Daily Archives: October 16, 2019

50% Anak Kecanduan Pornografi, Perlindungan Anak Indonesia Terhadap Pornografi Cenderung Lambat

sumber gambar : https://serempak.id/wp-content/uploads/2016/10/SOCITE-Child-copy.jpg

Di era kemajuan teknologi pada saat ini, mudah bagi segenap kalangan masyarakan untuk mengetahui berbagai hal dan ilmu pengetahuan dengan hanya menggunakan internet.

Khusunya bagi anak – anak yang rentan terhadap pornografi yang sampai saat ini masih dapat bebas diakses dengan berbagai cara walaupun di search engine google indonesia tidak akan menampilkan pencarian yang mengandung kata – kata yang berkaitan dengan pornografi tapi dengan kecanggihan teknologi saat ini itu bukan menjadi masalah besar karena masih terdapat berbagai banyak cara lain yang masih tersebar luas di jagat maya untuk membuka situs pornografi.

Menteri Pemberdayaan Pe­rempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, mengatakan Indone­sia termasuk terlambat dalam mengendalikan pornografi se­bagai dampak buruk perkem­bangan teknologi informasi.

Sementara itu, negara-ne­gara lain sudah lebih dulu me­lakukan antisipasi. Hasil dari antisipasi yang dilakukan ada­lah angka eksploitasi seksual anak secara daring di negara-negara tersebut menurun se­cara signifikan.

“Kita (Indonesia) tidak me­miliki konsep antisipasi sehing­ga perkembangan teknologi informasi susah kita atur. Di In­donesia, bayi saja sudah dike­nalkan dengan ponsel cerdas,” kata Yohana, saat pencanangan delapan desa/kelurahan bebas pornografi, di Jakarta, Selasa (3/9).

Yohana mengakui bahwa pornografi di belahan dunia mana pun menjadi masalah sehingga banyak negara yang berusaha melindungi anak-anaknya dari bahaya por­nografi. Anak yang kecanduan pornografi, sangat mungkin melakukan kekerasan seksual terhadap anak lainnya.

“Contoh sederhana tetapi membuat kita kaget adalah pelaku pencabulan sembilan anak di Mojokerto yang divo­nis hukuman tambahan kebiri kimia. Pelaku kecanduan por­nografi sehingga akhirnya tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan hal tidak senonoh kepada anak yang usianya be­ragam,” tuturnya.

Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar, menambahkan, penyebarluas­an pornografi yang semakin mudah melalui internet telah menjadi salah satu pemicu ke­kerasan seksual.

“Laporan yang masuk se­cara daring ke Kementerian PPPA mencapai 1.500 laporan. Dalam satu tahun ke belakang, angka kekerasan seksual juga masih tinggi. Satu dari 11 anak perempuan, dan satu dari 17 anak laki-laki, mengalami ke­kerasan seksual,” ungkap dia.

Kecanduan Pornografi

Sementara itu, Koordinator Nasional ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornogra­phy and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Indonesia, Ahmad Sofian, mengatakan dampak buruk dari kemudah­an membuat dan menyebarlu­askan pornografi melalui inter­net adalah bahaya kecanduan pornografi terhadap anak.

“Penelitian ECPAT mene­mukan 50 persen anak yang kecanduan pornografi melaku­kan kekerasan seksual kepada anak lainnya,” katanya.

ECPAT Indonesia merupa­kan sebuah jaringan nasional untuk menghapus eksploitasi seksual anak.

Sofian mengatakan seha­rusnya ada sistem yang bisa melindungi anak-anak dari pornografi, yang mudah di­sebarluaskan melalui ponsel cerdas yang sangat dikuasai anak-anak saat ini.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susan­to, mengatakan modus operasi kekerasan seksual pada anak di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Modus pelaku pun mengalami perubahan. Kasus terbaru adalah dengan trans­portasi online atau ojek.

Ketua Lembaga Perlindung­an Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suryo, menye­but dalam kurun dua tahun terakhir laporan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan seksual terhadap anak mengalami pe­ningkatan.

Pada 2018 terdapat 104 per­mohonan perlindungan terha­dap kasus TPPO dan sebanyak 284 permohonan perlindungan terhadap kasus kekerasan sek­sual terhadap anak. “Sedang­kan pada 2019 sampai bulan Juli telah ada 297 permohon­an perlindungan untuk kasus TPPO dan 420 permohonan perlidungan untuk kasus ke­kerasan terhadap anak,” pung­kasnya.

Sudah saatnya Indonesia tegas terhadap serangan pornografi sebagaimana pecandu narkoba pecandu pornografi tidak kalah mengerikannya bahkan dengan berbagai kasus yang terjadi bagaimana pornografi bisa membuat manusia tidak layaknya seperti manusia yang menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi hasrat seksualnya dan lebih parahnya anak – anak dibawah juga menjadi target hasrat seksual mereka yang telah kecanduan pornografi berat. Kita negara besar tapi kalau kita lengah kita akan menjadi mangsa legit pornografi yang kan merusak pelan pelan moral.

sumber artikel : http://www.koran-jakarta.com/50–anak-kecanduan-pornografi/ Rabu 4/9/2019 | 06:44