Monthly Archives: November 2019

Terbukti, Balita yang Sering Pakai Gadget Berisiko Terlambat Bicara

Oleh Fauzan Budi Prasetya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri – Dokter Umum

sumber gambar : https://warasmedia.com/wp-content/uploads/2017/10/anak-mudah-pakai-gadget.jpg

Tak diragukan lagi, gadget (gawai) seperti smartphone dan tablet memang memiliki segudang manfaat bagi manusia, bahkan bagi anak kecil. Cukup banyak orangtua yang memberikan gadget kepada anaknya. Alasannya biasanya seperti hiburan yang aman karena anak hanya akan duduk diam sambil bermain atau menonton. Namun, apakah ada pengaruh gadget bagi perkembangan anak?

Segudang pengaruh gadget yang positif bagi anak

Pengaruh gadget bisa sangat baik terhadap kemampuan kognitif anak. Dibandingkan membaca atau melihat gambar pada buku, anak-anak lebih tertarik dengan gambar-gambar yang bergerak dan bersuara. Anak-anak bisa menonton video edukasi melalui berbagai aplikasi. Anak bisa melihat berbagai video seperti video tentang kehidupan hewan dan tumbuhan, video tentang benda-benda di luar angkasa, hingga video sejarah pada masa lalu. Selain itu, berbagai aplikasi seperti aplikasi kuis dan berbagai games edukatif sudah banyak sekali ditemukan pada smartphone.

Bahkan, gadget dengan mesin pencari akan menjadi guru yang hebat untuk membuka wawasannya. Ketika anak ingin mencari tahu mengenai sesuatu, dia tinggal mengetikkan kata kuncinya pada mesin pencari ribuan jawaban mengenai hal tersebut siap untuk dibuka.

Pengaruh gadget terhadap kemampuan bicara Anak

Namun di sisi lain, memberikan gadget kepada anak bisa berbalik arah jadi hal yang negatif. Salah satunya adalah gadget terbukti berpengaruh terhadap kemampuan bicara anak.

Seorang spesialis jiwa anak dan remaja, dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ(K) dalam sebuah diskusi media Rumah Sakit Pondok Indah pada Maret 2017 mengungkapkan bahwa pemberian gadget di bawah usia lima tahun akan mengurangi rangsangan pada interaksi sosialnya. dr. Gita menjelaskan lebih jauh kepada Viva, ini karena gadget tidak butuh respon anak, sehingga sulit untuk berinteraksi dan hal ini berdampak pada proses bicaranya.

Penelitian yang dipresentasikan di Pediatric Academic Societies Meeting di San Francisco menjelaskan hal ini. Catherine Birken, seorang dokter anak di Hospital for Sick Children in Toronto Kanada menemukan adanya hubungan antara penggunaan gadget dengan kemampuan bicara pada anak.

Dari tahun 2011 hingga 2015, Birken menanyakan kepada orangtua yang memiliki anak berumur 6 hingga 24 minggu, berapa lama mereka biasa diberikan waktu menonton lewat layar gadget.  Nah, 20 persen dari anak-anak yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan gadget paling tidak selama 28 menit setiap harinya.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa setiap tambahan 30 menit waktu yang digunakan untuk bermain gadget dapat meningkatkan risiko terlambat bicara atau speech delay hingga 49 persen. Sedangkan bentuk komunikasi lain seperti bahasa tubuh, emosi, hingga tatapan mata tidak terpengaruh.

Namun, Barken mengunggapkan bahwa riset lanjutan masih diperlukan, misalnya riset eksperimental untuk membuktikan pengaruhnya secara klinis. Namun, riset awalan ini dapat menjadi acuan ke depan bagi para orangtua dan tenaga kesehatan anak.

Studi lain yang dilakukan oleh University College London Inggris menemukan bahwa waktu yang digunakan di depan layar juga berpengaruh terhadap perkembangan otak. Studi tersebut menemukan bahwa setiap jam yang dihabiskan untuk menonton gadget bisa menyebabkan berkurangnya waktu tidur hingga 16 menit. Padahal, tidur amat bermanfaat bagi otak anak, apalagi pada masa-masa perkembangan otak ketika perkembangan syaraf sedang bagus-bagusnya.

Pengaruh keterlambatan bicara pada kehidupan anak

Keterlambatan untuk mulai berbicara dapat membawa dampak lainnya. Jenny Radesky, seorang ahli dari University of Michigan Amerika Serikat, berpendapat bahwa ketika anak-anak tidak mampu mengekspresikan rasa frustasinya lewat kata-kata, mereka akan cenderung menggunakan gerakan tubuhnya atau suara lantang untuk menarik perhatian. Dengan kata lain, anak-anak akan terlihat tidak mampu mengontrol emosi.

Selain itu, keterlambatan berbicara bisa memengaruhi kemampuan akademis anak di sekolah nantinya. Kemampuan dalam memahami teks dan merangkai kata bukan hanya penting dalam pelajaran bahasa saja, namun bisa pada pelajaran lainnya seperti sains, matematika, seni, dan ilmu sosial.

Jadi apakah anak tidak boleh pegang gadget sama sekali?

Meski ada pengaruh gadget yang harus diwaspadai, Anda bisa menggunakan gadget sebagai media pembelajaran.

Untuk anak usia 18 bulan ke bawah, sebaiknya gadget hanya digunakan untuk video-chatting. Bila Anda ingin mengenalkan media digital, ini bisa Anda lakukan pada anak usia 18-24 bulan dengan menonton tayangan edukatif. Pastikan Anda menonton bersama anak dan menjelaskan apa yang ditonton agar anak paham betul mengenai apa yang ia tonton.

Pada anak usia 2-5 tahun, Anda dapat membiarkan anak untuk menggunakan gadget maksimal satu jam per hari. Orang tua harus menggunakan gadget bersama anak dan menjelaskan mengenai apa yang ditampilkan serta menerapkan apa yang didapat dari tayangan tersebut ke dunia sekitar.

Jadi, pada usia 5 tahun ke bawah, jangan biarkan anak asyik sendiri dengan gadget. Gunakanlah gadget seperti layaknya buku. Pegang gadget dan duduklah Anda di samping anak Anda sambil bercerita atau menjelaskan mengenai gambar yang ada di layar. Berinteraksilah bersama anak ketika sedang melakukan ini.

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, Anda tidak perlu selalu berada di sisi anak ketika menggunakan gadget. Namun, Anda harus sadar bahwa ada banyak media pembelajaran lainnya di luar sana. Misalnya pergi ke kebun binatang atau tempat rekreasi lainnya yang bisa membuat anak lebih aktif bergerak dan berinteraksi dibandingkan menggunakan gadget.

Selain itu, untuk mencegah pengaruh gadget yang negatif, tentukan durasi pemakaian gadget yang konsisten dan pastikan penggunaan gadget tidak mengganggu waktu tidur, waktu bermain atau beraktivitas fisik, dan kegiatan lainnya yang penting untuk kesehatan.

sumber artikel : https://hellosehat.com/parenting/perkembangan-balita/pengaruh-gadget-bicara-anak/

Direview tanggal: September 26, 2017 | Terakhir Diedit: September 14, 2017

SALAH SATU CITA CITAKU

Kantor Peduli Sahabat awalnya ada di BSD Kencanaloka Tangerang, sebab gedung di BSD mau dipakai pemiliknya maka kita memutuskan pindah. Waktu itu ada beberapa penawaran tempat bagi kami tapi akhirnya pilihan jatuh di rumah salah satu klien PS di Cibinong Griya Asri.

Klien kami ini, inisialnya R, sejak SMP kelas VII mogok sekolah karena mengalami bullying (perundungan). Di rumah kesepian akhirnya kecanduan game dan sekarang mencapai tingkat maniak.

Sholat tidak mau, berinteraksi dengan masyarakat malu, berhari-hari kadang tidak mandi, tidak sikat gigi, dan tentu saja main game melulu sudah kayak robot. keluar kamar kalau ingin ke WC atau makan habis itu tenggelam dalam kesunyian bersama game-game yang disukai sampai laptopnya panas dan mobo kebakar. dari laptop ganti ke ponsel.
jangan tanya soal doa mau tidur, bangun tidur atau masuk WC, yah kalau mau tidur ya molor saja kagak pakai aba-aba.

Sudah ditanyakan ke psikolog tidak mempan, malah psikolognya bingung mau ngapain.
Dicarikan guru dan pelatih juga enggan, pokoknya nggak mau diapa-apain dah. Ibundanya bingung tujung keliling.

Suati hari saya dihubungi kak Jumiatun Diniah untuk membantunya, pas datang mau salaman saja ditolak tangan saya oleh dik R.
Ya sudah saya buka laptop dan main di sebelahnya, main game Lost Saga wkekekeke.
Terus saya tanya password wifinya, dia jawab.
Terus saya selidiki kenapa gak mau sekolah, dia jawab.
Pas mau pulang, eh dia cium tangan saya hihihih, kalau di koran Republika saya dijuluki Penakluk L*BT maka di sini kali saya penakluk para maniak game. Dik R bertambah percaya kepada saya setelah tahu saya mantan maniak game.

Ibu dik R menawari saya sejumlah gaji untuk selalu menemani putranya tapi saya tidak sanggup, bukan soal uangnya tapi saya tidak ada waktu. Saya hanya berjanji (dan saya tepati lo ya, saya tepati janji-janji saya) bahwa akan sesekali mampir ke rumah buat memantu perkembangan dik R.

Dik R yang awalnya hanya mau belajar kepada saya, sekarang sudah ikut homeschooling dan besok tgl 22 April akan test ujian kelas IX SMP, mohon doanya ya supaya lulus lancar.
Sedikit demi sedikit mau menurunkan berat badan, kadang mau sholat walau tidak bisa diprediksi, dan tentunya sudah sering mandi.

Barusan saya telpon ibundanya, katanya dik R mencari saya karena akan ujian pekan depan tersebut. Insyaa Allah Senin besok saya kan mampir ke rumahnya setelah syuting iklan buku dengan GIP.

Adik R hanyalah salah satu klein yang saya tangani, masih banyak yang lain di berbagai tempat sayangnya tangan saya hanya dua sehingga saya hanya sanggup melayani lewat telpon saja atau ketemu sekali dua kali.

Jika saja sultan Brunei mau mendanai, saya ingin membuat pusat rehabilitasi para maniak game/gadget dan pornografi, sistemnya sudah ada di otak saya tinggal diejawantahkan dalam bentuk nyata.
Sayangnya kapan saya bisa ketemu Sultan ya, mau ketemu capres saja susah… #eh

Sinyo – Peduli Sahabat

Pasti Ada Jalan, sebuah kisah inspiratif

Aku SSA?

SSA, pertama kali tahu istilah itu dari seseorang yang kukenal di dunia maya. Saat dimana asa berubah jadi resah yang tak berkesudahan, merasa tak berharga bahkan merasakan perjuangan panjang yang telah dilalui untuk menjadi lebih baik adalah sebuah hal yang sia-sia. Sendiri, terpuruk lalu aku inginkan mati. Tapi aku sadar kematian yang diharapkan itu hanya akan menambah penderitaan panjang. Cukup di dunia saja rasa sakit ini.

Menulis adalah caraku untuk melampiaskan resah dan mengurai gelisah, agar yang tersampaikan bukan hanya sekedar keluh kesah namun juga ada hikmah.

Dititik itu aku putuskan menuliskan setiap episode kehidupan disebuah komunitas menulis FB dengan nama pena, banyak anggotanya.
Episode demi episode berhasil aku tulis dengan penuh air mata. Bagaimana tidak? Luka lama yang mengering, kini aku korek lagi hingga kembali terasa teramat perih. Banyak yang merespon dan memberi dukungan, bahkan banyak yang curhat bahwa mereka juga punya luka sama seperti aku.

Lalu ada seseorang yang inbox dan mengatakan aku bukan L*BT tapi aku SSA.
SSA? Apa itu? Baru pertama kali mendengar kata-kata itu. Setelah diskusi panjang, beliau kenalkan pada sebuah akun yaitu akun kk sinyo. Lama-lama aku beranikan diri untuk inbox kk sinyo dan mendaftarkan diri jadi klien.

Setelah baca-baca artikel ditugas baca, fikiranku benar-benar merasa terbuka, hatiku mulai terasa lapang dan rasanya jalan kembali terasa terbuka.
Dulupun aku sudah sering konsultasi kepsikolog, rukiyah dll. Namun dari pendampingan yang selama ini dijalani, malah membuatku merasa semakin hina, gagal dan merasakan jalan buntu.
Tiap kali melakukan pelanggaran aku selalu dihukum, diceramah dan ntahlah.
“Mereka tidak mengerti rasanya menjadi aku dan tak seorangpun akan mengerti, aku sudah mati-matian berjuang untuk sampai ketitik ini, mengapa saat aku lemah dan gagal menjalankan terapi yang diberikan malah aku dihukum. Seolah-olah mereka tak menganggap perjuangan kerasku.”
Kata-kata itu selalu hadir dibenakku tapi tak menyerah, aku terus berjuang untuk jadi lebih baik. Bahkan saat ada salah satu konsulat yang pergi meninggalkanku karena lambannya proses yang aku jalani.
Saat itu aku terpukul banget, merasa sangat gagal.

Aku ingin berubah tapi tak semudah yang mereka katakan.
Aku sudah lakukan semuanya, namun aku sadar aku sangat lemah. Meskipun aku lemah tapi aku menolak untuk menyerah pada keadaan.

Namun di PS aku merasakan hal yang berbeda. Saat ini aku baru mengerjakan PR III, tapi tiap tahapan yang aku lalui membuat aku bisa menghargai setiap proses yang telah lalui.
Aku menikmati proses tanpa beban dan tekanan. Walaupun sesekali masih melakukan pelanggaran tapi bagiku ini sudah sangat jauh lebih baik.

Rasa minderku pun mulai berkurang dan aku sadar perjuangan ini tidak hanya aku saja yang melakukannya, tapi masih banyak orang lain yang diuji bahkan lebih berat ujiannya.

Tujuan akhir kita adalah surga Nya.
Jika orang lain mampu berjihad dengan ilmu, harta, atau yang lain namun aku disini berjihad melawan hawa nafsuku. Barangkali ibadahkan dan kebaikanku tak cukup untuk menggapai surga Nya namun siapa tahu dengan jihad melawan nafsu ini Allah ridho padaku.

Untuk kita yg berjuang.
Bersabarlah. Barangkali kelak jihad kita melawan hawa nafsu akan menjadi hujjah kita tuk bisa memasuki surganya.

Semoga tetap istiqomah dan selalu berusaha mencari jalan kebaikan, karena yakinlah tidaklah Allah akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya dan yakinlah bersama dengan kesulitan pasti ada kemudahan. SEMANGAT !!!

Hati – Hati Pornografi Masih Tetap Hidup Aman di Alam Twitter

sumber gambar : https://www.areakost.net/wp-content/uploads/2016/04/CaraTerbaruMembukaSitusyangDiblokir.jpg

Masalah pornografi sedang menjadi ancaman besar bagi setiap negara yang melarang konten maupun perilaku yang mengandung pornografi berkeliaran di internet. Berbagai cara telah dilakukan untuk memberantas dan menghapus situs pornografi namun sayangnya banyak timbul pro dan kontra disebagian kalangan masyarakan untuk kegiatan tersebut.

Dan dari kalangan masyarakat yang kontra pasti akan mencari berbagai cara untuk bisa memenuhi keinginannya bahkan ada juga yang menciptakan sistem yang mempermudah untuk membuka situs pornografi tersebut. Kalo kita telasah banyak diberbagai website cara – cara untuk membuka situs pornografi dengan penjelasan yang sangat mudah dipahami dan mudah untuk dipraktekkan. Di platform media sosial pun masih banyak halaman – halaman yang mengandung konten pornografi entah itu halaman yang mengandung unsur bisnis maupun sekedar halaman yang memang khusus berisi konten pornografi.

Banyak artikel – artikel yang memberitahukan bagaimana pornografi masih tetap hidup dan aman di berbagai platform media sosial dan salah satunya diberitakan dari tirto.id

Ketika konten pornografi mudah ditemukan di Twitter.

tirto.id – Perang terhadap pornografi di internet tak kunjung usai. Padahal, di 2018 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rajin melakukan aksi blokir, termasuk pada pemain-pemain besar. Pada bulan Maret 2018, misalnya, Kominfo resmi memblokir Tumblr. Lantas, empat bulan berselang, giliran TikTok yang bernasib serupa.

Selain diperangi pemerintah, pornografi pun diperangi para pemilik platform. Google, misalnya, memiliki fitur bernama SafeSearch guna membendung kata kunci berbau mesum menghasilkan hasil pencarian yang relevan. Pada Agustus tahun lalu, fitur ini secara aktif bagi seluruh pengguna internet Indonesia.

Lalu, ada pula Facebook. Media sosial sejuta umat ini, sejak Maret 2019, mempekerjakan artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi, sebagaimana diwartakan CNET, “foto atau video telanjang yang dibagikan tanpa persetujuan di Facebook dan Instagram.”

Kerja Facebook memerangi pornografi itu merupakan perluasan dari apa yang mereka lakukan pada Oktober 2018. Kala itu, untuk membendung pornografi anak berkembang biak d Facebook, Facebook menciptakan machine learning khusus.

Sayangnya, meskipun telah dicekik pemerintah melalui aksi blokir, juga oleh pemilik platform dengan segala fiturnya, pornografi tak enyah dari dunia internet, khususnya media sosial. Dan setelah sukar berkembang di Tumblr dan sulit ditemukan di Google, pornografi kini berpusat pada Twitter. Microblogging yang didirikan Jack Dorsey dan Evan Willian pada 2006 silam ini masih menjadi tempat terbaik konten mesum bertempat.

Mencari konten pornografi di Twitter bukanlah hal yang sukar dilakukan. Kuncinya ada di kolom pencarian. Dari kolom itu, pengguna tinggal memasukkan kata-kata mesum nan cabul apa pun. Twitter memang tidak memblokir penggunaan kata-kata mesum dan cabul di sistem pencariannya.

Dari kata mesum yang diketikkan, Twitter lantas memberi hasil pencarian berupa konten-konten pornografi di platformnya. Beberapa bahkan menampilkan video mesum berdurasi sekitar 2 menit. Dan dari hasil pencarian yang diberikan Twitter pula, pengguna dapat diarahkan pada pengguna Twitter yang saban hari mengunggah konten pornografi, misalnya @vcrsc* hingga @penggila_jilb*b.

Pada akun-akun penyebar konten cabul itu, Twitter hanya memberikan peringatan “Caution: This profile may include potentially sensitive content” yang mudah dilewati. Video pendek pornografi, baik dari cuplikan video porno profesional seperti dari Pornhub ataupun video porno balas dendam, dapat ditemukan pada akun-akun cabul di Twitter.

Dari akun-akun mesum ini, pengguna dapat memperoleh informasi dari penyebar konten mesum lainnya di jagat Twitter, karena Twitter menerapkan konsep “rekomendasi sejenis.” Yang mengherankan, segala konten pornografi yang ada di Twitter dapat diakses tanpa virtual private network (VPN) ataupun harus meregistrasi diri di Twitter.

Cipluk Carlita, Twitter Head of Communications Indonesia, Thailand, Philippines, tak merespon ketika dimintai konfirmasi terkait terpaparnya Twitter oleh pornografi.

Sedikit, tapi Berpengaruh

Dalam berkehidupan, manusia memiliki sistem bernama jaringan sosial. Jaringan sosial ialah sistem yang merekatkan orang-orang dengan melalui topik relevan tertentu. Dalam jaringan sosial, tak hanya ada topik-topik yang beradab, tetapi juga menyimpang. Contohnya adalah topik terkait kekerasan atau pornografi yang pada akhirnya menciptakan “deviant network” atau “jaringan menyimpang.”

Mauro Coletto, dalam dalam papernya berjudul “Pornography Consumption in Social Media” (2016), menyebut bahwa media sosial memudahkan orang-orang membentuk jaringan menyimpang. Salah satu topik populernya ialah pornografi. Temuannya, 0,8 persen dari seluruh pengguna Tumblr dan 1,1 persen pengguna Flickr masuk dalam jaringan menyimpang yang disatukan pornografi.

Coletto menyebut konten-konten pornografi di media sosial diramaikan oleh pengguna yang ia sebut “produser,” sosok pengguna yang secara aktif mengunggah konten pornografi. Juga ada “konsumen,” sosok pengguna yang tidak mengunggah konten pornografi namun menjadi pengikut produser.

Dalam kasus Twitter di atas, @vcrsc* merupakan sosok producer yang memiliki lebih dari 208 ribu consumer.

Sayangnya, konten pornografi yang ditransaksikan di media sosial bukan hanya antara produsen-konsumen belaka. Menurut Coletto, ada pula “unintentionally exposed user,” yakni pengguna media sosial yang dipaksa mengkonsumsi pornografi di media sosial. Sangat mungkin anak-anak merupakan bagian dari unintentionally exposed user ini.

Meskipun meresahkan, konten pornografi di media sosial merupakan daya tarik tersendiri. Kaskus, misalnya, pernah memiliki sub-forum bernama BB17 yang khusus membahas hal-hal dewasa sebagai daya tarik sebelum akhirnya ditutup demi menghindari permasalahan dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, sebagaimana dipaparkan Statista, Tumblr mengalami penurunan pengunjung semanjak mereka memerangi pornografi eksis di platform itu.

Di bulan September 2018, Tumblr dikunjungi 568 juta pengunjung aktif bulanan. Namun, dua bulan berselang total kunjungannya berkurang menjadi 538 juta pengunjung aktif. Pada Februari lalu, media sosial ini hanya dikunjungi 369 juta pengunjung aktif.

Konten pornografi mungkin menguntungkan bagi platform media sosial, tetapi unintentionally exposed user, dalam hal ini anak-anak, harus menjadi pihak utama yang dilindungi.

sumber artikel : https://tirto.id/pornografi-tetap-hidup-dan-baik-baik-saja-di-semesta-twitter-ed17 11 Juli 2019 Penulis: Ahmad Zaenudin Editor: Maulida Sri Handayani

Tanda Si Kecil Sudah Kecanduan Gadgetnya

sumber gambar : https://blogpictures.99.co/cara-mengatasi-kecanduan-gadget-header.jpg

Sudah menjadi hal biasa bagi setiap manusia dijaman milenial saat ini memiliki sebuah ponsel pintar atau sebuah gadget. Hampir bisa kita lihat sekarang baik balita sampai lanjut usia semua sudah mengenal yang mengenal yang namanya gadget. Dulu saat di era sekitar tahun 2016 kebawah gadget masih menjadi barang langka bagi setiap kalangan masyarakat karena untuk mendapatkan spesifikasi tinggi dari sebuuah gadget perlu merogoh kocek yang lumayan mahal. Tapi di era sekitar tahun 2016 keatas mulai berdatangan vendor – vendor baru yang menjual produknya khususnya gadget dengan harga yang cukup murah tetapi dengan spesifikasi yang sudah tinggi dan juga mumpuni.

Sejak saat itu juga para vendor – vendor besar yang dulunya menjual gadget spesifikasi tinggi dengan harga mahal mulai mengikuti para vendor – vendor baru untuk menjual produk gadgetnya dengan harga yang cukup murah atau bisa dijangkau dari kalangan kelas bawah sampai kalangan kelas atas.

Dan dampaknya sekarang sudah benar benar nyata khususnya bagi kalangan anak – anak. Sejak keluarnya model – model gadget yang sudah kekinian, spesifikasi tinggi, dan juga harganya murah. Banyak dari orang tua memilih untuk membelikan gadget kepada anak – anak sebagai sebuah sarana bermain dan pengalihan anak – anak agar tidak rewel. Dan sepertinya fenomena seperti ini pun telah menjadi kebiasaan dan sekarang bahkan sudah menjadi kebutuhan untuk para orang tua membelikan sebuah gadget untuk anak – anak mereka agar mereka dengan alasan bisa mengerjakan pekerjaan rumah atau bekerja tanpa ada gangguan dari anak, karena anak sudah nyaman dan anteng ( kalau dalam istilah jawa ) jika sudah memegang gadget.

Namun dibalik itu semua akan timbul berbagai dampak yang dapat mempengaruhi keharmonisan sebuah keluarga dari penggunaan gadget yang berlebihan, dari sekian dampak positifnya ada juga dampak negatif yang mungkin tanpa kita sadari dampak negatif tersebut telah mempengaruhi keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua, terutama berkurangnya komunikasi dan kasih sayang antara anak dan orang tua.

Nah untuk mencegah dampak negatif itu terjadi perlu adanya filter dan juga kewaspadaan sebagai tanda bahwa anak sudah berlebihan bahkan menjadi kecanduan dengan gadgetnya. Diberitakan dari hellosehat.com berikut beberapa tanda yang harus diketahui orang tua ketika anak sudah berlebihan atau kecanduan gadgetnya.

Tanda anak kecanduan gadget

Menurut DR. Aric Sigman (psikolog Amerika Serikat yang menulis Screen Dependency Disorder: A New Challenge for Child Neurology), Screen Dependency Disorder atau SDD adalah perilaku adiksi terhadap layar gadget. Kondisi ini dapat menyerang anak usia berapapun, bahkan usia 3 sampai 4 tahun dapat terkena SSD.

Salah satu ciri khas dari anak dengan SDD adalah, ia selalu mengambil gadget nya ketika bangun tidur dan makan di meja dengan mata yang terpaku ke layar, entah itu untuk bermain game, menonton youtube, atau sekedar membuka-buka aplikasi.

Gangguan ini dapat memberikan berbagai gejala fisik seperti ganguan tidur, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan pengelihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi.

Secara psikologis, anak akan mengalami kecemasan, anak sering bohong, perasaan bersalah, dan kesepian. Banyak dari anak-anak tersebut yang memilih untuk mengisolasi dirinya, sering mengalami agitasi, dan perubahan mood yang sangat cepat.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sigman, anak yang mengalami adiksi terhadap layar juga mengalami masalah perilaku seperti terus meningkatkan penggunaan gadget, gagal mengurangi atau menghentikan aktivitas dengan layar, terus menerus meminta untuk menggunakan gadget, dan kehilangan minat terhadap dunia luar.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya mulai berhati-hati jika aktivitas keluarga sehari-hari tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena ia tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya. Contohnya, anak enggan pergi ikut beberlanja mingguan, enggan makan malam bersama, malas untuk membuat kue bersama-sama, karena anak tidak mau melewati aktivitasnya dengan gadget. Ini menandakan bahwa fokus anak Anda hanya ada pada gadgetnya. Situasi ini tidak baik bagi perkembangan anak.

Umunya, tanda dan gejala anak anda mengalami SDD adalah:

  • Keasyikan bermain gadget
  • Menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget
  • Terus meningkatkan waktu bermain gadget
  • Gagal untuk mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget
  • Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar
  • Tetap menggunakan gadget meskipun mengetahui konsekuensi negatif yang akan didapatkan
  • Berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua
  • Menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan

Dampak kecanduan gadget pada anak

Berbagai perubahan perilaku pada anak yang mengalami SDD didukung dengan hasil penelitian bahwa terdapat beberapa bagian otak yang mengalami perubahan akibat penggunaan gadget sejak dini dan secara terus menerus.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Zhoui pada tahun 2012 menunjukkan bahwa layar gadget ini berkaitan dengan perubahan regio otak yang berfungsi mengontrol proses emosi, atensi, pembuatan keputusan, dan kontrol kognitif.

Dari pemeriksaan MRI terlihat beberapa bagian otak anak yang berkaitan dengan pengaturan impuls, mengalami perubahan karena penggunaan gadget terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, “insula” atau bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain, juga mengalami gangguan.  Hal ini yang menjelaskan bagaimana anak SDD memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan anak lainnya.

Cara mencegah anak kecanduan gadget

Meskipun penggunaan gadget memiliki pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak dapat dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu alat yang mendukung kegiatan sehari-hari seperti komunikasi, mencari berbagai informasi, belajar, hiburan, dan lain-lain. Di sini lah peran orang tua untuk menjaga agar penggunaan gadget pada anak tidak berlebihan dan seimbang.

Beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan mengenai penggunaan gadget pada anak-anak di antaranya:

  • Jangan terus menerus menggunakan gadget sebagai media untuk menyibukkan anak atau menenangkan anak. Doronglah anak untuk bermain dengan mainannya atau bermain di luar.
  • Bayi di bawah 18 bulan sebaiknya tidak terpapar gadget atau media apapun dengan layar.
  • Pastikan anda memilih aplikasi atau program yang baik untuk anak anda. Anda harus selalu menemani anak kapanpun ia menonton video, terutama ketika ia terhubung dengan internet langsung.
  • Berikan batasan waktu sekitar beberapa jam untuk anak Anda bermain gadget.

Selama mengasuh anak, Anda dianjurkan sebisa mungkin untuk menghindari gadget sebagai penenang. Anda dapat memotivasi anak untuk menggambar di kertas menggunakan berbagai pensil warna-warni dibandingkan menggambar di smartphone atau tablet.

Anda juga dapat mengajaknya untuk bermain menggunakan balok, kardus, lego, atau mainan lain. Sebagian besar anak harus didorong untuk berinteraksi langsung dengan anak seusianya.

Biarkan anak bermain di luar sehingga ia bisa mengekspresikan dirinya dan menggunakan kontak matanya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk membantu membentuk kemampuan interpersonal, tetapi juga membangun kemampuan motorik dan kreativitasnya.

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

sumber artikel : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-mental/tanda-anak-kecanduan-gadget/ Oleh dr. Ayuwidia Ekaputri Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus – Dokter Umum Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019