Bagaimana Jika Mempunyai Suami Ternyata SSA

sumber gambar : https://images.unsplash.com/photo-1505765052322-75804bb2e5f1?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&w=1000&q=80

Sudah menjadi fitrahnya jika manusia diciptakan berpasang – pasangan, tapi juga manusia pun pasti tak luput akan mendapatkan ujian dari ALLAH dengan tujuan untuk menguji seberapa kuat iman kita dan yang pastinya dibalik ujian dari ALLAH pasti sedang ada hal baik yang sedang menunggu sebagai hikmah dari ujian tersebut.

Pernikahan merupakan dambaan setiap insan manusia, berkeluarga memiliki keturunan dan bisa saling menguatkan satu sama lain. Dan dari pernikahan pula akan memberikan banyak pelajaran hidup yang mana menyatukan dua hati yang berbeda memanglah bukan suatu hal yang mudah.

Ya memang tidak mudah menyatukan dua hatu yang berbeda.

Terlebih pasti kita tidak tahu bagaimana kehidupan pasangan kita sebelumnya, bagaimana masa lalunya.

Seperti yang ada pada kisah yang satu ini, yang mana diketahui bahwa ternyata pasangannya (suami) adalah seorang SSA, namun yang patut dijadikan teladan bahwa si istri memilih untuk bertahan dengan waktu tertentu sambil berdoa dan berikhtiar agar kelak semoga suaminya bisa segera berubah kembali sesuai fitrahnya sebagai seorang suami.

Simak kisahnya

Upaya untuk tetap sehat jiwa saat memilki suami yanng ternyata SSA.

Pengalaman pahit kadang – kadang mengajarkan sesuatu pada kita. Seperti halnya yang saya alami beberapa waktu terakhir saat mengetahui ternyata pasangan (suami) SSA.

Awalnya memang pahit terdapat getir sekali. Tetapi jangan terlalu lama bersedih hati, segeralah “move on” walau rasa kecewa masih hilang timbul.

Segera berbenah diri, perbaikilah yang mash bisa diperbaiki, tinggalkan jika memang tidak layak dipertahankan.

Ada 3 option dari kak sinyo :
1. Bercerai
2. Bertahan
3. Bertahan dlm waktu tertentu

Setelah konsultasi sana sini dan perenungan diri saya mengambil sikap untuk bertahan dalam waktu tertentu dengan “syarat dan ketentuan berlaku”.

Tentu saja syaratnya adalah berjirah dan istiqomah dijalan yang lurus.

Dalam waktu tertentu saya maksudkan selama anak – anak belum dewasa dan masih butuh figur seorang ayah.

Seperti yang kita tahu bagi para istri yang ternyata memiliki pasangan (suami) SSA bertahan / berpisah sama – sama bukan hal yang mudah.

Dengan pilihan option ketiga tersebut memberikan harapan bahagia bagi saya untuk berharap yang lebih baik dengan berbagai ikhtiar dan doa mendampingi suami dalam proses hijrahnya.

Tetapi juga untuk antisipasi hal yang buruk, juga harus mempersiapkan segala macam kemungkinan.

Berikut langkah – langkah yang saya lakukan :

1. Mendekatkan diri pada Alloh

2. Punya daftar pendamping untuk konsultasi seperti psikolog / rohaniawan yang dikunjungi.

3. Bergabung dengan kelompok sosial yang positif seperti majelis taklim / lembaga sosial / keagamaan

4. Pererat dan jalin kembali silaturahmi / komunikasi dengan sanak keluarga ( untuk antisipasi bila perpisahan benar – benar terjadi kita akan sangat butuh dukungan )

5. Bersikap terbuka dalam pergaulan, berteman dengan orang – orang sholeh, jangan menutup diri.

6. Belajar tentang ilmu agama, parenting, seksual, keluarga, termasuk belajar prosedur perceraian. Buat daftar yang harus didatangi bila terjadi perceraian. Komunikasikan hak pengasuhan anak, dan persiapan pendidikan anak / jaminan kesehatan.

7. Inventaris uang simpanan, harta benda dan surat – surat berharga. Buat daftar yang harus dibagi dan pemiliknya.

8. Jika mampu usahakan rumah tinggal lebih dari satu ( buat rumah baru ), duplikasi kebutuhan hidup menjadi dua, agar mudah bila sewaktu – waktu berpisah.

9. Bijaksana mengelola keuangan, bila tidak bekerja mulailah menyisihkan uang untuk disimpan. Jika perlu mulai bisnis kecil – kecilan agar jika berpisah sudah punya penghasilan sendiri.

10. Berusahalah untuk mandiri tidak banyak tergantung kepada suami, Punya penghasilan sendiri, bisa berkendaraan sendiri, bisa mengasuh anak – anak sendiri.

11. Jangan terlalu berharap / bergantung pada manusia (suami) bergantung-lah sepenuhnya pada ALLAH. Teladani Rasulululloh.

12. Mencintai dan membenci sesuatu karena ALLAH, dan tinggalkan sesuatu juga karena ALLAH.

13. Buat perjanjian tertulis dengan suami

14. Kumpulkan / dokumentasikan segala bentuk temuan – temuan, seperti rekaman chat, dvd atau apapun.

15. Hargai dan cintailah diri sendiri. Sesekali refresing, olahraga, menekuni hobi, perawatan diri ke salon, jalan – jalan.

16. Dampingi suami mendapatkan terapi / pendampingan. Jangan beri toleransi / penerimaan untuk penyimpangan seksualnya.

17. Mungkin sesekali harus jadi detektif bagi suami dan jalani prosesnya, serahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa.

18. Berserah diri pada ALLAH. Mintalah untuk selalu ditemani apapun yang terjadi dalam hidup ini.

Demikian dari saya, semoga beberapa langkah atau juga saran bagi para ibu / istri yang sedang berjuang menghadapi ataupun juga mendampingi pasangannya ( suami ) yang ternyata SSA bermanfaat, tetap berprasangka baik kepada ALLAH, semoga ALLAH segera beri pertolongan dan apapun akhirnya nanti selalu serahkan, pasrahkan kepada ALLAH.

Salam Peduli Sahabat

Sumber kisah : https://web.facebook.com/groups/menantimentari/ ((group khusus dari Peduli Sahabat yang menampung suami atau istri (juga para simpatisan) yang pasangannya diketahui berorientasi non-heteroseskual))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *