Masak Sih Heteroseksual Menjadi Homoseksual?

homoseksual-symbol
Masih ingat dengan kaum Nabi Luth? Sebagian dari kita mungkin masih keheranan, bagaimana bisa semua laki-laki kaum Nabi Luth yang awal mulanya heteroseksual kemudian hanya mau melakukan hubungan seksual sesama jenis (berorientasi seksual homoseksual atau same sex attraction).

Nah, ini salah satu kisah nyata yang akan membuka mata Anda bahwa suami, saudara laki-laki, ayah, kakek, atau siapa saja yang tadinya berorientasi heteroseksual bisa menjadi homoseksual (ssa = same sex attraction). Ini hanyalah salah satu contoh saja, masih banyak orang di luar sana yang serupa dan terjadi juga pada wanita.

============Kisah asli Irfan Wardhana tanpa editing di grup FB Peduli Sahabat===================

Assalamualaikum

Izin berbagi, maaf bukan maksud tebar aib, ada beberapa rekan yang bertanya proses taubat, bagaimana saya terlibat SSA, dan sebagainya, untuk itu dengan niat mudah2n jadi inspirasi bagi sahabat disini izinkan saya bercerita….
Dulu saya seperti laki-laki kebanyakan, biasa saja, suka sama cewek, kecil2 dulu juga sering mandi topless bahkan bugil sesama cowok di empang di kampung ndak ada kasus mengarah ke SSA, bahkan saya juga sering iseng dengan teman2 ngintip cewek mandi
squint emoticon

Soal keluarga saya mgkn termasuk kurang beruntung, punya bapak yang maniak kawin, sampai saya sendiri ndak hafal nama2 ibu tiri, tapi ndak gitu ngaruh sama kecenderungan SSA menurut saya, soalnya waktu saya hdp di lingkungan keluarga seperti itu ndak ada kecenderungan untuk tertarik dg cowok.

Pertengahan 1990an saya kuliah jauh dari kampung, di sini saya mulai agak bebas, mmg waktu SMA saya juga ada pacaran, tapi biasa2 saja. Waktu kuliah saya pacaran agak ekstrem kelewat batas, yah namanya juga mgkin puber anak kampung pergi ke kota, tapi saya ndak sampai ML dg cewek tapi mmg pacarannya kelewat batas, saya dulu paling suka di or** (maaf bukan maksud porno).

Kemudian saya putus dengan pacar, ini buat saya agak stres, karena mgkn karena sudah terbiasa lepas syahwat, tau2 ndak da lagi waktu itu, saya jadi sering onani, trus juga mulai zaman2 internet, sering buka2 situs porno, sampai kenal dg fasilitas chatting MiRC. Di MiRC inilah awal ssa saya, saya ketemu dg remaja tanggung cowok, saya diajak ngesek, awalnya saya nolak, tapi ia nawarkan saya cukup diam saja, dia yang aktif, dia dah lama ndak ngul** pen** katanya, disinilah mulainya, saya yg mmg lagi ndak bisa kendalikan nafsu krn ditinggal pacar, tergoda juga, singkat kata akhirnya saya ketagihan dg ssa, sampai jadi β€œTop”, ganti2 pasangan, dan yang buat saya sering nangis sampai sekarang saya ndak ingat nama dan berapa jumlah cowok yang telah saya f**k T_T singkat kata saya sampai punya BF, hidup seatap bertahun2 lamanya, ada mgkn 7-8 tahun seatap.

Kemudian saya dapat penyakit, berobat sampai habis2n, inilah titik awal saya taubat, tapi perkenalan dg agama yang lucu bin goblok, saya dan pasangan ssa waktu itu nekad nyari ustadz yang mau menikahkan kami, berbagai hujatan, hinaan sampai sumpah serapah saya terima, sampai akhirnya ketemu seorang ustadz yg justru ndak marah, menasehati kami ttg ssa, ini awal mulai tobat sebenarnya, sambil berobat sakit kelamin, saya ikuti berbagai majelis taklim, susahnya pasangan ndak mau ditinggal, tapi dg berbagai perjuangan akhirnya bisa juga. Awal proses taubat mmg sulit, godaan masih banyak, saya berusaha keras nolak hubg seks ssa, pelampiasan kembali ke onani dan nonton film porno (tapi bukan porno gay, saya berusaha fokus liat wanita bugil, aneh memang dan tetap bejat), tapi seiring berjalan waktu keduanya bisa saya tinggalkan. Yang pasti saya menyibukkan diri dg kajian agama, dan berbagai kegiatan saya ikuti, seperti renang, beladiri, kelas musik, klub motor, dsb. Di renang saya menemukan pengalaman yang unik, awalnya susah karena di lokasi renang banyak cowok2 topless, tapi justru itu ujiannya, awalnya saya jengah, tapi lama2 terbiasa juga, toh apa yang cowok itu punya saya juga punya, itu pokok pikiran dasarnya.

Prosesnya ndak sebentar memang, bertahun, sampai akhirnya saya mantap untuk menikah, disini ujian lagi, yang dikenalkan pada saya muslimah baik2 semua, saya takut ndak pantas. Akhirnya setelah perjuangan panjang saya nekad jujur, krn ndak mau jd batu sandungan kelak, syukurlah calon menerima waktu itu dan masa kelam ssa saya jadi rahasia rumah tangga kami. Pas menikah dan malam pertama ndak da masalah, saya bisa melakukan kewajiban sebagai suami dengan baik. Karena jauh sebelum menikah sekita 4-5 tahun saya sudah meninggalkan kehidupan ssa. Kunci perubahan itu dasarnya niat yang kuat untuk mengharap ridho Allah SWT dan istiqamah, dan nasehat klasik sibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif, jangan bilang susah kalau ndak melakukannya, kalau hari2 sudah diisi berbagai kegiatan positif apalagi kegiatan religi, maka hasrat utk ssa bisa ditepis.

sekali lagi bagi saya prosesnya ndak sebentar, tapi dengan tekad kuat Insya Allah bisa lebih baik. Ingat, kilat yang sekejap saja perlu proses menghasilkan kilat tersebut, apalagi perubahan diri.

====================================================================================================

Semoga bermanfaat πŸ™‚

3 thoughts on “Masak Sih Heteroseksual Menjadi Homoseksual?

  1. Sangat bermanfaat, terimaksih sudah berbagi pengalamannya berrti bisa di pastikan semua orang yang telah mengenal penyakit ini bisa SEMBUH degan sebenar-benar taubat. Syukron. semoga Allah memantapkan iman dan aqidah kita.

  2. Subhanalloh, maha benar Alloh dg segala aturannya…. semoga jadi inspirasi unt yg mengalami ujian yg serupa unt kembali kpd Nya dlm mencari solusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *