Buah Hati Bukan Benda Mati

sumber gambar : https://cdn.pixabay.com/photo/2016/02/29/09/57/sorrow-1228329__340.jpg

Sebulan terakhir saya bertemu tiga keluarga yang kisah hidupnya ‘mirip’.
Sang ortu sukses secara materi, mungkin sebagian dari kita ‘iri’ melihat kekayaannya ‘kapan ya kita bisa berada di posisi kemapanan harta seperti itu’.

Wajah mereka tampak fine-fine saja begitu juga anak-anaknya.
Andai kita melihat kebersamaan mereka rasanya ingin bertukar tempat ‘cling’ memakai alat ajaib Doraemon.

Tapi tahan dulu imajinasi Anda karena sebenarnya para ortu keluarga tersebut sedang ‘menangis darah’.
Dua keluarga ortunya curhat sang bujang mereka kuliah di manca negara dan saat ini sudah hidup dengan ‘sesama jenis’. Bahkan salah satu buah hati dari keluarga tersebut tidak ada pikiran menikah dengan lawan jenis, pokoknya sudah ‘mandep mantep’ menikah dengan ‘pacar lelakinya saat ini’.
Satu keluarga yang tersisa tidak kalah miris, anak-anaknya telah beberapa tahun ogah sekolah, maunya di rumah menikmati game dan media sosial. Kalau sedang emosi, si anak bisa merusak barang-barang sehingga sang ibu sampai ketakutan dibuatnya.

Sobat, buah hati kita bukan hanya membutuhkan materi tetapi juga asupan gizi di hati berupa cinta, kasih sayang, dan perhatian secara psikolgis dari kedua ortu.
Tanpanya maka anak-anak kita akan tumbuh sehat secara biologis namun jiwa dan hatinya kering kerontang atau bahkakan musnah sehingga seperti benda mati.

Jika sudah sampai tahap ini maka percayalah andaikan kita mempunyai emas segunung Uhud sekalipun tidak akan pernah bisa membeli hidayah Allah.
Tinggal tersisa butiran-butiran air mata sambil terus berdoa agar anak-anak kembali ke fitrah.

Selepas pulang melayani keluarga-keluarga seperti itu rasanya saya lebih kaya dari Raja Salman, ya memang hutang saya masih banyak namun masih bisa mencukupkan diri buat transportasi tanpa dibayari mereka bahkan menghadiahinya buku sebagai bahan renungan.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”

(QS. Ar-Ra’du: 28).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *