Ajari,Ajak dan Suruhlah Anak Untuk Bersosial

sumber gambar : https://goresangurusemai.files.wordpress.com/2013/08/copy-header-blog-guru.jpg

Oke kali ini saya akan membahas mengenai sebuah topik yang mungkin kelihatan biasa – biasa saja ya? Emmm tentang Ajari, Ajak dan Suruhlah Anak Untuk Bersosial.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya mengenai kata – kata yang pernah saya dengar dari seorang psikolog yang berbunyi :

“Kita sebagai orang tua hanya mempersiapkan anak untuk menjadi apa yang kita harapkan tetapi lupa mempersiapkan anak untuk menjadi orang tua untuk anak – anak menreka kelak”

Statemen yang mungkin hanya sebagian orang saja yang mau merenungkan. Saat saya mendengar statemen ini saya baru sadar dengan apa yang psikolog itu katakan. Di era kemajuan jaman, kemajuan teknologi,komunikasi,iptek dan hal – hal lainnya saat ini. Banyak dari kita untuk berlomba – lomba mendapatkan sebuah pengakuan dari sebuah apa yang telah kita capai dan banyak pula orang tua yang berlomba – lomba untuk menyekolahkan anak – anak mereka ke sekolah favorit, unoversitas favorit, ataupun ke akademi – akademi yang notabene setelah lulus akan mendapatkan gelar dan juga pekerjaan yang bagus dan membangga – banggakan apa yang telah anak mereka peroleh.

Ya itu sih wajar – wajar saja jika orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak – anaknya, tetapi banyak yang mereka lupa ajarkan kepada anak – anak mereka untuk bekal nilai – nilai kehidupan dimasa depan khususnya dalam aspek bersosialisasi dengan lingkungan sekitar minimal di tempat tinggalnya. Orang tua lupa bahwa kelak anaknya juga akan menjadi seperti mereka membesarkan anak dan juga bersosialisasi dengan lingkungan disekitar tempat tinggal mereka.

Pernahkah saudara – saudara melihat jika ada kerja bakti bersih bersih kampung, kerja bakti pegajian, kerja bakti untuk kegiatan peringatan kemerdekaan, kegiatan remaja masjid dan even – even lainnya yang berada di lingkungan tempat tinggal, pernahkah melihat orang tua yang mengajak anak – anaknya yang ikut membaur melakukan kegiatan tersebut ? Sangat jarang sekali di era kemajuan jaman sekarang ini kita melihat anak- anak atau remaja ikut membaur dalam kegiatan sosial seperti diatas. Yang ada orang tua ikut kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal tetapi anak malah dibiarkan asyik dirumah bermain atau melakukan kegiatan lainnya di rumah. Dengan alasan anak sudah lelah sekolah, les, dan berbagai kegiatan lainnya.

Memang tidak dipungkiri bahwa sistem pendidikan di negara kita memang masih belum sempurna dengan berbagai mata pelajaran yang ada dan waktu sekolah yang panjang, mengakibatkan lingkungan sosial anak kebanyakan hanya dihabiskan di sekolah, namun sebagai orang tua hendaknya menyadari bahwa kebutuhan anak bukan hanya kebutuhan mengenai ilmu materi namun kebutuhan ilmu sosial juga diperlukan untuk memberikan pondasi saat mereka nanti beranjak menjadi dewasa bahkan menjadi orang tua.

Sesekali ajaklah bahkan suruhlah anak – anak untuk ikut membaur dalam kegiatan sosial minimal di lingkungan sekitar tempat tnggal . Agar terbentuk sebuah kepribadian yang matang jika nanti anak – anak sudah dewasa dan menghadapi berbagai karakter orang yang berbeda – beda. Menurut sudut pandang saya sendiri, saya khawatir jika anak – anak tidak pernah diajak sesekali ataupun disuruh untuk ikut kegiatan sosial minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal, saya khawatir rasa sosial mereka dengan antar sesama akan biasa – biasa saja dan suasana rasa simpati juga empati terhadap sesama juga akan biasa biasa saja dan bisa jadi menjadi seorang yang kurang peka.

Sekarang kita lihat banyak aksi bulli di kalangan anak, banyak aksi anak /murid yang sudah berani melawan gurunya sendiri, banyakkan sekarang guru menjadi sasaran laporan ke pihak yang berwajib hanya karena memarahi atau mengingatkan anak/murid yang salah dan ironisnya orang tua juga ikut – ikutan tidak terima jika anaknya dmarahi/atau sang guru, bahkan disuatu artikel memberitakan seorang murid mengakhiri nyawa gurunya hanya karena diingatkan saat merokok.

Menurut saya kejadian kejadian ini dikarenakan kurangnya pendidikan moral dan sosial dari orang tua di era kemajuan jaman saat ini. Sempatkanlah dan ajarkanlah, mungkin itu yang harus orang tua lakukan walau sibuk dengan pekerjaan. Apa gunanya mengejar harta jika anak tidak berlaku baik dan juga tidak saling mengasihi anatar sesama. Diharapkan dengan anak diajarkan, diajak dan disuruh untuk mengikuti kegiatan – kegiatan sosial dan juga berbaur minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal, minimal mereka anak -anak akan lebih peka terhadap apa yang sedang terjadi, lebih simpati dengan sesama, dan lebih menghormati dengan sesama. Karena pendidikan yang mahal bukanlah dengan menyekolahkan di sekolah atau universitas favorit tetapi pendidikan yang mahal adalah pendididikan tentang nilai – nilai aspek kehidupan bersosialisasi dengan sesama yang akan menjadi bekal atau pondasi di kehidupan masa depan.

Jika terdapat salah kata saya mohon maaf karena semua memiliki presepsi masing – masing dan ini merupakan sudut pandang saya sendiri mengenai perlunya orang tua mengajarkan dan juga menanamkan nilai – nilai sosial dalam kehidupan ini.

Salam dari Bim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *