitakan dari tirto.id

Ketika konten pornografi mudah ditemukan di Twitter.

tirto.id – Perang terhadap pornografi di internet tak kunjung usai. Padahal, di 2018 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rajin melakukan aksi blokir, termasuk pada pemain-pemain besar. Pada bulan Maret 2018, misalnya, Kominfo resmi memblokir Tumblr. Lantas, empat bulan berselang, giliran TikTok yang bernasib serupa.

Selain diperangi pemerintah, pornografi pun diperangi para pemilik platform. Google, misalnya, memiliki fitur bernama SafeSearch guna membendung kata kunci berbau mesum menghasilkan hasil pencarian yang relevan. Pada Agustus tahun lalu, fitur ini secara aktif bagi seluruh pengguna internet Indonesia.

Lalu, ada pula Facebook. Media sosial sejuta umat ini, sejak Maret 2019, mempekerjakan artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi, sebagaimana diwartakan CNET, “foto atau video telanjang yang dibagikan tanpa persetujuan di Facebook dan Instagram.”

Kerja Facebook memerangi pornografi itu merupakan perluasan dari apa yang mereka lakukan pada Oktober 2018. Kala itu, untuk membendung pornografi anak berkembang biak d Facebook, Facebook menciptakan machine learning khusus.

Sayangnya, meskipun telah dicekik pemerintah melalui aksi blokir, juga oleh pemilik platform dengan segala fiturnya, pornografi tak enyah dari dunia internet, khususnya media sosial. Dan setelah sukar berkembang di Tumblr dan sulit ditemukan di Google, pornografi kini berpusat pada Twitter. Microblogging yang didirikan Jack Dorsey dan Evan Willian pada 2006 silam ini masih menjadi tempat terbaik konten mesum bertempat.

Mencari konten pornografi di Twitter bukanlah hal yang sukar dilakukan. Kuncinya ada di kolom pencarian. Dari kolom itu, pengguna tinggal memasukkan kata-kata mesum nan cabul apa pun. Twitter memang tidak memblokir penggunaan kata-kata mesum dan cabul di sistem pencariannya.

Dari kata mesum yang diketikkan, Twitter lantas memberi hasil pencarian berupa konten-konten pornografi di platformnya. Beberapa bahkan menampilkan video mesum berdurasi sekitar 2 menit. Dan dari hasil pencarian yang diberikan Twitter pula, pengguna dapat diarahkan pada pengguna Twitter yang saban hari mengunggah konten pornografi, misalnya @vcrsc* hingga @penggila_jilb*b.

Pada akun-akun penyebar konten cabul itu, Twitter hanya memberikan peringatan “Caution: This profile may include potentially sensitive content” yang mudah dilewati. Video pendek pornografi, baik dari cuplikan video porno profesional seperti dari Pornhub ataupun video porno balas dendam, dapat ditemukan pada akun-akun cabul di Twitter.

Dari akun-akun mesum ini, pengguna dapat memperoleh informasi dari penyebar konten mesum lainnya di jagat Twitter, karena Twitter menerapkan konsep “rekomendasi sejenis.” Yang mengherankan, segala konten pornografi yang ada di Twitter dapat diakses tanpa virtual private network (VPN) ataupun harus meregistrasi diri di Twitter.

Cipluk Carlita, Twitter Head of Communications Indonesia, Thailand, Philippines, tak merespon ketika dimintai konfirmasi terkait terpaparnya Twitter oleh pornografi.

Sedikit, tapi Berpengaruh

Dalam berkehidupan, manusia memiliki sistem bernama jaringan sosial. Jaringan sosial ialah sistem yang merekatkan orang-orang dengan melalui topik relevan tertentu. Dalam jaringan sosial, tak hanya ada topik-topik yang beradab, tetapi juga menyimpang. Contohnya adalah topik terkait kekerasan atau pornografi yang pada akhirnya menciptakan “deviant network” atau “jaringan menyimpang.”

Mauro Coletto, dalam dalam papernya berjudul “Pornography Consumption in Social Media” (2016), menyebut bahwa media sosial memudahkan orang-orang membentuk jaringan menyimpang. Salah satu topik populernya ialah pornografi. Temuannya, 0,8 persen dari seluruh pengguna Tumblr dan 1,1 persen pengguna Flickr masuk dalam jaringan menyimpang yang disatukan pornografi.

Coletto menyebut konten-konten pornografi di media sosial diramaikan oleh pengguna yang ia sebut “produser,” sosok pengguna yang secara aktif mengunggah konten pornografi. Juga ada “konsumen,” sosok pengguna yang tidak mengunggah konten pornografi namun menjadi pengikut produser.

Dalam kasus Twitter di atas, @vcrsc* merupakan sosok producer yang memiliki lebih dari 208 ribu consumer.

Sayangnya, konten pornografi yang ditransaksikan di media sosial bukan hanya antara produsen-konsumen belaka. Menurut Coletto, ada pula “unintentionally exposed user,” yakni pengguna media sosial yang dipaksa mengkonsumsi pornografi di media sosial. Sangat mungkin anak-anak merupakan bagian dari unintentionally exposed user ini.

Meskipun meresahkan, konten pornografi di media sosial merupakan daya tarik tersendiri. Kaskus, misalnya, pernah memiliki sub-forum bernama BB17 yang khusus membahas hal-hal dewasa sebagai daya tarik sebelum akhirnya ditutup demi menghindari permasalahan dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, sebagaimana dipaparkan Statista, Tumblr mengalami penurunan pengunjung semanjak mereka memerangi pornografi eksis di platform itu.

Di bulan September 2018, Tumblr dikunjungi 568 juta pengunjung aktif bulanan. Namun, dua bulan berselang total kunjungannya berkurang menjadi 538 juta pengunjung aktif. Pada Februari lalu, media sosial ini hanya dikunjungi 369 juta pengunjung aktif.

Konten pornografi mungkin menguntungkan bagi platform media sosial, tetapi unintentionally exposed user, dalam hal ini anak-anak, harus menjadi pihak utama yang dilindungi.

sumber artikel : https://tirto.id/pornografi-tetap-hidup-dan-baik-baik-saja-di-semesta-twitter-ed17 11 Juli 2019 Penulis: Ahmad Zaenudin Editor: Maulida Sri Handayani

Tanda Si Kecil Sudah Kecanduan Gadgetnya

sumber gambar : https://blogpictures.99.co/cara-mengatasi-kecanduan-gadget-header.jpg

Sudah menjadi hal biasa bagi setiap manusia dijaman milenial saat ini memiliki sebuah ponsel pintar atau sebuah gadget. Hampir bisa kita lihat sekarang baik balita sampai lanjut usia semua sudah mengenal yang mengenal yang namanya gadget. Dulu saat di era sekitar tahun 2016 kebawah gadget masih menjadi barang langka bagi setiap kalangan masyarakat karena untuk mendapatkan spesifikasi tinggi dari sebuuah gadget perlu merogoh kocek yang lumayan mahal. Tapi di era sekitar tahun 2016 keatas mulai berdatangan vendor – vendor baru yang menjual produknya khususnya gadget dengan harga yang cukup murah tetapi dengan spesifikasi yang sudah tinggi dan juga mumpuni.

Sejak saat itu juga para vendor – vendor besar yang dulunya menjual gadget spesifikasi tinggi dengan harga mahal mulai mengikuti para vendor – vendor baru untuk menjual produk gadgetnya dengan harga yang cukup murah atau bisa dijangkau dari kalangan kelas bawah sampai kalangan kelas atas.

Dan dampaknya sekarang sudah benar benar nyata khususnya bagi kalangan anak – anak. Sejak keluarnya model – model gadget yang sudah kekinian, spesifikasi tinggi, dan juga harganya murah. Banyak dari orang tua memilih untuk membelikan gadget kepada anak – anak sebagai sebuah sarana bermain dan pengalihan anak – anak agar tidak rewel. Dan sepertinya fenomena seperti ini pun telah menjadi kebiasaan dan sekarang bahkan sudah menjadi kebutuhan untuk para orang tua membelikan sebuah gadget untuk anak – anak mereka agar mereka dengan alasan bisa mengerjakan pekerjaan rumah atau bekerja tanpa ada gangguan dari anak, karena anak sudah nyaman dan anteng ( kalau dalam istilah jawa ) jika sudah memegang gadget.

Namun dibalik itu semua akan timbul berbagai dampak yang dapat mempengaruhi keharmonisan sebuah keluarga dari penggunaan gadget yang berlebihan, dari sekian dampak positifnya ada juga dampak negatif yang mungkin tanpa kita sadari dampak negatif tersebut telah mempengaruhi keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua, terutama berkurangnya komunikasi dan kasih sayang antara anak dan orang tua.

Nah untuk mencegah dampak negatif itu terjadi perlu adanya filter dan juga kewaspadaan sebagai tanda bahwa anak sudah berlebihan bahkan menjadi kecanduan dengan gadgetnya. Diberitakan dari hellosehat.com berikut beberapa tanda yang harus diketahui orang tua ketika anak sudah berlebihan atau kecanduan gadgetnya.

Tanda anak kecanduan gadget

Menurut DR. Aric Sigman (psikolog Amerika Serikat yang menulis Screen Dependency Disorder: A New Challenge for Child Neurology), Screen Dependency Disorder atau SDD adalah perilaku adiksi terhadap layar gadget. Kondisi ini dapat menyerang anak usia berapapun, bahkan usia 3 sampai 4 tahun dapat terkena SSD.

Salah satu ciri khas dari anak dengan SDD adalah, ia selalu mengambil gadget nya ketika bangun tidur dan makan di meja dengan mata yang terpaku ke layar, entah itu untuk bermain game, menonton youtube, atau sekedar membuka-buka aplikasi.

Gangguan ini dapat memberikan berbagai gejala fisik seperti ganguan tidur, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan pengelihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi.

Secara psikologis, anak akan mengalami kecemasan, anak sering bohong, perasaan bersalah, dan kesepian. Banyak dari anak-anak tersebut yang memilih untuk mengisolasi dirinya, sering mengalami agitasi, dan perubahan mood yang sangat cepat.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sigman, anak yang mengalami adiksi terhadap layar juga mengalami masalah perilaku seperti terus meningkatkan penggunaan gadget, gagal mengurangi atau menghentikan aktivitas dengan layar, terus menerus meminta untuk menggunakan gadget, dan kehilangan minat terhadap dunia luar.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya mulai berhati-hati jika aktivitas keluarga sehari-hari tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena ia tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya. Contohnya, anak enggan pergi ikut beberlanja mingguan, enggan makan malam bersama, malas untuk membuat kue bersama-sama, karena anak tidak mau melewati aktivitasnya dengan gadget. Ini menandakan bahwa fokus anak Anda hanya ada pada gadgetnya. Situasi ini tidak baik bagi perkembangan anak.

Umunya, tanda dan gejala anak anda mengalami SDD adalah:

  • Keasyikan bermain gadget
  • Menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget
  • Terus meningkatkan waktu bermain gadget
  • Gagal untuk mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget
  • Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar
  • Tetap menggunakan gadget meskipun mengetahui konsekuensi negatif yang akan didapatkan
  • Berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua
  • Menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan

Dampak kecanduan gadget pada anak

Berbagai perubahan perilaku pada anak yang mengalami SDD didukung dengan hasil penelitian bahwa terdapat beberapa bagian otak yang mengalami perubahan akibat penggunaan gadget sejak dini dan secara terus menerus.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Zhoui pada tahun 2012 menunjukkan bahwa layar gadget ini berkaitan dengan perubahan regio otak yang berfungsi mengontrol proses emosi, atensi, pembuatan keputusan, dan kontrol kognitif.

Dari pemeriksaan MRI terlihat beberapa bagian otak anak yang berkaitan dengan pengaturan impuls, mengalami perubahan karena penggunaan gadget terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, “insula” atau bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain, juga mengalami gangguan.  Hal ini yang menjelaskan bagaimana anak SDD memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan anak lainnya.

Cara mencegah anak kecanduan gadget

Meskipun penggunaan gadget memiliki pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak dapat dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu alat yang mendukung kegiatan sehari-hari seperti komunikasi, mencari berbagai informasi, belajar, hiburan, dan lain-lain. Di sini lah peran orang tua untuk menjaga agar penggunaan gadget pada anak tidak berlebihan dan seimbang.

Beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan mengenai penggunaan gadget pada anak-anak di antaranya:

  • Jangan terus menerus menggunakan gadget sebagai media untuk menyibukkan anak atau menenangkan anak. Doronglah anak untuk bermain dengan mainannya atau bermain di luar.
  • Bayi di bawah 18 bulan sebaiknya tidak terpapar gadget atau media apapun dengan layar.
  • Pastikan anda memilih aplikasi atau program yang baik untuk anak anda. Anda harus selalu menemani anak kapanpun ia menonton video, terutama ketika ia terhubung dengan internet langsung.
  • Berikan batasan waktu sekitar beberapa jam untuk anak Anda bermain gadget.

Selama mengasuh anak, Anda dianjurkan sebisa mungkin untuk menghindari gadget sebagai penenang. Anda dapat memotivasi anak untuk menggambar di kertas menggunakan berbagai pensil warna-warni dibandingkan menggambar di smartphone atau tablet.

Anda juga dapat mengajaknya untuk bermain menggunakan balok, kardus, lego, atau mainan lain. Sebagian besar anak harus didorong untuk berinteraksi langsung dengan anak seusianya.

Biarkan anak bermain di luar sehingga ia bisa mengekspresikan dirinya dan menggunakan kontak matanya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk membantu membentuk kemampuan interpersonal, tetapi juga membangun kemampuan motorik dan kreativitasnya.

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

sumber artikel : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-mental/tanda-anak-kecanduan-gadget/ Oleh dr. Ayuwidia Ekaputri Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus – Dokter Umum Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Mari Bersama Bergandeng Tangan untuk Mengawal Generasi Muda Dari Bahaya Pornografi

sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTjDHK0s79BqwCLYbySlfWLOoVwiGuw-0HbSVtdSdqgRed-oASg

Pornografi memang menjadi momok besar dan ancaman besar bagi anak- anak juga generasi muda. Para pengedar pornografi kian marak melesatkan aksinya dengan membangun website – website khusus pornografi untuk meraih keuntungan semata.

Dan untuk mengaksesnya pun sangat mudah tidak perlu konfirmasi umur untuk mengaksesnya. Parahnya lagi bagi sebagian anak – anak atau generasi muda yang masih awam mengenai edukasi seksual dan juga minim pendidikan tentang edukasi seksual, pasti akan selalu penasaran dengan apa yang dibicarakan para orang tua dan orang dewasa mengenai seksual.

Jadi mereka akan mencari cari di berbagai media internet, memang di Indonesia sekarang sudah tidak akan keluar di search engine google jika kita mengetikkan pencarian berbau pornografi, akan tetapi tunggu dulu, masih banyak para jenius di jagat maya yang memperlihatkan bahkan memberitahu bagaimana cara membuka akses situs/website pornografi dengan mudah dan simple dari kalangan anak – anak pun bisa mempraktekkan langkah – langkahnya.

Alangkah luasnya dunia ini untuk memerangi pornografi, tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dalam hal internet, jaringan, dan komunikasi tapi semua dari kalangan masyarakan harus ikut turun tangan untuk memerangi pornografi atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Narkolema/Narkotika Lewat Mata. Mulai dari lingkungan keluarga,sekolah,universitas dan masih banyak lainnya. Karena jika dibiarkan sampai kecanduan pornografi akan timbul berbagai dampak negatif untuk pecandu juga lingkungan disekitarnya. Dan butuh waktu dan pendampingan juga semangat ekstra untuk keluar dari candu pornografi.

Diwartakan dari watyutink.com Kami menaruh perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak dengan mengajak orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Memberikan informasi yang dibutuhkan oleh anak sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Jangan sampai nanti anak dengan rasa ingin tahunya yang besar mengambil informasi dari media internet.

Salah satu informasi yang penting diberi tahukan kepada anak adalah seputar pendidikan seks atau kesehatan reproduksi sesuai dengan usia anak. Akan berbahaya jika anak mencari informasi tersebut melalui media internet. Bisa jadi anak justru terjebak ke dalam bahaya pornografi. Di dalam otak manusia, khususnya bagian tengah depan, ada yang namanya Pre Frontal Cortex (PFC). Ini yang membedakan manusia dengan hewan. PFC adalah bagian sangat istimewa dan menjadi pusat kendali karena berfungsi sebagai pusat pengembangan dan pengambilan keputusan.

Kecanduan dan khayalan akibat pornografi mengakibatkan produksi hormon dopamim yang berlebihan. Jika dupamim merendam PFC, akibatnya seseorang kehilangan kemampuan untuk mempertimbangkan suatu hal (baik atau buruknya sesuatu). PFC bisa rusak fungsinya akibat dupamim yang diproduksi secara berlebihan. Menurut Donald Hilton Jr (seorang dokter ahli bedah otak), otak yang rusak akibat pornografi jika difoto dengan Magnetic Resonance Image (MRI) hasilnya akan sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Ia juga mengatakan jika kerusakan otak akibat narkotika hanya terjadi di tiga bagian, akibat pornografi kerusakan terjadi di lima bagian otak.

Tetapi kerusakan PFC pada anak masih bisa diobati, direkonstruksi ulang. Ini karena otak anak masih mengalami pembentukan. Untuk kembali memperbaiki PFC pada otak anak, perlu menanamkan hal-hal yang baik. Ditanamkan akhlak dan perilaku yang baik. Orang tua memiliki peranan penting dalam menghentikan kecanduan akibat narkolema (narkoba lewat mata) yaitu pornografi, yang bahayanya sama dengan kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi membuat anak bisa terjerumus ke dalam seks bebas. Ini bisa berdampak kehamilan yang tidak diinginkan/di luar nikah. Jalan pintasnya adalah aborsi. Di Indonesia dalam setahun terjadi dua juta kasus aborsi, dan sebagian besar dilakukan oleh remaja dengan cara yang sangat membahayakan keselamatan nyawa mereka. Sudah ada hukum yang mengatur pelaku aborsi dan orang yang ikut serta (mengantarkan, menunjukan tempat, dan memaksa melakukan aborsi), yaitu KUHP Pasal 346 dan 347.

Untuk mencegah anak-aak kita terjerumus ke dalam bahaya narkoba, narkolema (pornografi), pornoaksi dan aborsi tanpa rekomendasi medis, sebagai orang tua kita perlu berperan aktif. Bukan hanya aktif mengawal anak-anak kandung kita atau kerabat kita saja, tetapi anak-anak yang ada di sekeliling kita. Kita bukan hanya menjadi orang tua biologis dari anak-anak kandung kita, tetapi kita juga perlu menjadi orang tua sosial bagi anak-anak di sekitar lingkungan kita. Bergandeng tangan mengawal generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.

sumber atikel : https://www.watyutink.com/opini/Perlu-Bergandeng-Tangan-untuk-Mengawal-Generasi-Muda

50% Anak Kecanduan Pornografi, Perlindungan Anak Indonesia Terhadap Pornografi Cenderung Lambat

sumber gambar : https://serempak.id/wp-content/uploads/2016/10/SOCITE-Child-copy.jpg

Di era kemajuan teknologi pada saat ini, mudah bagi segenap kalangan masyarakan untuk mengetahui berbagai hal dan ilmu pengetahuan dengan hanya menggunakan internet.

Khusunya bagi anak – anak yang rentan terhadap pornografi yang sampai saat ini masih dapat bebas diakses dengan berbagai cara walaupun di search engine google indonesia tidak akan menampilkan pencarian yang mengandung kata – kata yang berkaitan dengan pornografi tapi dengan kecanggihan teknologi saat ini itu bukan menjadi masalah besar karena masih terdapat berbagai banyak cara lain yang masih tersebar luas di jagat maya untuk membuka situs pornografi.

Menteri Pemberdayaan Pe­rempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, mengatakan Indone­sia termasuk terlambat dalam mengendalikan pornografi se­bagai dampak buruk perkem­bangan teknologi informasi.

Sementara itu, negara-ne­gara lain sudah lebih dulu me­lakukan antisipasi. Hasil dari antisipasi yang dilakukan ada­lah angka eksploitasi seksual anak secara daring di negara-negara tersebut menurun se­cara signifikan.

“Kita (Indonesia) tidak me­miliki konsep antisipasi sehing­ga perkembangan teknologi informasi susah kita atur. Di In­donesia, bayi saja sudah dike­nalkan dengan ponsel cerdas,” kata Yohana, saat pencanangan delapan desa/kelurahan bebas pornografi, di Jakarta, Selasa (3/9).

Yohana mengakui bahwa pornografi di belahan dunia mana pun menjadi masalah sehingga banyak negara yang berusaha melindungi anak-anaknya dari bahaya por­nografi. Anak yang kecanduan pornografi, sangat mungkin melakukan kekerasan seksual terhadap anak lainnya.

“Contoh sederhana tetapi membuat kita kaget adalah pelaku pencabulan sembilan anak di Mojokerto yang divo­nis hukuman tambahan kebiri kimia. Pelaku kecanduan por­nografi sehingga akhirnya tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan hal tidak senonoh kepada anak yang usianya be­ragam,” tuturnya.

Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar, menambahkan, penyebarluas­an pornografi yang semakin mudah melalui internet telah menjadi salah satu pemicu ke­kerasan seksual.

“Laporan yang masuk se­cara daring ke Kementerian PPPA mencapai 1.500 laporan. Dalam satu tahun ke belakang, angka kekerasan seksual juga masih tinggi. Satu dari 11 anak perempuan, dan satu dari 17 anak laki-laki, mengalami ke­kerasan seksual,” ungkap dia.

Kecanduan Pornografi

Sementara itu, Koordinator Nasional ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornogra­phy and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Indonesia, Ahmad Sofian, mengatakan dampak buruk dari kemudah­an membuat dan menyebarlu­askan pornografi melalui inter­net adalah bahaya kecanduan pornografi terhadap anak.

“Penelitian ECPAT mene­mukan 50 persen anak yang kecanduan pornografi melaku­kan kekerasan seksual kepada anak lainnya,” katanya.

ECPAT Indonesia merupa­kan sebuah jaringan nasional untuk menghapus eksploitasi seksual anak.

Sofian mengatakan seha­rusnya ada sistem yang bisa melindungi anak-anak dari pornografi, yang mudah di­sebarluaskan melalui ponsel cerdas yang sangat dikuasai anak-anak saat ini.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susan­to, mengatakan modus operasi kekerasan seksual pada anak di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Modus pelaku pun mengalami perubahan. Kasus terbaru adalah dengan trans­portasi online atau ojek.

Ketua Lembaga Perlindung­an Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suryo, menye­but dalam kurun dua tahun terakhir laporan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan seksual terhadap anak mengalami pe­ningkatan.

Pada 2018 terdapat 104 per­mohonan perlindungan terha­dap kasus TPPO dan sebanyak 284 permohonan perlindungan terhadap kasus kekerasan sek­sual terhadap anak. “Sedang­kan pada 2019 sampai bulan Juli telah ada 297 permohon­an perlindungan untuk kasus TPPO dan 420 permohonan perlidungan untuk kasus ke­kerasan terhadap anak,” pung­kasnya.

Sudah saatnya Indonesia tegas terhadap serangan pornografi sebagaimana pecandu narkoba pecandu pornografi tidak kalah mengerikannya bahkan dengan berbagai kasus yang terjadi bagaimana pornografi bisa membuat manusia tidak layaknya seperti manusia yang menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi hasrat seksualnya dan lebih parahnya anak – anak dibawah juga menjadi target hasrat seksual mereka yang telah kecanduan pornografi berat. Kita negara besar tapi kalau kita lengah kita akan menjadi mangsa legit pornografi yang kan merusak pelan pelan moral.

sumber artikel : http://www.koran-jakarta.com/50–anak-kecanduan-pornografi/ Rabu 4/9/2019 | 06:44