TRAUMA TUNDA TERHADAP ANAK – ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

http://penyabangan-buleleng.desa.id/assets/files/artikel/sedang_1561431617kekerasan.jpg

TRIBUNWOW.COM – Seorang psikolog, Elly Risman menyebut korban yang masih anak-anak, akan alami trauma tunda atas kekerasan seksual yang diperoleh. Sedangkan sang pelaku hanya akan menjalani hukuman penjara yang tidak terlalu lama. Kekecewaan itu disampaikannya saat mengikuti diskusi di Indonesia Lawyers Club yang tayang di tvOne. Acara tersebut juga diunggah di channel YouTube Indonesia Lawyers Club dengan judul ‘Closing Statement Elly Risman Soal Pemerkosa Anak Divonis Kebiri, Setimpalkah?’ yang tayang pada Selasa (27/8/2019).

Sebagai penutup dari diskusi, Elly menjelaskan bawah rasa sakit yang dialami korban dari pelaku kekerasan seksual, akan mengalami penyembuhan yang cepat. Namun hal itu tidak dengan mental sang anak yang akan mengalami trauma setelah dewasa nantinya.

“Tapi teman-teman, bapak ibu semuanya harus menyadari, benar bahwa trauma seksual pada anak-anak itu delayed trauma, trauma tunda,” ucap Elly. Sehingga anak-anak yang mengalami kekerasan seksual akan merasakan imbasnya setelah beranjak dewasa. Bahkan trauma itu akan bertahan, hingga korban memiliki anak dan mulai lanjut usia.

“Tidak sekarang nampaknya, itu sesuai dengan perkembangan seksualnya. Kapan? Nanti kalau dia mau remaja, atau kemudian dia menikah, dia punya anak,” jelas Elly.

Psikolog itu pun memperhitungkan usia anak yang menjadi korban kekerasan seksual, dari pemerkosa di Mojokerto yaitu Muh Aris. Elly menyebut bahwa derita yang dialami korban akan berlangsung lebih lama dari pada pelaku. Pelaku Muh Aris sudah mendapat hukuman selama 12 tahun penjara, denda Rp 100 juta, dan hukuman tambahan kebiri. “Bayangkanlah kalau anak itu korban Mas A ini, berumur 4 tahun 6 bulan. Dia kawin katakanlah 15 tahun kemudian, Pak A ini yang dihukum 12 tahun sudah bebas,” jelas Elly.

“Dia sampai anak itu remaja, sampai anak itu bercucu, sampai rambut putih tumbuh di kepalanya belum tentu traumanya hilang,” tambahnya. Elly pun mengaku kecewa, karena pembahasan selama diskusi di ILC hanya menyoroti masalah pelaku.

Sedangkan pembahasan tentang korban tidak terlalu banyak.

“Siapa yang menangani taruma tersebut. Karena kita hanya dari tadi bicara tentang pelaku,” ujar Elly

Elly pun menyinggung bahwa pelaku melakukan pemerkosaan saat masih berstatus anak-anak. Menurut keterangan, pelaku sudah melakukan aksi pemerkosaan dari tahun 2015.

“Kalau sekarang umurnya 20 tahun, mundur ke empat tahun yang lalu, sekarang tahun 2019, berarti dia umur 16 tahun dong,” ucap Elly.

Elly pun menyimpulkan bahwa pemerkosaan tersebut terjadi bukan, antara orang dewasa dengan anak-anak.

Tapi tindak pemerkosaan terjadi antar anak-anak.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Di ILC, Psikolog Sebut Anak-anak yang Jadi Korban Pemerkosaan akan Alami Trauma Tunda, https://wow.tribunnews.com/2019/08/28/di-ilc-psikolog-sebut-anak-anak-yang-jadi-korban-pemerkosaan-akan-alami-trauma-tunda?page=2.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko

.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *