SSA (Same Sex Attraction) di Diriku

Kehidupan di dunia ini hanyalah bermain-main dan bersenda gurau belaka. Kampung akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya. Jika kamu orang bertakwa, jika kamu orang beriman, dan jika kamu orang yang mengerti.

Kesenangan hidup di dunia itu sementara, begitu juga kesusahan hidup di dunia hanyalah sementara. Setiap insan pasti akan diuji oleh Tuhan Nya. Untuk mengetahui siapa saja yang benar-benar beriman dan bertakwa pada Nya.

Tak terkecuali ujian SSA (same-sex attraction) yang kualami. Banyak teori, penelitian ilmiah, dan berbagai macam dugaan dugaan tentang penyebab terjadinya seseorang menjadi SSA. Oke aku tidak menafikan itu, karena mereka memang bicara sesuai kompetensinya.

Awalnya memang aku terus mencari berbagai informasi tentang penyebab SSA ini. Aku sangat haus akan informasi itu, setiap ada yang berhubungan dengan SSA langsung kukonsumsi dengan lahapnya. Meski tentu saja aku harus sembunyi-sembunyi didalam menggali informasi itu. Waktu berjalan membuat aku lelah malah hampir putus asa, kenapa aku berbeda dan dapat ujian yang aneh ini?

Suatu hari aku membaca artikel tentang obat berupa pil yang mampu mengubah homosexual menjadi heterosexual.
Wow mayoritas yang komentar hampir seragam “Jika benar obat itu bisa mengubah homosexual, maka saya lah orang pertama yang akan membelinya”

Wow harganya selangit, aku orang lemah finansial tapi ingin sembuh juga. Bagaimana bisa membelinya? Putus asa? Ya sangat putus asa. Berpikir untuk mengakhiri hidup itu sering. Tapi aku takut sama Tuhan, aku terlanjur menjadi orang paham agama sehingga iman masih kuat. Terima kasih Tuhan telah melahirkanku di Indonesia yang mayoritas Islam.

Mencoba untuk bunuh diri? Alhamdulillah aku belum pernah. Mungkin sudah skenario dari Nya, aku dipertemukan dengan layanan Peduli Sahabat. Proses pertemuan yang panjang yang menguras banyak energi dan waktu. Tuhan Mahabaik, tapi Tuhan juga tidak memanjakan hamba Nya. Setelah lama berikhtiar, berdoa, berusaha akhirnya pertolongan itu datang juga melalui pelayanan ini.

Di Peduli Sahabat aku mampu mengubah mindset, dulu aku menganggap SSA ini merupakan bentuk ketidakadilan Tuhan, bentuk kedzaliman Tuhan. Kini aku percaya bahwa SSA ini merupakan bentuk kasih sayang Tuhan padaku agar aku selalu dekat pada Nya walaupun caranya melalui ujian yang tidak mudah ini.

Selama ini aku hanya mengetahui ada dua kubu soal SSA ini. Kubu pertama mereka yang pro dengan homosexual dengan berbagai macam dalil untuk mencari pembenaran. Hak asasi, kebebasan, demokrasi, naluri, dan lain sebagainya.

Oh angin itu sangat sesuai dengan hawa nafsuku. Aku ingin bergabung bersama mereka tapi apa yang terjadi?
Hatiku menolak, ini tidak sesuai dengan ajaran agamaku. Ini salah dan haram, juga menjijikan. Aku pilih ikut perintah agama saja.

Kubu kedua mereka yang kontra yang serta merta melarang terhadap homosexual. Dengan berbagai dalil agama mereka mengharamkan, melarang, dan membeci perbuatan itu. Seolah-olah aku sangat hina.Dan memang sangat hina jika sampai melakukan tindakan homosexual tapi kami belum berbuat apa-apa. Bingung?

Aku membutuhkan solusi bukan caci maki apalagi pro aksi. Di sini, Peduli Sahabat, aku menemukan kedamaian. Diterima apa adanya dan dibimbing untuk bisa hidup sesuai norma agama dan budaya, meski aku berbeda.

Ditulis oleh: ID FB = semoga.bermanfaat.39 untuk Peduli Sahabat

One thought on “SSA (Same Sex Attraction) di Diriku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *