Mari Bersama Bergandeng Tangan untuk Mengawal Generasi Muda Dari Bahaya Pornografi

sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTjDHK0s79BqwCLYbySlfWLOoVwiGuw-0HbSVtdSdqgRed-oASg

Pornografi memang menjadi momok besar dan ancaman besar bagi anak- anak juga generasi muda. Para pengedar pornografi kian marak melesatkan aksinya dengan membangun website – website khusus pornografi untuk meraih keuntungan semata.

Dan untuk mengaksesnya pun sangat mudah tidak perlu konfirmasi umur untuk mengaksesnya. Parahnya lagi bagi sebagian anak – anak atau generasi muda yang masih awam mengenai edukasi seksual dan juga minim pendidikan tentang edukasi seksual, pasti akan selalu penasaran dengan apa yang dibicarakan para orang tua dan orang dewasa mengenai seksual.

Jadi mereka akan mencari cari di berbagai media internet, memang di Indonesia sekarang sudah tidak akan keluar di search engine google jika kita mengetikkan pencarian berbau pornografi, akan tetapi tunggu dulu, masih banyak para jenius di jagat maya yang memperlihatkan bahkan memberitahu bagaimana cara membuka akses situs/website pornografi dengan mudah dan simple dari kalangan anak – anak pun bisa mempraktekkan langkah – langkahnya.

Alangkah luasnya dunia ini untuk memerangi pornografi, tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dalam hal internet, jaringan, dan komunikasi tapi semua dari kalangan masyarakan harus ikut turun tangan untuk memerangi pornografi atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Narkolema/Narkotika Lewat Mata. Mulai dari lingkungan keluarga,sekolah,universitas dan masih banyak lainnya. Karena jika dibiarkan sampai kecanduan pornografi akan timbul berbagai dampak negatif untuk pecandu juga lingkungan disekitarnya. Dan butuh waktu dan pendampingan juga semangat ekstra untuk keluar dari candu pornografi.

Diwartakan dari watyutink.com Kami menaruh perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak dengan mengajak orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Memberikan informasi yang dibutuhkan oleh anak sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Jangan sampai nanti anak dengan rasa ingin tahunya yang besar mengambil informasi dari media internet.

Salah satu informasi yang penting diberi tahukan kepada anak adalah seputar pendidikan seks atau kesehatan reproduksi sesuai dengan usia anak. Akan berbahaya jika anak mencari informasi tersebut melalui media internet. Bisa jadi anak justru terjebak ke dalam bahaya pornografi. Di dalam otak manusia, khususnya bagian tengah depan, ada yang namanya Pre Frontal Cortex (PFC). Ini yang membedakan manusia dengan hewan. PFC adalah bagian sangat istimewa dan menjadi pusat kendali karena berfungsi sebagai pusat pengembangan dan pengambilan keputusan.

Kecanduan dan khayalan akibat pornografi mengakibatkan produksi hormon dopamim yang berlebihan. Jika dupamim merendam PFC, akibatnya seseorang kehilangan kemampuan untuk mempertimbangkan suatu hal (baik atau buruknya sesuatu). PFC bisa rusak fungsinya akibat dupamim yang diproduksi secara berlebihan. Menurut Donald Hilton Jr (seorang dokter ahli bedah otak), otak yang rusak akibat pornografi jika difoto dengan Magnetic Resonance Image (MRI) hasilnya akan sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Ia juga mengatakan jika kerusakan otak akibat narkotika hanya terjadi di tiga bagian, akibat pornografi kerusakan terjadi di lima bagian otak.

Tetapi kerusakan PFC pada anak masih bisa diobati, direkonstruksi ulang. Ini karena otak anak masih mengalami pembentukan. Untuk kembali memperbaiki PFC pada otak anak, perlu menanamkan hal-hal yang baik. Ditanamkan akhlak dan perilaku yang baik. Orang tua memiliki peranan penting dalam menghentikan kecanduan akibat narkolema (narkoba lewat mata) yaitu pornografi, yang bahayanya sama dengan kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi membuat anak bisa terjerumus ke dalam seks bebas. Ini bisa berdampak kehamilan yang tidak diinginkan/di luar nikah. Jalan pintasnya adalah aborsi. Di Indonesia dalam setahun terjadi dua juta kasus aborsi, dan sebagian besar dilakukan oleh remaja dengan cara yang sangat membahayakan keselamatan nyawa mereka. Sudah ada hukum yang mengatur pelaku aborsi dan orang yang ikut serta (mengantarkan, menunjukan tempat, dan memaksa melakukan aborsi), yaitu KUHP Pasal 346 dan 347.

Untuk mencegah anak-aak kita terjerumus ke dalam bahaya narkoba, narkolema (pornografi), pornoaksi dan aborsi tanpa rekomendasi medis, sebagai orang tua kita perlu berperan aktif. Bukan hanya aktif mengawal anak-anak kandung kita atau kerabat kita saja, tetapi anak-anak yang ada di sekeliling kita. Kita bukan hanya menjadi orang tua biologis dari anak-anak kandung kita, tetapi kita juga perlu menjadi orang tua sosial bagi anak-anak di sekitar lingkungan kita. Bergandeng tangan mengawal generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.

sumber atikel : https://www.watyutink.com/opini/Perlu-Bergandeng-Tangan-untuk-Mengawal-Generasi-Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *