Daily Archives: October 25, 2019

Setelah “gay gene” tak (akan pernah) terbukti….

sumber gambar : https://img.jakpost.net/c/2019/03/20/2019_03_20_68107_1553071053._large.jpg

1. HAM
Adalah hak azazi untuk mengatur diri sendiri termasuk jenis kelamin dan orientasi seks. Terserah yang punya badan seandainya jenis kelamin laki-laki tapi ingin menikah dengan laki-laki. Atau ingin berdandan dan bergaya seperti perempuan. Juga tak ada yang bisa melarang laki-laki berhubungan seks dengan laki tapi juga suka dengan perempuan. Begitu juga untuk yang perempuan. Bebas bergaya berlagak seperti laki-laki dan suka perempuan. Atau gaya tetap perempuan tapi suka perempuan. Dan kalau sudah bicara HAM, standar nya sudah pasti barat yang sekuler liberal tanpa peduli nilai agama. Karena mereka memposisikan HAM diatas agama.
https://www.amnestyusa.org/the-state-of-lgbt-rights-worldw…/

2. Kaum liberal sekuler

Dalil agama yang melarang suka dan berhubungan seks sejenis sudah tak relevan. Kalau homo dan biseks dilarang, mengapa negara barat yang banyak homo nya tak dihancurkan seperti kaum nabi Luth? eLGiBiTi yang salah atau cara pandang kita terhadap agama yang keliru? Apa iya, walau sangat baik tapi Homo atau Bi, atau Trans atau Lesb tetap masuk neraka? Kok ngga adil ya?

Pernah dengar pernyataan-pertanyaan seperti itu? Sile googling sesiapa yang pernah ber statemen seperti itu.

https://www.bbc.com/…/majalah/2016/02/160216_trensosial_mus…
https://www.republika.co.id/…/nqyqw2-ade-armando-allah-tida…
https://www.dw.com/id/lgbt-mulia-di-sisi-allah/a-19070695

Karena gerakan eLGiBiTi ini sadar, mereka tak bisa berketurunan, jadi harus menambah simpatisan dan pengikut untuk tetap bertahan. Mereka perlu “support all out” dari orang-orang “keminter” lagi nekat. Dengan kesaktiannya Liberal Sekuler berani memutar balik bahkan menantang dalil agama. Logikanya “terkesan” kuat, sehingga bisa mengganggu keyakinan anak-anak kita yang masih remaja.

3. Tekanan Asing

Sepertinya indonesia dibuat tak berdaya dalam hal apapun termasuk dalam menghadapi isu eLGiBiti. https://www.beritasatu.com/…/bamsoet-sebut-ada-tekanan-asin…
http://politiktoday.com/duta-besar-negara-uni-eropa-lobi-d…/

Tekanan dari dunia barat sangatlah kuat, entah apa kepentingannya. Teori “proxy” cukup masuk akal untuk jadi jawaban.
https://nasional.tempo.co/…/menteri-pertahanan-lgbt-itu-bag…

Isu eLGiBiTi juga merupakan isu “duit gede” bukan recehan yang dikumpulkan dengan kaleng kencleng. Hingga sanggup membuat orang dengan mental miskin “fight” bertarung demi bayaran. https://www.republika.co.id/…/o2fsmh282-undp-keluarkan-rp-1…

Sandaran untuk tetap menjadi eLGiBiTi sangatlah rapuh kecuali mengais-ngais perlindungan dibalik isu HAM, dan mendekati sekuler liberal sebagai “JUBIR”, sambil berharap tekanan asing plus “duit gede” nya. Tinggallah yang bodoh dan jauh dari tuntunan jadi bingung dan meng IYA kan.

Kalau alasannya HAM, jangan lupakan HAM nya perempuan korban lelaki BISEKS yang entah istri atau pacar yang sering jadi korban tertular HIV. Jangan lupakan HAM nya anak-anak yang tertular HIV dari orang tua yang BISEKS atau korban predator. Jangan lupakan HAM nya anak yang jadi yatim, bahkan yatim piatu yang orangtuanya mati karena AIDS sedang ia sendiri HIV positiv dan harus minum obat seumur hidup.

Jangan juga lupakan HAM nya tenaga kesehatan yang berisiko tertular saat merawat si HoMO atau Bi yang HIV sementara pegiat HAM pergi menjauh. https://m.jpnn.com/news/pekerja-rs-rentan-tertular-hivaids

Jangan lupakan HAM nya pemandi jenazah yang memandikan jasad Homo / bi dengan serius sementara kawan Homo nya tak mampu memandikan, apalagi men sholat kan. https://lifestyle.okezone.com/…/waspada-penyakit-penyakit-i…

FYI, kita memang bukan pemegang kunci pintu sorga tapi agama memberitahu kita mana arah sorga mana arah neraka. Kita juga tak bisa memaksa orang percaya akan adanya sorga dan neraka, karena tugas kita semua hanya menjadi da’i.

#JagaAnakTurunan
#AgamaDiAtasHAM
#SemogaDiluruskanNiat

https://harvardmagazine.com/2019/…/there-s-still-no-gay-gene
https://www.cbc.ca/…/genes-dna-same-sex-behaviour-study-1.5…

Fitur Baru Dari Instagram , Blokir Komentar Bullying

sumber gambar : https://media.idownloadblog.com/wp-content/uploads/2019/04/Instagram-Away-Mode-Nudge-Set-Limits.jpg

Aksi perundungan atau yang kerap disebut bulli makin kian merajalela di berbagai kalangan dan tempat, dan dampak yang diakibatkan dari aksi bulli tesebut tidaklah hanya bisa dilihat sebelah mata. Salah satu dari berbagai dampak mengerikannya dari bulli ketika seorang korban bulli telah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Dan bahkan aksi itu kini kerap terjadi pada korban bulli yang memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada bangkit untuk melawan si pembulli tersebut. Sungguh ironis bukan ? Bahkan diera digital saat ini banyak orang lebih mudah untuk membulli seseorang dengan bersembunyi dibalik kata – kata pedas dan bersembunyi dibalik jari – jari yang berhasil mematahkan semangat hidup seseorang.

Perlu banyak gandeng tangan,kesadaran dan keikhlasan untuk menangani masalah bulli/perundungan ini. Banyak sekarang dari platform media sosial telah berupaya untuk mencegah bulli di media sosial dengan berbagai solusi dan inovasi agar bisa menekan perkembangan bulli dan menekan berbagai dampak negatif yangg ditimbulkan dari bulli.

Salah satunya dari Instagram yang telah resmi meluncurkan fitur baru untuk melindungi para pengguna instagram dari para pembulli yang berkeliaran bebas di jagat maya ini.

Instagram resmi meluncurkan fitur untuk melindungi pengguna dari bullying.

tirto.id – Instagram resmi meluncurkan fitur terbarunya ‘Restrict’ (Batasi), usai melakukan pengujian beberapa waktu lalu ke sebagian pengguna. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan pemilik akun untuk membatasi pengguna Instagram lain yang berkomentar kasar bernada merundung (bullying) di unggahan miliknya. Fitur ini juga bisa membatasi komentar di sebuah unggahan Instagram dan hanya akan dilihat oleh pemilik unggahan dan pemberi komentar saja.

Pihak Instagram melalui blog resminya mengatakan, fitur ini diluncurkan untuk melindungi para penggunanya dari tindak perundungan (bullying) yang kerap kali terjadi pada anak muda.

“Perundungan adalah isu yang kompleks, dan kami tahu anak remaja kerap menghadapi isu ini di dunia maya, tapi mereka enggan untuk melaporkan atau memblokir teman yang mengolok-olok mereka,” kata Instagram.

Cara Menggunakannya Fitur ini terbilang sangat mudah diaplikasikan para pengguna Instagram. Cukup dengan ‘swipe left’ atau tahan komentar yang ingin dibatasi dan pilih opsi “Restrict Account”. Secara langsung, komentar yang dibatasi tersebut hanya akan bisa dilihat oleh pembuat komentar dan si pemilik unggahan, dimana artinya orang lain tidak akan bisa melihat komentar tersebut.

Di sisi lain, Engadget mewartakan, pengguna yang dibatasi komentarnya ini tidak akan mendapat notifikasi apa pun terkait dengan pemblokiran tersebut. Sehingga mereka tidak akan mengetahui bahwa sebenarnya komentar yang mereka buat tak akan lagi muncul secara terbuka di unggahan pemilik akun Instagram mana pun.

Bahkan, fitur ini juga akan berpengaruh pada “Direct Message” (DM), pesan yang dikirim oleh akun ‘Restricted’ tadi bakal masuk ke “Message Request”, sebuah wadah yang berisi pesan-pesan dari orang yang tidak dikenal. Artinya, pihak terblokir juga tidak bisa melihat kapan sang pengguna yang membatasi tersebut terakhir aktif (last seen) di Instagram dan mereka juga tidak akan mengetahui apakah pesan tersebut sudah dibaca atau belum.

“Fitur ‘Restrict’ dirancang untuk membatasi interaksi negatif di Instagram tanpa harus diketahui oleh orang tersebut,” kata Instagram. Pihak Instagram mengatakan bahwa fitur ini juga bisa dicabut kembali, cukup dengan pergi ke profil mereka atau memilih komentar yang dibuat dan pilih “Unrestrict” atau “Batal Batasi”, demikian ditulis The Verge.

sumber berita : https://tirto.id/cara-blokir-komentar-bullying-dengan-fitur-baru-instagram-ejiX 6 Oktober 2019 Kontributor: Adrian Samudro Penulis: Adrian Samudro Editor: Alexander Haryanto