Monthly Archives: January 2020

Kekuatan Sesungguhnya, Mengalahkan Diri Sendiri

Sungguh musuh yang sebenarnya adalah diri sendiri.

Seperti apa yang terjadi pada kisah ini dimana sebuah perjuangan keras untuk melawan gejolak hati yang begitu kuat.

Bukan sebuah perkara mudah sekali saja lepas kendali mungkin akan terjebak dalam lubang hitam dan sulit untuk keluar.

Namun dengan sebuah kesungguhan dan selalu memanjatkan doa serta selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Gejolak tersebut dapat diredam dan semoga bisa hilang selama – lamanya.

Simak kisahnya

Perkenalkan aku laki – laki berusia 40’an tahun. Berasal dari sebuah pedesaan yang asri dan lingkungan yang agamis.

Bahkan leluhurku termasuk tokoh agamawan yang cukup dihormati di mata masyarakat. Dibesarkan dalam sebuah keluarga yang sederhana dan memiliki banyak bersaudara.

Masa kecilku seperti umumnya anak laki – laki biasa. Bermain bola, hujan – hujanan, main mobil – mobilan, perang – perangan, serta tak lupa mandi bareng teman perempuan di sungai pada usia sekitar kelas 4 – 5 SD.

Saat itu belum paham makna sebuah syahwat. Mengerti tentang fungsi alat kelamin lawan jenis saja tak tahu walaupun sering melihat punya teman sepemandian tersebut.

Namun sejak kelas 5 SD, sudah merasakan adanya ketertarikan terhadap teman perempuan. Bahkan rasa itu masih ada hingga saat ini. Mungkinkah ini cinta pertama?

Di samping ada rasa seperti yang di tulis di atas terhadap teman perempuan, ternyata aku pun memiliki rasa suka pada sesama jenis (laki – laki), khususnya yang ganteng dan putih.

Dulu gak pernah berpikir macam – macam, apalagi tentang hubungan badan. Karena waktu itu aku belum mendapatkan mimpi basah.

Selama usia kelas 4 – 6 SD, seringkali tidur bareng bersama teman laki – laki.

Bahkan beberapa kali pernah bercanda saling meniduri sesama teman (tidak sampai membuka pakaian alias berpakaian lengkap). Hanya sekedar saling tumpang – tindih tanpa mengetahui bahwa seperti itulah cara orang dewasa melakukan hubungan intim.

Tak ada rasa menikmati maupun enak. Semua dilakukan hanya sekedar bercanda diiringi tertawaan.

Bahkan aku pernah ditiduri dari belakang oleh teman laki-laki yang 5 tahun lebih tua usianya. Organ vitalnya ditempelkan (maaf) tepat pada belahan bokongku, namun tidak sampai melakukan penetrasi ke dalam lubang dubur.

Itu terjadi hanya beberapa saat dan sekali saja. Lagi – lagi aku tidak menikmatinya sama sekali. Tidak lebih hanya sebatas itu saja.

Satu lagi, di antara usia – usia di atas itu juga, aku pernah ditiduri oleh kakak laki – laki kandungku sendiri. Terbangun malam – malam gara – gara ditindih oleh dia dengan posisi telentang, dan celana dipelorotkan.

Artinya (mohon maaf) organ vital dia dengan punyaku saling menempel. Aku tak berontak dan diam saja. Sama sekali tak paham apa yang sedang dia lakukan padaku? Hanya membiarkannya saja, tak merasakan kenikmatan, tak ada rasa apa – apa selain pengap. Kemudian kembali tertidur lelap.

Hingga saat ini, aku tak pernah mengatakan pada siapa pun terkait kejadian malam tersebut, kecuali melalui tulisan ini sekarang. Aku malu dan kasihan, karena dia saudara kandung.

Usia sekitar 14 tahun mendapatkan mimpi basah. Saat itu belum juga paham apa yang terjadi pada tubuh ini? Hanya saja, syahwatku mulai muncul sejak saat itu. Ada rasa terangsang ingin sesuatu yang aneh, namun belum juga tahu nama hubungan badan (baik melihat maupun cara melakukannya).

Masturbasi?

Aku tak tahu, benar-benar sangat polos. Akan tetapi, rasa ketertarikan terhadap sesama dan lawan jenis tetap ada. Porsi bandingnya mungkin 40% tertarik ke perempuan dan 60% pada laki – laki.

Ingin sekali pada saat itu bisa berpelukan ataupun ciuman dengan kedua jenis tersebut. Jika sedang membayangkan keduanya dalam keadaan ‘polos’ aku bisa ereksi.

Usia sekolah SMA kelas 2, di sanalah aku pertama kali menonton blue film. Bagaimana cara berhubungan badan serta teknik – tekniknya. Pada usia itu pula, aku mengalami pelecehan seksual oleh teman – temanku.

Di mana (maaf) organ vitalku dipegang dan dikocok – kocok oleh mereka tanpa bisa melawan, karena kedua tangan dan kaki ditahan mereka. Tidak sampai ejakulasi dan dalam keadaan masih berpakaian lengkap.

Sialnya, sejak saat itulah aku mengenal istilah masturbasi dengan sabun mandi. Pertama kali mencoba, ketagihan. Itu dilakukan hingga sekarang.

Usia 17 – 25 tahun, keanehan seksual yang ada pada jiwa ini semakin berat kurasakan. Tak mengerti, mengapa aku seperti ini?

Aku ingin normal sebagaimana teman – teman lainnya. Memiliki pacar perempuan dan wakuncar di malam Minggu, sebagaimana umumnya remaja lain.

Aku orangnya pemalu dan kurang percaya diri.

Di usia remaja, aku pernah penasaran membuka celana salah seorang teman laki – laki. Melihat, memegang, dan (maaf) mengulum alat vital mereka. Mencium bibir mereka pada saat tertidur.

Untuk hal yang beginian, hanya pernah dilakukan sekali saja karena dorongan rasa penasaran. Selanjutnya aku tak berani karena takut ketahuan. Pokoknya orientasi seksualku lebih mengarah ke suka terhadap sesama jenis.

Sadar akan apa yang ada dalam diri ini salah, aku selalu berusaha menahan dan melawan syahwatku pada sesama jenis. Aku tak mau hidupku hancur dan menanggung malu seumur – umur.

Rahasia keanehan ini selalu kujaga ketat, walaupun ada beberapa teman yang sepertinya mencium gelagat keganjilanku ini. Aku tak pernah membukanya, kecuali melalui tulisan ini.

Kututupi kecurigaan mereka dengan cara menjalin hubungan dengan lawan jenis. Berkali – kali gonta – ganti pasangan, sampai ada yang memberiku stempel playboy.

Padahal bukannya aku tak ingin serius. Hanya saja kurang tertarik dengan perempuan, terkecuali rasa cinta pada teman perempuanku semasa SD seperti yang diceritakan di atas tadi.

Jujur, aku tak pernah melakukan hubungan seksual dengan siapa pun.

Tubuhku masih suci sampai ke jenjang pernikahan. Aku takut dosa dan terkena penyakit menular. Hanya bisa menyalurkan syahwat ini melalui masturbasi dan tontonan film porno, baik yang heteroseksual maupun homoseksual.

Landasan ilmu keagamaan yang ditanamkan orangtua sejak kecil, setidaknya bisa membantu aku berpikir ulang jika ingin melakukan perbuatan seks menyimpang semacam itu. Jika tak ada, entahlah, mungkin aku sudah lama terjun ke dunia hitam.

Akhirnya diusia kepala 3, aku memutuskan untuk menikah. Hidup normal sebagaimana umumnya kaum lelaki dewasa. Memiliki istri, rumah, serta anak-anak.

Bersyukur, dari pernikahan itu aku dikaruniai empat orang anak. Namun dorongan ketertarikanku pada sesama jenis hingga saat ini masih ada.

Jatuh cinta dan berimajinasi bercinta dengan mereka (laki – laki) kerap menggoda. Aku selalu bertahan dan berusaha menepis hasrat laknat tersebut.

Akan tetapi sepertinya istriku sempat curiga akan rahasia yang selama ini kupendam. Dia pernah secara halus namun aku paham maksudnya, memeriksa (maaf) lobang anusku.

Mungkin dia curiga karena kadang-kadang aku ‘dingin’ padanya dan berusaha mencari tahu penyebabnya. Bersyukur, karena area pengeluaran sisa makanan dalam perutku, masih asli. Tak pernah digunakan untuk hal – hal terkutuk. Dia percaya bahwa aku adalah laki-laki tulen.

Selama memiliki keanehan ini, aku tak pernah ingin berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Waria atau transgender, misalnya. Demi Tuhan!

Aku sangat mengutuk kaum – kaum tersebut. Aku ingin normal. Menjadi laki – laki seutuhnya.

Menikmati hari – hari bersama anak dan istri serta mengisi aktivitas luang dengan mereka. Aku menyayangi istriku. Aku mencintai anak-anakku. Aku tak ingin, keanehan ini akan terungkap dan menghancurkan semuanya.

Biarlah rahasia ini tetap menjadi milikku dan Tuhan. Aku tak ingin keluar dari jalur keharusanku sebagai laki – laki, suami dan bapak anak-anak.

Aku ingin mengisi hidup ini dengan keyakinan beragamaku. Soal rasa – rasa itu, PERSETAN aku anggap hanya bisikan iblis yang hendak mencelakaiku. Aku ingin menjadi orang baik dan meninggal dalam keadaan baik pula.

Catatanku, Agama adalah satu – satunya jalan untuk menuntun hidup kita lebih baik. Semakin mengenal Tuhan, maka semakin besarlah tekad kita untuk melawan bisikan syetan.

Aku, laki – laki yang ingin menjadi sosok suami dan bapak yang baik selamanya.

Tambahan :

Dari kecil aku sering mendengar penilaian orang bahwa sikap dan cara bicara serta suaraku kadang seperti perempuan. Tapi tak sampai kemayu maupun ‘melambai’.

Aku berusaha menjaga sikap sebagaimana laki – laki normal pada umumnya. Seiring pertambahan usia dan akil baligh, suaraku berubah besar. Disitulah, aku selalu berusaha ekstra waspada menjaga sikap kemayuku agar tak keluar secara tak disadari.

Aku memelihara kumis, janggut dan sering berakting layaknya laki – laki macho. Mungkin ada hasilnya, karena setelah usahaku tersebut sangat jarang sekali aku diolok – olok sebagai ‘banci’.

Bahkan setelah menikah, hinaan itu lenyap sama sekali hingga kini.

Namun yang jadi masalah adalah aku merasa sebagai manusia pembohong pada anak dan istriku.

Rahasia hidup ini selalu ketat kujaga. Aku tidak ingin semua orang tahu bahwa aku ini manusia ‘aneh’. Mungkin aku termasuk biseksual (AC/DC).

Dalam hal hubungan intim, aku bisa dan sering memuaskan istri. Artinya, secara sex desire, aku tak bermasalah.

Aku takut kehilangan anak dan istri jika sampai jujur mengungkapkan hal ini pada mereka.

Terus terang, aku benci dan sangat mengutuk eksistensi kaum pelangi menyimpang tersebut, walaupun dalam diriku ada jiwa mereka. Aku takut Tuhan murka atas ulah dan perilaku terkutuk mereka.

Aku sama sekali tak akan pernah berani membuka diriku yang asli pada istri. Takut dia kecewa dan meninggalkanku. Aku butuh sosok pendamping untuk menjagaku dari hasrat aneh ini. Aku ingin dialah istriku yang pertama dan terakhir sampai akhir hayat.

Pokoknya, rahasia hidupku ini hanya bisa tertuang di sini. Aku tak peduli penilaian orang (pembaca) setelah mengetahui kisah kelamku ini.

Aku laki – laki dan manusia biasa yang ingin melenyapkan sisi penyimpanganku. Salah satunya dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan dan atau mencintai keluarga kecilku sepenuhnya.

Jika ada rekan – rekan yang berkenan membantu membabat habis sisi penyimpanganku ini, aku menghaturkan banyak terima kasih. Apapun caranya, dengan syarat tak sampai mengetahui wajah asliku. Terus terang, aku sangat malu. Terima kasih.

Bdg, 23/01/2020

Semoga perjuangan saudara kita ini bisa menjadi motivasi untuk saudara – saudara kita lainnya yang mungkin memiliki masalah yang sama dan sedang berusaha berjuang.

Dimana ada usaha pasti akan ada jalan keluar, terutama mengendaplah serendah – rendahnya dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar senantiasa selalu diberikan perlindungan dari perbuatan yanng tidak baik dan selalu diberikan pertolongan.

Sumber : https://web.facebook.com/groups/menantimentari/ Grup Menanti Mentari merupakan grup khusus dari Peduli Sahabat yang menampung suami atau istri (juga para simpatisan) yang pasangannya diketahui berorientasi non-heteroseskual.

Miris ! Eksploitasi Ekonomi, Seksual, dan Perdagangan Anak Berkedok Kafe

sumber gambar : https://ecpatindonesia.org/wp-content/uploads/2017/03/49-persen-anak-indonesia-alami-eksploitasi-seks-dan-ekonomi.jpg

Kembali lagi Ibu Pertiwi kita dibuat sedih dan miris, atas terungkapnya kasus eksploitasi anak secara ekonomi dan seksual juga perdagangan anak berkedok kafe di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kasus tersebut berhasil terungkap pada tanggal 13 Januari dan berhasil mengamankan 6 tersangka dan telah dilakukan penahanan ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus selasa (21/1).

Pada kasus tersebut juga ditemukan ada 10 korban anak – anak dengan usia antara 14 – 18 tahun yang dieksploitasi dengan cara melayani para pria hidung belang dalam memenuhi hasrat seksualnya.

Tidak tanggung – tanggung tersangka menetapkan target kepada para korban dengan harus melayani pria hidung belang setidaknya 10 kali dalam satu hari. Di dalam aksinya tersangka menetapkan tarif 150 ribu kepada para pria hidung belang untuk sekali main.

Dari hasil tersebut dibagi 90 ribu untuk tersangka dan 60 ribu untuk korban. Namun jika korban tidak dapat memenuhi target 10 kali melayani dalam sehari maka akan mendapatkan denda sebesar 50 ribu sehari.

Bukan hanya itu, tersangka juga memberikan pil khusus untuk menahan masa menstruasi kepada para korban dengan alasan karena target yang harus dipenuhi korban.

Bahkan tersangka pun tidak memperhatikan kesehatan para korbannya untuk melakukan pemeriksaan berkala. Hal itu diperkuat karena ditemukannya luka di bagian alat kelamin korban.

Dalam motifnya ke-6 tersangka tersebut mempunyai peran masing – masing dalam melakukan tidakannya. Ada 2 yang salah satunya berperan sebagai mucikari dan pemilik kafe, juga memaksa para korban untuk melayani pria hidung belang.

Ada 2 yang bertugas mencari target pengeksploitasian (anak – anak) di media sosial dengan iming – iming memberikan pekerjaan dengan gaji yang besar kemudian menjualnya kepada pemilik kafe atau mucikari di kafe tersebut, dan 2 yang lainnya adalah sebagai cleaning service.

Dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk menyadari bahwa di era kemajuan teknologi dan perkembangan jaman hendaklah agar selalu waspada dan hati – hati khususnya di ranah media sosial.

Semua kejahatan mudah untuk disembunyikan dan disamarkan jika berada di media sosial.

Dan juga menjadi peringatan bagi kita Bangsa Indonesia bagaimana kasus pengeksploitasian dan kekerasan terhadap anak masih marak dan merajalela.

Bagi anak – anak yang mengalami pengeksploitasian dan kekerasan entah secara ekonomi maupun seksual akan mengalami sebuah trauma secara mental yang sulit hilang bahkan mungkin akan selalu teringat sampai dewasa, tua dan akhir hayatnya.

sumber artikel : 1. https://www.merdeka.com/trending/aksi-keji-mami-di-penjaringan-tega-jual-anak-di-bawah-umur-ke-pria-hidung-belang.html Rabu, 22 Januari 2020 09:01 oleh Reporter : Tantiya Nimas Nuraini, 2. https://www.republika.co.id/berita/q4gdqf409/polisi-ungkap-praktik-eksploitasi-anak-dijadikan-psk Selasa 21 Jan 2020 17:42 WIB oleh Rep: Flori Sidebang / Red: Andri Saubani

Perjalanan Hijrah

sumber gambar : https://artikula.id/wp-content/uploads/2018/06/taubat-768×512.jpg

ALLAH tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-Nya

Masih banyak dari kita termasuk saya yang mungkin masih selalu mengeluh saat ALLAH menguji kita. Selalu bertanya – tanya kenapa aku yang harus menerima ujian ini, kenapa aku harus menjadi salah satu yang harus menerima ujian ini, adilkah ini Ya ALLAH ?, dan masih banyak lagi.

Ya itulah sifat alamiah manusia, namun jarang kita dan saya sadari bahwa kita selalu mengingnkan Surga namun apa yang telah kita perbuat untuk menuju Surga ?

Apakah amal soleh kita jauh lebih banyak dari dosa kita ? Rasanya dosa kita malah jauh lebih buanyak dibandingkan amal soleh kita.

Mulai berfikir kan kenapa ALLAH menguji kita ?

Bisa jadi saat ALLAH menguji kita itulah altenatif / jalan yang sedang ALLAH siapkan untuk kita dalam perjalanan menuju Surganya ALLAH, bukankah harusnya kita bahagia?

Ya itulah kita manusia termasuk saya sendiri.

Marilah teman – teman untuk kita selalu berprasangka baik kepada ALLAH tentang apapun yang telah menimpa kita, tentang apapun yang ALLAH ujikan kepada kita, karena sungguh pendahulu kitapun juga mendapatkan ujian yang bahkan lebih berat daripada kita.

Menuju Surga bagi kita manusia biasa bukanlah perkara mudah, tetapi jika kita ikhlas dalam menjalani apapun dan selalu berprasangka baik kepada ALLAH, insyaALLAH semua akan terasa mudah dan tanpa diduga – duga.

Seperti kisah dibawah ini yang mengajarkan bagaimana sikap kita saat ALLAH sedang memberikan kita ujian.

Ingin medapatkan dunia saja harus melalui berbagai jurang terjal, lha ini Surga yang tingkatannya juauh lebih tinggi tak terhingga dibandingkan dunia, pantaskah untuk memasukinya tanpa melalui ujian?

Simak kisahnya

Mengenal peduli sahabat 2014-2019

Tahun 2016, ada mahasiswa psikologi yang memintaku untuk menjadi respondennya dalam penelitian skripsi. Awalnya ragu, tapi kemudian meyakinkan diri untuk menyanggupi. Walau sadar, akhirnya akan bertambah orang yang mengenalku sebagai SSA.

Wawancara demi wawancara sudah aku lewati. Sampai kemudian, dia mengenalkanku pada peduli sahabat. Dia tahu grup ini dari dari buku yang ditulis kak Sinyo Egie.

Alhamdulillah, waktu itu aku bersyukur banget bisa kenal dengan peduli sahabat. Karena aku menemukan teman-teman yang senasib seperjuangan. Menemukan orang – orang yang menerima dan mendukung perjuangan kami.

Dan yang paling penting aku punya konsep diri yang baru. Aku gak lagi merasa minder, merasa gak percaya diri, merasa gak layak dan berbagai hal negatif lainnya.

Sejak kenal kak Sinyo Egie dan Peduli Sahabat, aku punya semangat dan cita – cita ingin seperti kak Sinyo. Menolong teman – teman yang punya masalah sama denganku. Menjadi teman berbagi pengalaman jatuh bangun hijrah.

Dan Alhamdulilah, dua kali ALLAH memberi kesempatan padaku untuk bertatap muka langsung dengan kak Sinyo dan ikut pelatihan dari beliau. Dan saat ini, aku sedang belajar menerapkan ilmu yang aku dapat dari beliau.

Sejak mengenal peduli sahabat dan punya konsep diri yang baru, aku juga semakin percaya diri untuk bisa terbuka tentang ke-SSA-anku pada orang – orang terdekat. Tujuannya, agar aku bisa mengajak mereka berpikir terbuka dan tahu bahwa gak semua orang yang punya kecenderungan menyukai sesama jenis itu hanya memikirkan nafsu semata.

Bahwa ada diantara mereka yang berjuang keras untuk hijrah dan butuh dukungan. Bahwa ada diantara mereka yang masih berpikir dan bertindak waras. Bahwa ada diantara mereka yang ingin hidup normal seperti yang lainnya.

Dan akhirnya, aku menemukan orang – orang yang menerimaku, mendukungku dan selalu memberi semangat untuk bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Proses hijrahku sama dengan teman – teman SSA yang lain. Penuh drama jatuh bangun. Pernah berpikir untuk bunuh diri, pernah ingin menjual diri sebagai PSK sesama jenis, pernah merasa benci, jijik dan muak pada diri sendiri, pernah membenci Tuhan, pernah ingin membunuh dan balas dendam pada orang yang melukaiku di masa kecil dan seabrek perasaan negatif lainnya.

Alhamdulillah semua itu tak pernah terealisasi. Sampai sekarangpun, aku tak pernah punya pasangan sesama jenis. ALLAH selalu menarik tanganku untuk bangkit saat aku hampir terjatuh ke jurang maksiat.

Saat ini aku sepenuhnya menyadari, bahwa apapun takdir kita itulah yang terbaik. Ada hikmah yang luar biasa yang sedang ALLAH siapkan. Walau kita belum menemukannya saat itu juga, teruslah berada di jalan ALLAH.

Bersabar dengan aktif dan teruslah mencari solusi terbaik. Lakukan hal-hal positif agar tak ada celah untuk meratapi takdir. Cintai dirimu, cintai semua ujian – ujianmu dan cintai semua kesulitanmu. Agar ALLAH mencintaimu dan menguatkan hatimu untuk menjalani hidupmu yang istimewa.

Terima kasih kak Sinyo Egie. Semoga ALLAH memberkahi perjuangan kakak dan memberkahi keluarga kakak. Untuk teman – teman seperjuangan, semangat berjuang dan semoga ALLAH menguatkan langkah kita untuk tetap berada di jalan ALLAH.

Bumi Allah
31 Desember 2019

Salam Peduli Sahabat

sumber kisah : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014

Bagaimana Jika Mempunyai Suami Ternyata SSA

sumber gambar : https://images.unsplash.com/photo-1505765052322-75804bb2e5f1?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&w=1000&q=80

Sudah menjadi fitrahnya jika manusia diciptakan berpasang – pasangan, tapi juga manusia pun pasti tak luput akan mendapatkan ujian dari ALLAH dengan tujuan untuk menguji seberapa kuat iman kita dan yang pastinya dibalik ujian dari ALLAH pasti sedang ada hal baik yang sedang menunggu sebagai hikmah dari ujian tersebut.

Pernikahan merupakan dambaan setiap insan manusia, berkeluarga memiliki keturunan dan bisa saling menguatkan satu sama lain. Dan dari pernikahan pula akan memberikan banyak pelajaran hidup yang mana menyatukan dua hati yang berbeda memanglah bukan suatu hal yang mudah.

Ya memang tidak mudah menyatukan dua hatu yang berbeda.

Terlebih pasti kita tidak tahu bagaimana kehidupan pasangan kita sebelumnya, bagaimana masa lalunya.

Seperti yang ada pada kisah yang satu ini, yang mana diketahui bahwa ternyata pasangannya (suami) adalah seorang SSA, namun yang patut dijadikan teladan bahwa si istri memilih untuk bertahan dengan waktu tertentu sambil berdoa dan berikhtiar agar kelak semoga suaminya bisa segera berubah kembali sesuai fitrahnya sebagai seorang suami.

Simak kisahnya

Upaya untuk tetap sehat jiwa saat memilki suami yanng ternyata SSA.

Pengalaman pahit kadang – kadang mengajarkan sesuatu pada kita. Seperti halnya yang saya alami beberapa waktu terakhir saat mengetahui ternyata pasangan (suami) SSA.

Awalnya memang pahit terdapat getir sekali. Tetapi jangan terlalu lama bersedih hati, segeralah “move on” walau rasa kecewa masih hilang timbul.

Segera berbenah diri, perbaikilah yang mash bisa diperbaiki, tinggalkan jika memang tidak layak dipertahankan.

Ada 3 option dari kak sinyo :
1. Bercerai
2. Bertahan
3. Bertahan dlm waktu tertentu

Setelah konsultasi sana sini dan perenungan diri saya mengambil sikap untuk bertahan dalam waktu tertentu dengan “syarat dan ketentuan berlaku”.

Tentu saja syaratnya adalah berjirah dan istiqomah dijalan yang lurus.

Dalam waktu tertentu saya maksudkan selama anak – anak belum dewasa dan masih butuh figur seorang ayah.

Seperti yang kita tahu bagi para istri yang ternyata memiliki pasangan (suami) SSA bertahan / berpisah sama – sama bukan hal yang mudah.

Dengan pilihan option ketiga tersebut memberikan harapan bahagia bagi saya untuk berharap yang lebih baik dengan berbagai ikhtiar dan doa mendampingi suami dalam proses hijrahnya.

Tetapi juga untuk antisipasi hal yang buruk, juga harus mempersiapkan segala macam kemungkinan.

Berikut langkah – langkah yang saya lakukan :

1. Mendekatkan diri pada Alloh

2. Punya daftar pendamping untuk konsultasi seperti psikolog / rohaniawan yang dikunjungi.

3. Bergabung dengan kelompok sosial yang positif seperti majelis taklim / lembaga sosial / keagamaan

4. Pererat dan jalin kembali silaturahmi / komunikasi dengan sanak keluarga ( untuk antisipasi bila perpisahan benar – benar terjadi kita akan sangat butuh dukungan )

5. Bersikap terbuka dalam pergaulan, berteman dengan orang – orang sholeh, jangan menutup diri.

6. Belajar tentang ilmu agama, parenting, seksual, keluarga, termasuk belajar prosedur perceraian. Buat daftar yang harus didatangi bila terjadi perceraian. Komunikasikan hak pengasuhan anak, dan persiapan pendidikan anak / jaminan kesehatan.

7. Inventaris uang simpanan, harta benda dan surat – surat berharga. Buat daftar yang harus dibagi dan pemiliknya.

8. Jika mampu usahakan rumah tinggal lebih dari satu ( buat rumah baru ), duplikasi kebutuhan hidup menjadi dua, agar mudah bila sewaktu – waktu berpisah.

9. Bijaksana mengelola keuangan, bila tidak bekerja mulailah menyisihkan uang untuk disimpan. Jika perlu mulai bisnis kecil – kecilan agar jika berpisah sudah punya penghasilan sendiri.

10. Berusahalah untuk mandiri tidak banyak tergantung kepada suami, Punya penghasilan sendiri, bisa berkendaraan sendiri, bisa mengasuh anak – anak sendiri.

11. Jangan terlalu berharap / bergantung pada manusia (suami) bergantung-lah sepenuhnya pada ALLAH. Teladani Rasulululloh.

12. Mencintai dan membenci sesuatu karena ALLAH, dan tinggalkan sesuatu juga karena ALLAH.

13. Buat perjanjian tertulis dengan suami

14. Kumpulkan / dokumentasikan segala bentuk temuan – temuan, seperti rekaman chat, dvd atau apapun.

15. Hargai dan cintailah diri sendiri. Sesekali refresing, olahraga, menekuni hobi, perawatan diri ke salon, jalan – jalan.

16. Dampingi suami mendapatkan terapi / pendampingan. Jangan beri toleransi / penerimaan untuk penyimpangan seksualnya.

17. Mungkin sesekali harus jadi detektif bagi suami dan jalani prosesnya, serahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa.

18. Berserah diri pada ALLAH. Mintalah untuk selalu ditemani apapun yang terjadi dalam hidup ini.

Demikian dari saya, semoga beberapa langkah atau juga saran bagi para ibu / istri yang sedang berjuang menghadapi ataupun juga mendampingi pasangannya ( suami ) yang ternyata SSA bermanfaat, tetap berprasangka baik kepada ALLAH, semoga ALLAH segera beri pertolongan dan apapun akhirnya nanti selalu serahkan, pasrahkan kepada ALLAH.

Salam Peduli Sahabat

Sumber kisah : https://web.facebook.com/groups/menantimentari/ ((group khusus dari Peduli Sahabat yang menampung suami atau istri (juga para simpatisan) yang pasangannya diketahui berorientasi non-heteroseskual))

Sistem Pendampingan Peduli Sahabat

sumber gambar : https://www.elsevier.com/__data/assets/image/0004/823261/information-system-supporting-science.jpg

Lulusan Pertama Versi 2.0

Dulu saat Peduli Sahabat masih sepi , setiap perkembangan klien kami umumkan di grup termasuk kelulusan pendampingan.

Sekarang karena tidak memungkinkan maka progres pendampingan klien hanya diketahui pihak Peduli Sahabat sehingga grup lebih banyak dimanfaatkan sebagai sarana informasi bagi member dan klien.

Nah khusus kelulusan klien kali ini kami umumkan di semua grup karena alasan:

1. Klien sudah menggunakan Sistem Pendampingan versi 2.0 (versi terbaru dimulai tahun 2019, membangun sistem terbaru inilah yang mengalahkan tesis saya jiahahaha biar ada alasan gitu.).

2. Beliau adalah klien pertama kali dari grup pasangan (Menanti Mentari) yaitu orang yang datang dengan keluhan bagaimana menghadapi pasangannya yang tertarik sesama jenis atau telah melakukan seks sesama jenis.

Perlu pembaca ketahui dulu di Sistem Pendampngan Peduli Sahabat versi 1.0 (dimulai pada tahun 2016) klien yang tergabung dalam grup pasangan belum dapat didampingi secara tersistem alias masih manual.

Nama samaran pendeknya kak Uza (data detail asli lengkap) dari Jabar, ikut pendampingan (terdaftar) sejak tanggal 20-2-2019 dan lulus dengan baik (lihat hasil chat terakhir) pada hari ini Rabu tanggal 15-01-2020.

Kami hanya mendampingi untuk mengarahkan, bukan memberikan terapi atau mengobati. Semoga hidup kak Uza penuh dengan keberkahan di hari-hari selanjutnya.

Kepada semua member yang sudah mendoakan untuk Peduli Sahabat beserta klien kami berdoa semoga dibalas dengan kebaikan berlimpah, aamiin.

Sinyo Peduli Sahabat

sumber : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014