Setelah “gay gene” tak (akan pernah) terbukti….

sumber gambar : https://img.jakpost.net/c/2019/03/20/2019_03_20_68107_1553071053._large.jpg

1. HAM
Adalah hak azazi untuk mengatur diri sendiri termasuk jenis kelamin dan orientasi seks. Terserah yang punya badan seandainya jenis kelamin laki-laki tapi ingin menikah dengan laki-laki. Atau ingin berdandan dan bergaya seperti perempuan. Juga tak ada yang bisa melarang laki-laki berhubungan seks dengan laki tapi juga suka dengan perempuan. Begitu juga untuk yang perempuan. Bebas bergaya berlagak seperti laki-laki dan suka perempuan. Atau gaya tetap perempuan tapi suka perempuan. Dan kalau sudah bicara HAM, standar nya sudah pasti barat yang sekuler liberal tanpa peduli nilai agama. Karena mereka memposisikan HAM diatas agama.
https://www.amnestyusa.org/the-state-of-lgbt-rights-worldw…/

2. Kaum liberal sekuler

Dalil agama yang melarang suka dan berhubungan seks sejenis sudah tak relevan. Kalau homo dan biseks dilarang, mengapa negara barat yang banyak homo nya tak dihancurkan seperti kaum nabi Luth? eLGiBiTi yang salah atau cara pandang kita terhadap agama yang keliru? Apa iya, walau sangat baik tapi Homo atau Bi, atau Trans atau Lesb tetap masuk neraka? Kok ngga adil ya?

Pernah dengar pernyataan-pertanyaan seperti itu? Sile googling sesiapa yang pernah ber statemen seperti itu.

https://www.bbc.com/…/majalah/2016/02/160216_trensosial_mus…
https://www.republika.co.id/…/nqyqw2-ade-armando-allah-tida…
https://www.dw.com/id/lgbt-mulia-di-sisi-allah/a-19070695

Karena gerakan eLGiBiTi ini sadar, mereka tak bisa berketurunan, jadi harus menambah simpatisan dan pengikut untuk tetap bertahan. Mereka perlu “support all out” dari orang-orang “keminter” lagi nekat. Dengan kesaktiannya Liberal Sekuler berani memutar balik bahkan menantang dalil agama. Logikanya “terkesan” kuat, sehingga bisa mengganggu keyakinan anak-anak kita yang masih remaja.

3. Tekanan Asing

Sepertinya indonesia dibuat tak berdaya dalam hal apapun termasuk dalam menghadapi isu eLGiBiti. https://www.beritasatu.com/…/bamsoet-sebut-ada-tekanan-asin…
http://politiktoday.com/duta-besar-negara-uni-eropa-lobi-d…/

Tekanan dari dunia barat sangatlah kuat, entah apa kepentingannya. Teori “proxy” cukup masuk akal untuk jadi jawaban.
https://nasional.tempo.co/…/menteri-pertahanan-lgbt-itu-bag…

Isu eLGiBiTi juga merupakan isu “duit gede” bukan recehan yang dikumpulkan dengan kaleng kencleng. Hingga sanggup membuat orang dengan mental miskin “fight” bertarung demi bayaran. https://www.republika.co.id/…/o2fsmh282-undp-keluarkan-rp-1…

Sandaran untuk tetap menjadi eLGiBiTi sangatlah rapuh kecuali mengais-ngais perlindungan dibalik isu HAM, dan mendekati sekuler liberal sebagai “JUBIR”, sambil berharap tekanan asing plus “duit gede” nya. Tinggallah yang bodoh dan jauh dari tuntunan jadi bingung dan meng IYA kan.

Kalau alasannya HAM, jangan lupakan HAM nya perempuan korban lelaki BISEKS yang entah istri atau pacar yang sering jadi korban tertular HIV. Jangan lupakan HAM nya anak-anak yang tertular HIV dari orang tua yang BISEKS atau korban predator. Jangan lupakan HAM nya anak yang jadi yatim, bahkan yatim piatu yang orangtuanya mati karena AIDS sedang ia sendiri HIV positiv dan harus minum obat seumur hidup.

Jangan juga lupakan HAM nya tenaga kesehatan yang berisiko tertular saat merawat si HoMO atau Bi yang HIV sementara pegiat HAM pergi menjauh. https://m.jpnn.com/news/pekerja-rs-rentan-tertular-hivaids

Jangan lupakan HAM nya pemandi jenazah yang memandikan jasad Homo / bi dengan serius sementara kawan Homo nya tak mampu memandikan, apalagi men sholat kan. https://lifestyle.okezone.com/…/waspada-penyakit-penyakit-i…

FYI, kita memang bukan pemegang kunci pintu sorga tapi agama memberitahu kita mana arah sorga mana arah neraka. Kita juga tak bisa memaksa orang percaya akan adanya sorga dan neraka, karena tugas kita semua hanya menjadi da’i.

#JagaAnakTurunan
#AgamaDiAtasHAM
#SemogaDiluruskanNiat

https://harvardmagazine.com/2019/…/there-s-still-no-gay-gene
https://www.cbc.ca/…/genes-dna-same-sex-behaviour-study-1.5…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *