Daily Archives: January 10, 2020

Kekuatan Doa

sumber gambar : https://3.bp.blogspot.com/-zzJBt9QnClI/V2A5z6CwCOI/AAAAAAAACb0/z1wtoHxxUUMwkPf2S4ESH88CSIJVGyqBQCLcB/s640/Ternyata%2Bdoa%2Bmengubah%2Byang%2Bmustahil%2Bmenjadi%2Bmustajab.jpg

Semakin ALLAH memberimu ujian padamu menandakan bahwa ALLAH sayang padamu, ALLAH ingin kamu selalu dekat denganNYA dengan selalu mengingat ALLAH dan muhasabah diri apakah selama ini iman saya sudah benar, apakah islam saya sudah benar. Jangan pernah lelah untuk selalu berdoa kepada ALLAH memohon pertolongan dan hidayah sampai ALLAH kabulkan.

Sebuah kisah kekuatan doa.

Simak kisahnya

Kehidupan di dunia ini hanyalah main main dan sendau gurau belaka. Kampung akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya.Jika kamu orang bertakwa jika kamu orang beriman dan jika kamu orang yang mengerti.Kesenangan hidup di dunia itu sementara, begitu juga kesusahan hidup di dunia hanyalah sementara.

Setiap insan pasti akan diuji oleh Tuhan Nya. Untuk mengetahui siapa saja yang benar-benar beriman dan bertakwa pada Nya.Tak terkecuali ujian SSA (same-sex attraction) ini. Banyak teori, penelitian ilmiah dan berbagai macam dugaan dugaan tentang penyebab terjadinya seseorang menjadi SSA. Oke kami tidak menafikan itu, karena mereka memang bicara sesuai kompetensinya.

Awalnya memang kami terus mencari berbagai informasi tentang penyebab SSA ini. Kami sangat haus akan informasi itu, setiap ada yang berhubungan dengan SSA kami langsung konsumsi dengan lahapnya. Meskipun kami harus sembunyi-sembunyi didalam menggali informasi itu.

Waktu berjalan membuat kami lelah malah hampir putus asa, kenapa kami beda dan dapat ujian yang aneh ini?

Baca artikel tentang obat berupa pil yang mampu menyembuhkan homosexual menjadi heterosexual. Wow mayoritas yang komentar hampir seragam “Jika benar obat itu bisa menyembuhkan homosexual, maka saya lah orang pertama yang akan membelinya”

Wow harganya berapa, kami orang lemah financial tapi ingin sembuh juga. Bagaimana bisa membelinya? Putus asa? Ya sangat putus asa. Berpikir untuk mengakhiri hidup itu sering. Tapi kami takut sama Tuhan, kami terlanjur jadi orang paham agama sehingga iman kami masih kuat. Terima kasih Tuhan telah melahirkan kami di Indonesia yang mayoritas Islam.

Mencoba untuk bunuh diri? Alhamdulillah belum pernah.

Mungkin sudah skenario dari Nya, kami pun dipertemukan dengan layanan ini. Proses pertemuan yang panjang yang menguras banyak energi dan waktu. Tuhan maha baik, tapi Tuhan juga tidak memanjakan hamba Nya. Setelah lama berikhtiar berdoa berusaha akhirnya pertolongan itu datang juga melalui pelayanan ini.

Disini mampu mengubah mindset kami, yang dulu kami anggap SSA ini merupakan bentuk ketidakadilan Tuhan pada kami, bentuk kedzaliman Tuhan pada kami. Kini kami anggap bahwa SSA ini merupakan bentuk kasih sayang Tuhan pada kami agar kami selalu dekat pada Nya. Walaupun caranya melalui ujian yang tidak mudah ini.

Selama ini yang kami tahu hanya ada dua kubu.

Kubu pertama mereka yang pro dengan homosexual dengan berbagai macam dalil untuk mencari pembenaran. Hak azasi, kebebasan, demokrasi, naluri dan lain sebagainya.

Oh angin ini sangat sesuai dengan hawa nafsu kami. Kami ingin bergabung bersama mereka. Tapi apa yang terjadi? Hati kami menolak, ini tidak sesuai dengan ajaran agama kami. Ini salah ini haram ini menjijikan. Aku pilih ikut perintah agama saja.

Kubu kedua mereka yang kontra yang serta merta melarang terhadap homosexual. Dengan berbagai dalil agama mereka mengharamkan, melarang dan membeci perbuatan itu. Seolah-olah kami sangat hina.Dan memang sangat hina jika sampai jadi praktisi. Tapi kami belum berbuat apa-apa. Kami bingung.

Ya kami juga setuju, toh semua agama juga mengharamkannya. Tapi bukan itu juga yang kami harapkan. Kami sudah tau itu haram kami tau agama, yang kami butuhkan adalah solusi.

Ya solusi, bukan caci maki bukan pula yang pro aksi.

Menikah.

Menikah? Hahaha

Aku benci kata itu, aku tidak suka titik. Meskipun SSA ini aku sadari sejak masih di bangku SD berlanjut di SMP hingga SMA, tapi aku benci materi menikah justru di pengajian-pengajian.Aku sengaja menyibukan diri ikut pengajian ini, halaqoh itu, harakah ini dan majlis taklim itu, tujuannya agar aku jadi sholeh, alim santri yang baik.

Dengan begitu aku bisa menutupi SSA ini dengan tidak pacaran. Anak pengajian tidak pacaran, wajar dan ini dijadikan sebagai tameng. Anak biasa, gak ngaji, gaul abis tidak pacaran, wah aku bisa dibully yang macam-macam. Bagi aku wanita itu seperti bola, ya bola, sama-sama tidak ku suka sama-sama tidak menarik hatiku.

Sementara aku sangat aman bersembunyi dibalik pengajian. Namanya pengajian ya mengajarkan Al-Quran dan Hadits tak terkecuali menikah. Aduh ketemu tema menikah, aku alergi, benci, kenapa mesti bahas tema ini?

Pernah juga dapat tugas makalah dari dosen yang materinya menikah. Aku harus presentasi di depan kelas menjelaskan soal menikah yang mana materi ini sangat aku benci. Bagaimana tidak benci, wong aku tidak mungkin bisa menikah, syahwat terhadap wanita saja aku tidak punya.

Apalah aku harus menikah dengan orang yang aku cintai? Oh sangat tidak mungkin, Soalnya orang yang aku cintai itu dari jenis aku sendiri.Seorang pria dewasa yang tampan gagah tegap harum bersih dan rapi bajunya. Mana boleh dari sudut adat, negara apalagi agama, haram.Tapi namanya aku, sang SSA yang jago bersandiwara, aku pun presentasi di kelas dengan sempurna. Aku menguasai materi, dapat menjawab pertanyaan dari teman dengan baik.

Kembali ke pengajian.

” Bagi para ikhwan yang sudah siap menikah, silakan mengisi formulir untuk taaruf” kata murobbi aku. Jeeeggeerr…!!! ” yah menikah lagi, Ustadz ini tidak tau aku ini tidak suka sama wanita, bagaimana aku mau nikah? ” Dalam hatiku. Aku takut jika nekat menikah, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis istriku. Dampaknya rumah tangga ku bisa hancur, nama baikku bisa tercemar karena bisa dicap sang pria lemah syahwat, sepanjang aku tidak jujur sebagai SSA.

Takut, khawatir, gelisah, galau, merana campur aduk, itulah Perasaan ku sebelum aku menikah. Bertemu layanan ini yang sudah aku jelaskan di note I. Layanan ini merubah mindset ku.

Setelah mendapat banyak bimbingan dari pak Sinyo aku terus meyakinkan diri bahwa aku bisa menikah. Aku baca testimony para SSA yang sudah sukses dalam pernikahannya, aku baca di milis hijrah euy. Di milis ini aku seperti menemukan obat pil yang selama ini aku cari. Tentang milis hijrah euy bisa googling sendiri. Testimony nya luar biasa, banyak keajaiban-keajaiban diluar dugaan setelah mereka nikah. Ada yang sukses di malam pertama, ada yang dibilang hebat sama istrinya dan masih banyak lagi yang lainnya, yang intinya itu sangat memotivasi aku menyakinkan ku untuk maju menikah.

Pak Sinyo, semoga Allah selalu merahmati beliau dan keluarganya. Beliau tak bosan-bosannya meyakinkan aku, bahwa aku bisa menikah, bisa menjadi imam yang sempurna.

“Pak aku mau nikah sama akhwat yang SSA saja, yang mana akhwat itu juga punya tekad menjadi heterosexual yang ingin tetap di jalan Allah, jadi kan aku dan dia enak bisa saling pengertian dan mencari solusi bersama” kata aku ke pak Sinyo.

” Kekekeke, kamu lucu dek, ntar kamu yang nyuci baju, sementara istri mu naik atap benerin genteng yang bojor” canda pak sinyo dengan aksennya yang medok jawa.

Ketakutan, kekhawatiran apakah selamanya hanya akan jadi sebuah Ketakutan, tanpa adanya tindakan keberanian? Orang dikatakan pemberani itu karena dia punya rasa takut. Coba kalau tidak punya rasa takut, lalu melangkah itu biasa bukan pemberani namanya.

Aku sangat takut menikah, tapi akhirnya aku menikah, ini baru bisa disebut pemberani. Dan akhirnya aku pun menikah.

Kacaukah rumah tangga ku? Alhamdulillah tidak, malah sangat harmonis. Aku bahagia istriku pun sangat bahagia. Istri ku puas dengan servis ku.

Kamu mampu memuaskan istri mu?

Ya tapi aku tidak sendirian, aku ditolong oleh Allah SWT dan ditolong oleh doa doa orang yang ikhlas mendoakan aku baik yang tau aku SSA maupun yang tidak tau.

“Keajaiban-keajaiban di ranjang pengantin SSA”

Perasaan saya saat itu campur aduk, ada senang ada takut. Senang karena besok saya mau menikah, takut karena saya akan menghadapi ujian yang sangat berat yaitu malam pertama atau bulan madu.

Bagi kalangan heterosexual saja, malam pertama katanya sangat menegangkan apalagi saya yang SSA, ini tidak mudah bagaikan mau ujian skripsi saja.

Alhamdulillah acara pernikahan yang sangat sederhana akhirnya selesai juga. Tidak ada pesta tidak ada pengeras suara layaknya hajatan pada umumnya. Disamping memang kami lemah financial juga kami ingin melaksanakan yang wajib dan sunah saja tidak ingin mengikuti adat masyarakat yang bikin ribet dan boros biaya. Akad nikah berlangsung di KUA, di kampung kami memang wajib menikah di KUA tidak boleh petugas KUA dipanggil ke rumah, ini tujuannya untuk menghindari praktek korupsi.

Tetapnya tanggal 9 syawal kami menikah, Alhamdulillah kami mendapat jadwal pertama yaitu jam 07.00 pagi. Sementara di luar Kantor banyak pasangan pengantin yang mengantri giliran, maklum musim lebaran banyak yang menikah.Selepas akad nikah kami pulang ke rumah dilanjutkan dengan menerima para tetamu yang hadir untuk kondangan, mendoakan dan memberi restu dan malamnya bada isya diadakan walimahan.

Malam pertama kami sudah komitmen untuk tidak melakukan apa-apa kecuali sholat sunah dua rakaat bersama sebelum tidur. Malam kedua adalah malam yang sangat menegangkan bagi saya, entah bagi istri saya, saya tidak tahu, mungkin dia juga tegang.

Teman Facebook saya yang SSA yang sudah menikah pernah memberikan tips saran kepada saya agar di malam pertama saya sukses saya dianjurkan minum obat perangsang, obat kuat dan membaca, melihat atau menonton konten porno yang mampu membangkitkan syahwat saya.Tapi saya tidak minum obat apa pun saya hanya membuka internet untuk searching konten yang saya maksud.

Istri saya masih di kamar kecil, mungkin dia sedang mempersiapkan diri untuk melayani suami nya. Sementara saya menunggu di kamar yang masih terus merangsang diri dengan melihat konten dewasa di hp saya.

Ada yang aneh dengan respon saya, biasanya saya sangat sensitif bila melihat konten dewasa, maaf punya saya langsung on, tapi apa yang terjadi di malam itu? Punya saya sama sekali tidak bisa on, ya Allah tolong hamba Mu istri ku sebentar lagi masuk kamar sedangkan aku masih belum on.”

Assalaamualaikum mas ” ucap salam dari istri saya sambil membuka pintu kamar. ” Waalaikum salam ” jawab saya sambil buru-buru mematikan hp.

Masya Allah Istri saya memakai pakaian dalam yang sangat seksi, dia terlihat sangat cantik, mungkin dia ingin memuaskan suami yang sangat dicintainya. Walaupun suaminya sama sekali tidak menginginkan tubuhnya.” kasihan sekali istri saya, dia sudah sangat siap dengan ibadah ini, sedangkan saya sama sekali tidak menginginkan nya ” kata saya dalam hati.

Kemudian istri saya mematikan lampu dan diganti dengan lampu kecil yang cahayanya redup-redup. Lalu dia tiduran di samping saya.Tanpa kata tanpa tindakan apa-apa, kami cuma saling diam, maklum pengantin baru masih malu-malu, bagi istri saya mungkin gengsi sebagai wanita memulai dulu. Bagi saya karena saya belum yakin bisa.

Tiba-tiba tangan istri saya diletakan di dada saya. Tahukah apa yang terjadi? Punya saya langsung on, ini diluar dugaan, ini tidak seperti biasanya, saya sama sekali tidak bergetar jika disentuh oleh wanita, tapi malam ini saya bisa on.

Ucap syukur Alhamdulillah saya dalam hati. Terima kasih ya Allah, Terima kasih buat semua doa doa dari teman dan keluarga. Setiap selesai sholat saya selalu berdoa.” Ya Allah sukseskanlah saya di malam pertama dan di malam-malam selanjutnya.

“Mengetahui punya saya sudah on, saya langsung melanjutkan tahap berikutnya yaitu pemanasan demi pemanasan yang agama ajarkan. Setelah pemanasan yang cukup lama dan kelihatannya istri saya sudah siap, saya Lancar ke tahap inti.

Aku menyebutnya ini sebuah keajaiban doa, sejarah hidup telah terukir di malam penuh horor dan nikmat ini. Alhamdulillah ternyata saya bisa melakukannya, sungguh sebuah kekhawatiran yang selama ini menghantui pikiran saya telah sirna dan diganti oleh Allah dengan sebuah kenikmatan yang tiada tara. Saya sangat mendominasi permainan sampai-sampai istri saya kewalahan, saya sangat bangga akhirnya saya lulus dan sukses.

Ada teman yang bertanya di inbok. ” Apa yang dibayangkan mas, ketika sedang bercinta dengan Istri mas, apakah mas membayangkan sosok pria idamannya atau bagaimana?

“Saya pun membalas inboknya. ” yang saya lakukan adalah saya terus mensugesti diri bahwa saya ini normal, saya ini lelaki sejati, saya ini jantan perkasa. Keyakinan ini terus saya tanam, dampaknya sangat luar biasa, saya bisa menjadi yang saya yakinkan itu.

“Ibarat kita minum obat, jika yakin obat itu mampu menyembuhkan sakit saya, maka bangun tidur kita sehat dan sebaliknya jika kita tidak yakin obat ini mampu menyembuhkan maka kita akan tetap sakit. Saya berpikir seperti pelacur, meminjam istilah yang saya baca di sebuah artikel. Jika pelacur bercinta karena tujuan uang, maka saya bercinta karena tujuan niat ibadah kepada Allah.

Persamaannya, sama -sama tidak menginginkan. Perbedaannya, jika pelacur itu money oriented, sedangkan saya Allah oriented.

Berarti mas sudah sembuh dari SSA? Oh tidak semudah itu, rasa SSA ini masih sangat kuat di dalam diri ini. Semoga suatu saat bener-bener sembuh, Aamiin ya Allah.

Maksud dari tulisan ini yaitu untuk menyemangati para galauer agar yakin akan kekuatan doa. Agar tidak takut untuk maju ke pernikahan, agar mampu bersabar menjaga diri demi yang halal dan Allah ridhoi. Jika tulisan ini bermanfaat, silakan ambil yang positifnya dan don’t try yang negatifnya. Jika tulisan ini terlalu vulgar dan tidak pantas, silakan admin delete note ini segera. Saya hanya ingin berbagi pengalaman, semoga ada ilmu yang bisa di petik.

Penulis sekaligus pelaku : Hamba Allah, 27 april 2015

Salam Peduli Sahabat

Sumber kisah : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014