Trauma Bullying

Kasus bullying dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, bagai fenomena gunung es kasus yang terlihat lebih sedikit daripada kasus yang tidak terlihat.

KPAI mencatat dalam rentang waktu 2011 sampai 2019 ada 37.381 pengaduan kekerasan pada anak, untuk kasus bullying sendiri baik dilingkungan sekolah maupun media sosial terdapat 2.473 laporan dan terus meningkat.

Trauma yang didapat oleh korban bullying kadang menjadikan para korban bullying menjadi tambah tidak percaya diri dalam bersosialisasi dengan sesama apalagi jika korban bullying adalah orang yang cenderung tertutup dan tidak mau menceritakan masalahnya dampaknya akan lebih bahaya lagi. Telah terjadi berbagai kasus bullying yang menyebabkan korban depresi berat hingga titik terburuknya sampai nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

Bagaimana cara melepaskan trauma dari pembully-an ?

Jika terjadi trauma yang berkepanjangan pada diri korban maka sebaiknya meminta bantuan ahli misalnya kepada konselor BK, lanjut ke psikolog, atau jika memerlukan bantuan obat-obatan baru mendatangi psikiater.

Kebanyakan bullying memang akan membuat trauma si korban namun belum tentu trauma itu berkepanjangan tergantung situasi dan kondisi baik si korban atau lingkungannya.

Secara alami sebenarnya setiap manusia sudah diberi kemampuan untuk mengatasi tekanan dan stress termasuk yang datang dari bully-an.

Di Peduli Sahabat kita memberikan arahan bagaimana melangkah atau bertindak jika kita mengalami bullying termasuk apabila mengalami trauma. Trauma akan diarahkan untuk ditanggulangi sendiri dulu namun kalau dirasa oleh klien bantuan Peduli Sahabat belum bisa menyelesaikan traumanya maka disarankan untuk mendatangi ahlinya karena sering untuk trauma berkepanjangan memerlukan bantuan ahli di bidangnya.

Penanganan yang tepat dan mau membuka diri untuk menceritakan masalah yang dialami korban akan semakin mengurangi dampat buruk akibat bullying. Dukungan penuh dari keluarga terutama dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam pemulihan trauma bullying.

Pemberian edukasi, pengarahan, dan juga pengawasan harus selalu diberikan oleh setiap orang tua, masyarakat dan pemerintah. Dalam hal ini orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan pelaku atau korban bullying harus memberikan perhatian extra.

Salam Peduli Sahabat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *