Daily Archives: November 13, 2019

Pasti Ada Jalan, sebuah kisah inspiratif

Aku SSA?

SSA, pertama kali tahu istilah itu dari seseorang yang kukenal di dunia maya. Saat dimana asa berubah jadi resah yang tak berkesudahan, merasa tak berharga bahkan merasakan perjuangan panjang yang telah dilalui untuk menjadi lebih baik adalah sebuah hal yang sia-sia. Sendiri, terpuruk lalu aku inginkan mati. Tapi aku sadar kematian yang diharapkan itu hanya akan menambah penderitaan panjang. Cukup di dunia saja rasa sakit ini.

Menulis adalah caraku untuk melampiaskan resah dan mengurai gelisah, agar yang tersampaikan bukan hanya sekedar keluh kesah namun juga ada hikmah.

Dititik itu aku putuskan menuliskan setiap episode kehidupan disebuah komunitas menulis FB dengan nama pena, banyak anggotanya.
Episode demi episode berhasil aku tulis dengan penuh air mata. Bagaimana tidak? Luka lama yang mengering, kini aku korek lagi hingga kembali terasa teramat perih. Banyak yang merespon dan memberi dukungan, bahkan banyak yang curhat bahwa mereka juga punya luka sama seperti aku.

Lalu ada seseorang yang inbox dan mengatakan aku bukan L*BT tapi aku SSA.
SSA? Apa itu? Baru pertama kali mendengar kata-kata itu. Setelah diskusi panjang, beliau kenalkan pada sebuah akun yaitu akun kk sinyo. Lama-lama aku beranikan diri untuk inbox kk sinyo dan mendaftarkan diri jadi klien.

Setelah baca-baca artikel ditugas baca, fikiranku benar-benar merasa terbuka, hatiku mulai terasa lapang dan rasanya jalan kembali terasa terbuka.
Dulupun aku sudah sering konsultasi kepsikolog, rukiyah dll. Namun dari pendampingan yang selama ini dijalani, malah membuatku merasa semakin hina, gagal dan merasakan jalan buntu.
Tiap kali melakukan pelanggaran aku selalu dihukum, diceramah dan ntahlah.
“Mereka tidak mengerti rasanya menjadi aku dan tak seorangpun akan mengerti, aku sudah mati-matian berjuang untuk sampai ketitik ini, mengapa saat aku lemah dan gagal menjalankan terapi yang diberikan malah aku dihukum. Seolah-olah mereka tak menganggap perjuangan kerasku.”
Kata-kata itu selalu hadir dibenakku tapi tak menyerah, aku terus berjuang untuk jadi lebih baik. Bahkan saat ada salah satu konsulat yang pergi meninggalkanku karena lambannya proses yang aku jalani.
Saat itu aku terpukul banget, merasa sangat gagal.

Aku ingin berubah tapi tak semudah yang mereka katakan.
Aku sudah lakukan semuanya, namun aku sadar aku sangat lemah. Meskipun aku lemah tapi aku menolak untuk menyerah pada keadaan.

Namun di PS aku merasakan hal yang berbeda. Saat ini aku baru mengerjakan PR III, tapi tiap tahapan yang aku lalui membuat aku bisa menghargai setiap proses yang telah lalui.
Aku menikmati proses tanpa beban dan tekanan. Walaupun sesekali masih melakukan pelanggaran tapi bagiku ini sudah sangat jauh lebih baik.

Rasa minderku pun mulai berkurang dan aku sadar perjuangan ini tidak hanya aku saja yang melakukannya, tapi masih banyak orang lain yang diuji bahkan lebih berat ujiannya.

Tujuan akhir kita adalah surga Nya.
Jika orang lain mampu berjihad dengan ilmu, harta, atau yang lain namun aku disini berjihad melawan hawa nafsuku. Barangkali ibadahkan dan kebaikanku tak cukup untuk menggapai surga Nya namun siapa tahu dengan jihad melawan nafsu ini Allah ridho padaku.

Untuk kita yg berjuang.
Bersabarlah. Barangkali kelak jihad kita melawan hawa nafsu akan menjadi hujjah kita tuk bisa memasuki surganya.

Semoga tetap istiqomah dan selalu berusaha mencari jalan kebaikan, karena yakinlah tidaklah Allah akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya dan yakinlah bersama dengan kesulitan pasti ada kemudahan. SEMANGAT !!!