Diriku Yang Lain

sumber : https://ikimfm.my/wp-content/uploads/2014/08/smile-wallpaper-31222-31955-hd-wallpapers.jpg

Orang pasti tidak akan mengira kalau diriku ini tertarik secara seks kepada sesama jenis. Selain terlihat macho dan gagah, aku juga anak seorang ustadz terkenal di kotaku. Dididkan bapak ‘keras’, kalau anaknya salah maka akan berujung hukuman, itu semua agar anak-anaknya taat beragama. Jadi siapa yang akan menyangka aku tertarik sesama jenis?

Masa anak-anak dan remaja aku bahagia walau dilarang bermain dan bergaul dengan orang sembarangan di luar. Aku akrab dan nyaman bermain dengan anak-anak sekitar yang memang kebanyakan adalah perempuan. Prestasi di sekolah ‘istimewa’ dari SD hingga perguruan tinggi dan kemudian bekerja.

Aku baru sadar tertarik sesama jenis ketika kelas II SMA, saat itu suka sekali melihat ‘pacar’ kakak wanitaku yang sering datang ke rumah. Boleh dikatakan dia adalah cinta pertamaku dan sampai sekarang susah untuk dihilangkan, kadang dulu kalau mencari pasangan sejenis juga yang mirip-mirip dengan dirinya.

Cap sebagai ‘anak ustadz’ mengantarkan aku aktif di kegiatan keagamaan dan menjadi ketua lembaga keagamaan di kotaku. Aku Banyak memberi pelajaran agama Islam untuk anak-anak TK dan SD.

Saat di perguruan tinggi aku mulai berani berpacaran sesama jenis. Aku berpacaran dengannya sekaligus mempunyai pacar perempuan, kami bertiga bahkan bersahabat kental (gila ya…?), hanya saja aku belum berani melakukan tindakan seks sesama jenis.

Setelah lulus PT lah aku baru terjerembab ke dunia seks sesama jenis karena mendapat rayuan dari teman SSA lama. Aku putuskan untuk meninggalkan dia setelah 6 bulan, ternyata aku ketagihan dan mencari laki-laki lain untuk pemuasan seksual.

Aku baru ‘tersadar’ saat ibu menanyakan kapan akan menikah di usia yang ideal ini. Aku panik dan bingung atas apa yang telah terjadi hingga suatu hari terdampar di Peduli Sahabat. Entah aku sendiri lupa bagaimana bisa mengenal Peduli Sahabat.

Di sini aku merasa tidak sendiri dan mendapat support yang luar biasa. Aku tahu telah salah tapi niat untuk tobat dan berbuat baik di jalan Allah sudah bulat. Aku sadar bahwa cobaan ini berat untuk dilalui berdasarkan pengalaman teman-teman di PS juga informasi dari pendampin PS. Setidaknya aku telah menemukan tempat baru yang menguatkan niatku untuk berubah.

Berhasil atau tidak aku tidak ingin memikirkan sekarang, terpenting aku harus berusaha secara maksimal. Mohon dukungan dan doa semua member PS agar usahaku berjalan lancar. Semoga dibalas dengan kebaikan yang berlimpah.

sumber : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *