Category Archives: Parenting

Jaga Privasi Anak dari Pelaku Kejahatan dan Pelecehan Seksual

sumber gambar : http://www.kesekolah.com/images2/big/2014082615444510403.jpg

Dear para orang tua, seiring dengan keamjuan teknologi digital saat ini, kejahatan pun juga makin menunjukan taringnya melalui teknologi digital yang sekarang hampir setiap orang bisa menggunakannya, patut diwaspadai kepada setiap orang tua untuk selalu menjaga privasi anaknya terutama di dunia digital saat ini.

Karena jika kita kritisi di era saat ini sudah kian memprihatinkan perilaku kejahatan terutama kejahatan terhadap anak – anak mulai dari penculikan, pengeksploitasi anak – anak hingga sudah sangat kronis saat ini bila kita mendengar yang namanya kejahatan seksual terhadap anak – anak.

Untuk itu perlu diketahui untuk para orang tua bagaimana cara menjaga privasi anak untuk mencegah berbagai perilaku kejahatan anak :

1.Jangan terlalu sering memposting foto anak di media sosial, apalagi kalo anak sedang tidak mengenakan pakaian atau sedang mandi.

Media sosial memang kadang menjadi sarana kita untuk berbagai sebuah cerita atau kebahagiaan salah satunya melalui sebuah foto. Di era sekarang sadar gak sadar para orang tua kerap memposting kegiatan anak – anak di sosial media. Jika kita tanya ya mungkin tak ada salahnya, apalagi bila baru mempunyai seorang anak tak jarang orang tua akan sering memposting kegiatan anak dari bangun sampai tertidur lagi.

Wahai para orang tua ketahuilah di era kemajuan digital saat ini banyak kejahatan yang dimulai dari media sosial. Sangat disayangkan juga jika ada orang tua yang memposting kegiatan anaknya yang sedang mandi dengan alasan masih kecil atau apapun. Bagi para pelaku pedofilia jika melihat hal tersebut mereka akan sangat antusias dan bergairah, maka berhati – hatilah, dan ingatlah pelaku pedofilia tak jarang ada juga yang berasal dari kalangan keluarga sendiri.

Maka dari itu bijaklah orang tua saat ingin membagi momen bersama dengan sang anak di media sosial, ini bukan soal tidak boleh ini itu tetapi sebagai orang tua patutlah mulai sekarang untuk pelan – pelan belajar tentang betapa besar pengaruh dunia digital terhadap dunia kejahatan terutama kejahatan terhadap anak – anak.

2.Berhati – hatilah mengenai informasi alamat rumah dan alamat sekolah anak

Saat orang tua memposting kegiatan anak di media sosial tak jarang mereka ikut menyertakan alamat atau lokasi kegiatan. Hal ini patut diwaspadai dan dianjurkan untuk tidak menyertakan lokasi terutama yang berkaitan dengan alamat yang penting seperti alamat rumah atau alamat sekolah anak. .Dengan mengetahui lokasi, pelaku kejahatan akan sangat mudah melancak target. Pasti pernah dengar ‘kan tentang kasus penipuan melalui telepon yang sering mengabarkan tentang kecelakaan anak di sekolah (jatuh saat bermain, jatuh dari tangga, dan sebagainya). Penipu biasanya tahu persis nama anak dan di mana ia sekolah.

Apalagi bagi para pelaku penculikan anak – anak informasi mengenai alamat tersebut sangatlah penting. Untuk itu berhati – hatilah dalam memberitahukan atau menyertakan alamat atau lokasi di media sosial.

3.Saat berada di kolam renang waspada dan pakaikanlah pakaian renang yang tertutup untuk anak – anak

Mengingat semakin maraknya perilaku pedofilia, waspadailah orang tua saat membawa anak di tempat umum terutama saat mengajak anak berenang di pemandian umun atau kolam renang umum pakaikanlah anak dengan pakaian renang yang tertutup.

Mengingat juga di kolam renang atau pemandian biasanya dari yang anak – anak sampai yang dewasa berada di kolam yang sama, walaupun ada juga kolam khusus anak – anak tapi tak jarang para orang tua ada juga yang tetap mengajak anak untuk berenang di kolam yang untuk umum, hal itu bisa menguntungkan bagi para pelaku pedofilia yang sulit untuk diketahui ciri – cirinya.

4.Stiker anggota keluarga yang ditempel di kaca mobil ternyata ada sisi buruknya.

sumber gambar : https://thenewswheel.com/wp-content/uploads/2014/05/stick-figure-family-danger-700×378.jpg
bisa juga dibaca di : https://thenewswheel.com/police-advising-families-remove-stick-figure-decals-bumper-stickers/

Mungkin bisa dibilang hanya sebuah tempelan tapi dalam hal analisa penjahat bisa lebih pandai dalam memindai dan mempelajari sebuah informasi untuk melakukan aksinya. Jadi berhati – hati juga dalam menempel stiker di kendaraan yang kita tumpangi terutama yang berkaitan dengan informasi keluarga entah stiker anggota keluarga, stiker parkir di perusahaan, stiker tempat anak sekolah. Bisa jadi itu menjadi media informasi si penjahat untuk melakukan aksinya.

Mari bersama menjadi orang tua yang sadar, bijak dan mau belajar, jangan menjadi orang tua yang kaku akan informasi, setidaknya dengan kemajuan teknologi juga bisa menambah pengetahuan untuk mengetaui dan mencegah tindakan kejahatan yang berbahaya bagi anak – anak kita.

Sumber penulisan : https://www.hipwee.com/wedding/4-pedoman-sederhana-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual-ngeri-kalau-baca-berita-akhir-akhir-ini/ oleh  JULIA ALELA

Jangan Risih, Pendidikan Seks Usia dini Itu Perlu

sumber gambar : https://4.bp.blogspot.com/-FywsfrKQE0w/WRKlwbY3LmI/AAAAAAAAE8g/NASoFG0qrj8F5Qpx2NPXOKIW5cPwjopOACLcB/s1600/Pentingnya%2BPendidikan%2BSeks%2BUsia%2BDini.jpg

Hello sahabat peduli kali ini mari kita bahas sesuatu yang diantara banyak orang tua masih risih atau tabu jika mendengarkannya ataupun juga masih enggan mengajarkannnya kepada anak dengan alasan menunggu umur yang tepat, Tapi kapan ???

Yak apakah itu ? Yups betul Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini, kenapa kita perlu bahas tema ini, karena sebagian dari orang tua menganggap pendidikan seks usia dini hanya menuju kepada aktivitas seksual padahal sebenarnya tujuan dari dari pendidikan seks usia dini adalah untuk memperkenalkan anak tentang kesehatan reproduksi manusia dari cara menjaga kebersihannya, mengetahui perbedaan jenis kelamin, bagian tubuh mana yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, semua itu perlu diajarkan kepada anak sedini mungkin secara bertahap tentunya dengan penjelasan yang mudah dan menyenangkan agar anak mudah mengerti.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pun menyarankan setiap negara di dunia untuk menerapkan pendidikan seksual yang komprehensif, termasuk Indonesia. Rekomendasi ini berdasarkan pada kajian terbaru dari Global Education Monitoring (GEM) Report, UNESCO.

Dalam kajian itu, GEM Report mendapati 15 juta anak perempuan menikah sebelum berusia 18 tahun setiap tahunnya secara global. Sekitar 16 juta anak berusia 15-19 tahun dan satu juta anak perempuan di bawah 15 tahun melahirkan setiap tahunnya di dunia.

“Lebih dari satu dari sepuluh kelahiran terjadi di antara anak perempuan berusia antara 15-19 tahun. Ini tidak hanya berarti akhir dari pendidikan mereka, tetapi juga seringkali berakibat fatal, dengan kehamilan dan kelahiran merupakan penyebab utama kematian di antara kelompok usia ini,”

Maka dari itu sangat perlu terutama perang orang tua dalam memberikan pendidikan seks usia dini, untuk itu mari kita jabarkan seberapa penting pendidikan seks usia dini,

1.PENDIDIKAN SEKS AGAR ANAK MENGENALI DIRI SENDIRI

Bagi seorang balita membedakan jenis kelamin bukanlah hal mudah karena konsep jenis kelamin merupakan hal baru bagi mereka, untuk itu orang tua perlu memberikan pemahaman yang mudah dan menyenangkan agar mudah untuk dipahami, cukup dengan menjelaskan bahwa anak laki – laki kelak akan tumbuh seperti ayah dan anak perempuan kelak akan tumbuh seperti ibu,

Berikan pula barang, mainan ,dan juga pakaian yang sesuai dengan jenis kelaminnya, jika orang tua memiliki kecenderungan mungkin si ibu adalah sosok yang agak tomboy tetaplah berusaha untuk menggunakan barang, melakukan aktivitas dan memakai pakaian yang sesuai dengan perempuan semestinya, begitu pula sebaliknya jika si ayah adalah seorang yang agak kalem,lemah gemulai tetaplah berusaha didepan anak untuk memperlihatkan ketegasan, kewibawaan dan juga kebijaksanaan seorang ayah agar anak tidak bingung dalam menentukan jati dirinya.

2.PENDIDIKAN SEKS AGAR MENGERTI BATASAN – BATASAN

Hal ini ditujukan kepada anak untuk mengenalkan bagian tubuh si anak, menjelaskan fungsi bagian tubuh tertentu dan juga menjelaskan kepada anak bagian – bagian mana dari tubuh yang tidak bolek dipegang sama sekali oleh orang lain seperti organ reproduksi, pantat, paha, bibir, dada.

Pemahaman ini sangat perlu agar tercipta tameng dalam diri anak untuk melindungi dirinya saat nanti mulai bersosialisasi dengan banyak orang.

3.PENDIDIKAN SEKS AGAR MENGETAHUI CARA MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI

Saat anak mulai tumbuh tentu lama – lama kita sebagai orang tua harus memberikan potty training kepada anak agar anak bisa menjaga kebersihan organ reproduksi misalnya dengan mengajarkan untuk membasuh organ reproduksi setelah selesai buang air dan kemudian mencuci tangannya.

4.PENDIDIKAN SEKS AGAR MEMILKI BUDAYA MALU

Orang tua harus mengajarkan norma atau aturan – aturan yang berlaku di lingkungan sekitar seperti agar masuk kamar mandi umum sesuai dengan jenis kelaminnya, tidak buang air sembarangan, jangan buka baju disembarang tempat harus di tempat tertutup, dan juga memberikan penjelasan batasan – batasan saat bermain dengan lawan jenisnya.

Hal ini perlu karena kebiasaaan sejak dini akan dibawa sampai dewasa.

5.PENDIDIKAN SEKS AGAR ANAK MENJADI TERBUKA

Tidak bisa dipungkiri bahwa anak akan mengalami masa pubertas yang mana akan terjadi perubahan – perubaha hormon di dalam tubuh begitu pula dengan hormon yang berkaitan dengan seksual .

Jika pendidikan seks tidak diajarkan sejak dini maka anak akan tabu,risih, dan malu bertanya kepada orang tua tentang hal yang berbau seks dan mereka akan mencari sendiri dari sumber lain yang saat ini sangatlah mudah untuk mencarinya tinggal browsing di internet dan tidak jarang dari sumber – sumber yang beredar di internet banyak sekali terselip iklan – iklan yang menuju ke hal yang tidak baik seperti iklan yang mengandung konten pornografi, jika dibiarkan berlarut akan sangat rentan terhadap anak – anak yang baru mengalami masa pubertas.

Maka dari itu pendidikan seks perlu diajarkan sejak usia dini agar terbangun sebuah keterbukaan antara orang tua terhadap anak – anak mengenai pendidikan seks, diharapkan jika anak sudah mengalami masa pubertas maka anak tidak akan malu bertanya kepada orang tua dan mau terbuka tentang hal yang belum diketahuinya tertutama dalam hal seks.

Setelah mengetahui pentingnya pendidikan seks usia dini hal yang perlu dilakukan orang tua adalah mengajarkannya secara bertahap karena anak tidak bisa langsung mengerti dan juga pemahaman anak disetiap umurnya juga akan berbeda beda, dikhawatirkan jika penjelasan yang diberika terlalu banyak nanti akan timbul kesalahpahaman.

Misal saat anak menginjak usia dibawah 5 tahun cukup ajarkan tentang perbedaan jenis kelamin antara laki – laki dan perempuan,ajarkan cara membasuh organ reproduksi, dan ajarkan tentang bagian mana saja dari tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali orang tua dalam artian pada saat anak usia 0 – 2 tahun mungkin anak belum bisa membasuh organ reproduksi sendiri nah disini orang tua bisa membantu membersihkan sekaligus pelan – pelan untuk mengajarinya.

Dan jangan lupa dalam memberikan pendidikan seks usia dini sampaikanlah materi secara mudah, sederhana dan menyenangkan.

sumber penulisan :1. https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/bernadine/seberapa-penting-pendidikan-seks-untuk-balita/full 2 Desember 2019 oleh Bernandine Natasha 2. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190614052418-255-403174/unesco-pendidikan-seks-harus-diterapkan-secara-komprehensif oleh Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 06:10 WIB

Ajari,Ajak dan Suruhlah Anak Untuk Bersosial

sumber gambar : https://goresangurusemai.files.wordpress.com/2013/08/copy-header-blog-guru.jpg

Oke kali ini saya akan membahas mengenai sebuah topik yang mungkin kelihatan biasa – biasa saja ya? Emmm tentang Ajari, Ajak dan Suruhlah Anak Untuk Bersosial.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya mengenai kata – kata yang pernah saya dengar dari seorang psikolog yang berbunyi :

“Kita sebagai orang tua hanya mempersiapkan anak untuk menjadi apa yang kita harapkan tetapi lupa mempersiapkan anak untuk menjadi orang tua untuk anak – anak menreka kelak”

Statemen yang mungkin hanya sebagian orang saja yang mau merenungkan. Saat saya mendengar statemen ini saya baru sadar dengan apa yang psikolog itu katakan. Di era kemajuan jaman, kemajuan teknologi,komunikasi,iptek dan hal – hal lainnya saat ini. Banyak dari kita untuk berlomba – lomba mendapatkan sebuah pengakuan dari sebuah apa yang telah kita capai dan banyak pula orang tua yang berlomba – lomba untuk menyekolahkan anak – anak mereka ke sekolah favorit, unoversitas favorit, ataupun ke akademi – akademi yang notabene setelah lulus akan mendapatkan gelar dan juga pekerjaan yang bagus dan membangga – banggakan apa yang telah anak mereka peroleh.

Ya itu sih wajar – wajar saja jika orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak – anaknya, tetapi banyak yang mereka lupa ajarkan kepada anak – anak mereka untuk bekal nilai – nilai kehidupan dimasa depan khususnya dalam aspek bersosialisasi dengan lingkungan sekitar minimal di tempat tinggalnya. Orang tua lupa bahwa kelak anaknya juga akan menjadi seperti mereka membesarkan anak dan juga bersosialisasi dengan lingkungan disekitar tempat tinggal mereka.

Pernahkah saudara – saudara melihat jika ada kerja bakti bersih bersih kampung, kerja bakti pegajian, kerja bakti untuk kegiatan peringatan kemerdekaan, kegiatan remaja masjid dan even – even lainnya yang berada di lingkungan tempat tinggal, pernahkah melihat orang tua yang mengajak anak – anaknya yang ikut membaur melakukan kegiatan tersebut ? Sangat jarang sekali di era kemajuan jaman sekarang ini kita melihat anak- anak atau remaja ikut membaur dalam kegiatan sosial seperti diatas. Yang ada orang tua ikut kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal tetapi anak malah dibiarkan asyik dirumah bermain atau melakukan kegiatan lainnya di rumah. Dengan alasan anak sudah lelah sekolah, les, dan berbagai kegiatan lainnya.

Memang tidak dipungkiri bahwa sistem pendidikan di negara kita memang masih belum sempurna dengan berbagai mata pelajaran yang ada dan waktu sekolah yang panjang, mengakibatkan lingkungan sosial anak kebanyakan hanya dihabiskan di sekolah, namun sebagai orang tua hendaknya menyadari bahwa kebutuhan anak bukan hanya kebutuhan mengenai ilmu materi namun kebutuhan ilmu sosial juga diperlukan untuk memberikan pondasi saat mereka nanti beranjak menjadi dewasa bahkan menjadi orang tua.

Sesekali ajaklah bahkan suruhlah anak – anak untuk ikut membaur dalam kegiatan sosial minimal di lingkungan sekitar tempat tnggal . Agar terbentuk sebuah kepribadian yang matang jika nanti anak – anak sudah dewasa dan menghadapi berbagai karakter orang yang berbeda – beda. Menurut sudut pandang saya sendiri, saya khawatir jika anak – anak tidak pernah diajak sesekali ataupun disuruh untuk ikut kegiatan sosial minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal, saya khawatir rasa sosial mereka dengan antar sesama akan biasa – biasa saja dan suasana rasa simpati juga empati terhadap sesama juga akan biasa biasa saja dan bisa jadi menjadi seorang yang kurang peka.

Sekarang kita lihat banyak aksi bulli di kalangan anak, banyak aksi anak /murid yang sudah berani melawan gurunya sendiri, banyakkan sekarang guru menjadi sasaran laporan ke pihak yang berwajib hanya karena memarahi atau mengingatkan anak/murid yang salah dan ironisnya orang tua juga ikut – ikutan tidak terima jika anaknya dmarahi/atau sang guru, bahkan disuatu artikel memberitakan seorang murid mengakhiri nyawa gurunya hanya karena diingatkan saat merokok.

Menurut saya kejadian kejadian ini dikarenakan kurangnya pendidikan moral dan sosial dari orang tua di era kemajuan jaman saat ini. Sempatkanlah dan ajarkanlah, mungkin itu yang harus orang tua lakukan walau sibuk dengan pekerjaan. Apa gunanya mengejar harta jika anak tidak berlaku baik dan juga tidak saling mengasihi anatar sesama. Diharapkan dengan anak diajarkan, diajak dan disuruh untuk mengikuti kegiatan – kegiatan sosial dan juga berbaur minimal di lingkungan sekitar tempat tinggal, minimal mereka anak -anak akan lebih peka terhadap apa yang sedang terjadi, lebih simpati dengan sesama, dan lebih menghormati dengan sesama. Karena pendidikan yang mahal bukanlah dengan menyekolahkan di sekolah atau universitas favorit tetapi pendidikan yang mahal adalah pendididikan tentang nilai – nilai aspek kehidupan bersosialisasi dengan sesama yang akan menjadi bekal atau pondasi di kehidupan masa depan.

Jika terdapat salah kata saya mohon maaf karena semua memiliki presepsi masing – masing dan ini merupakan sudut pandang saya sendiri mengenai perlunya orang tua mengajarkan dan juga menanamkan nilai – nilai sosial dalam kehidupan ini.

Salam dari Bim

Berikut Beberapa Metode Pendidikan untuk anak laki laki agar terhindar dari SSA

  1. Jangan memberi mainan anak perempuan kepada anak laki-laki (seperti boneka, bunga, mainan alat masak, accesories wanita seperti bando, jepitan rambut, bedak wajah, alat kosmetik, buku-buku perempuan seperti buku / majalah kecantikan merawat kulit dan rambut wanita, majalah fashion untuk wanita, buku resep memasak untuk ibu-ibu, buku komik degan karakter utama anak perempuan, dll
  2. Jangan memberi tontonan tv anak perempuan kepada anak laki-laki seperti anime yang tokoh utamanya perempuan seperti sailormoon, wedding peach, dll
  3. Jauhkan anak dari tontonan tv yang ada banci nya, atau karakter laki-laki yang menyerupai perempuan
  4. Hitung teman laki-laki dan perempuannya di rumah dan sekolah, jangan sampai teman perempuannya lebih banyak daripada teman laki-lakinya
  5. Usahakan carikan anak teman yang sebaya/seumuran di lingkungan dan sekolahnya
  6. Jangan sampai anak terlalu dekat dengan ibunya, tetapi ada jarak dengan ayahnya, karena ayah akan mewarisi sifat keberanian kepada anaknya sedangkan ibu akan mewarisi sifat kelemahlembutan kepada anaknya, jadi keduanya harus seimbang
  7. Jangan menghukum anak dengan hukuman fisik, karena hukuman fisik hanya akan menyebabkan anak semakin takut untuk berkomunikasi degan orang tuanya, sehingga orang tua menjadi tidak tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran anak
  8. Jangan hanya bisa menyuruh, memarahi dan menceramahi anak tapi tidak pernah memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara dan jadilah pendengar yang baik untuk keluh kesah anak
  9. Ajarkan anak laki-laki degan olahraga dan dukunglah dia untuk mencintai olahraga yang ia sukai, karena dengan olahraga dapat fisik anak laki-laki semakin kuat sehingga dapat menambah kepercayaan dirinya
  10. Sentuhlah anak laki-laki baik fisik dan juga jiwanya, ayah harus sering memeluk, menggandeng menggendong dan mencium anaknya sejak kecil agar komunikasi ayah dengan anak semakin baik
  11. Buatlah hari spesial untuk anak seminggu sekali degan ayah dan 1 orang anak saja, ajaklah anak bermain, jangan ada banyak perintah dan larangan pada hari itu, lebih banyakkan bermain dan mendengar isi hati anak
  12. Jauhkan anak dari gadget/hp dan tv, batasi maksimal hanya 2 jam per hari, tempatkan gadget/hp dan tv pada ruang utama sehingga orang tua leluasa untuk memantau, ajarkan anak untuk meminta izin kepada orang tua terlebih dahulu sebelum memakai gadget/hp atau menyalakan tv
  13. Jangan memberi anak laki-laki pakaian / accesories yang mirip degan perempuan, misal kaos yang berwarna pink, kaos yang ada gambar bunga, boneka, dll
  14. Larang anak untuk bermain internet di warnet tanpa pendampingan dari orang tua
  15. Jangan pelit untuk memuji anak bila anak berhasil mencapai sesuatu walaupun itu hal yang sangat sepele bagi orang tua
  16. Orang tua harus belajar dan mengajarkan pendidikan sex bagi anak, orang tua harus bisa menjawab setiap pertanyaaan anak tentang sex dengan penjelasan yang sesuai dengan umurnya dengan baik, karena bila tidak, anak akan mencari jawabannya diluar seprti warnet, bertanya kepada orang yang tidak dikenal, dll
  17. Pisahkan tempat tidur anak dengan orang tua atau dengan adik dan kakaknya ketika berumur 7 tahun
  18. Ajarkan anak untuk mengetuk pintu dan meminta izin masuk bila ingin masuk kamar, jangan sampai anak melihat orangtua nya yang sedang berhubungan badan atau sedang terbuka auratnya saat ganti baju
  19. Jangan sering membanding-bandingkan anak dengan yangg lain, baik dari segi fisik, prestasi atau apapun karena hanya akan menyebabkan anak minder dan tidak percaya diri, padahal seorang anak laki-laki seharusnya harus dididik untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri
  20. Jangan pelit untuk membelikan anak laki-laki makanan yang bergizi agar fisiknya kuat dan sehat, sehingga anak laki-laki dapat semakin percaya diri karena memiliki fisik yang sehat dan kuat
  21. Sering-seringlah mengungkapkan kata2 seperti “ayah sayang bayu”dalam momen tertentu saat intim degan anak
  22. Setelah menghukum anak (bukan hukuman fisik tentunya), tunggu sampai anak tenang, kemudian peluk anak dan minta maaflah dan beri penjelasan kenapa anak dihukum
  23. Jangan mengajak anak utk bermain permainan anak perempuan, seperti main bekel, lompat tali/semprengan, engkleng, main dakon, ibu-ibuan, dll
  24. Jangan membiarkan anak utk menonton film-film hollywood / non hollywood yang ada adegan orang dewasa seperti cium-ciuman, hubungan intim, walaupun itu film adaptasi dari komik marvel misal nya seperti spiderman, superman, batman, dll
  25. Ajaklah anak laki-laki dengan kegiatan laki2, seperti mencuci motor, membantu ayah mengangkat barang berat, mengecat tembok, menservice lampu yang rusak, membenarkan gendeng yg bocor, mencuci mobil, main kelereng, main layangan, beladiri, sholat jamaah di masjid, memancing, nonton sepakbola di stadion/tv , nonton motorgp, nonton balapan kuda, dll
  26. Tunjukkan kemesraan ayah dengan ibunya, misal ajak anak laki-laki mempersiapkan kejutan untuk merayakan ulang tahun ibunya
  27. Berhati-hatilah dalam menitipkan pengasuhan anak kepada orang lain walupun itu orang terdekat misal neneknya, kakeknya, budenya, omnya, tetangganya, karena biasanya pelecehan seksual sering terjadi dari orang terdekat anak, sebisa mungkin diasuh sendiri, bila tempat kerja membolehkan membawa anak sebaiknya dibawa saja agar anak juga mengenal pekerjaan ayahnya
  28. Jangan menujukkan pertengkaran / ketidakharmonisan di depan anak
  29. Jangan mengajak anak untuk membenci ayahnya sendiri karena sifat buruk ayahnya yang tidak disuka ibunya
  30. Usahakan jangan sampai terjadi perceraian, bila memang mau bercerai selesaikan dengan baik-baik dan jelaskan kepada anak dengan penjelasan yang baik kenapa ayah ibu berpisah dan asuhlah anakmu dengan penuh kasih sayang seperti sebelum bercerai dulu
  31. Jangan menganggap tugas mendidik anak adalah tugas ibu saja, tapi juga tugas seorang ayah, karena anak butuh figur seorang ayah untuk mengisi jiwanya
  32. Ajarkan anak dengan sifat malu bila auratnya terbuka sejak dini
  33. Ajarkan anak tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain
  34. Ajarkan anak untuk segera melaporkan ke orang tua atau melawan bila ada bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh oleh orang lain walaupun diancam bila memberitahu
  35. Ajarkan anak tentang tauhid sejak dini
  36. Ajarkan anak untuk mencintai Allah, Rosul Allah dan Al-quran sejak dini

Semoga Bermanfaat 🙂

Sumber : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014/

MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN BERDASAR ILMU NEUROPARENTING

sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSogZYzZQiqUdd5Lbx1At4NijDFbTr-ywhw8Y5xWWP1XBGtZs9A

*Ani Khairani, M.Psi, Psikolog*

(Direktur UNIK.Edu+ Educational Psychological Consultancy, Aktivis gerakan Indonesia Beradab, Pemilik Khalifah Childcare Tapos Depok)

A. MENGENAL OTAK SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU*

Kenapa kita merasa hidup selalu di kelilingi masalah? Kenapa ada orang yang berperilaku baik dan buruk, apa yang mendasarinya? Dari mana proses kepribadian itu bertumbuh dan berkembang?

Manusia diberikan potensi Akal yang terdiri dari organ otak di bagian tertinggi di tubuhnya yaitu kepala.

Otak adalah mahluk Ajaib, kurang lebih 1500 gr beratnya dari tubuh kita, dengan tekstur lembut seperti kembang tahu, yang dilapis 7 lapisan dalam sel neuron di cortex cerebri (kulit otak) dan 7 lapisan Tengkorak – selaput otak terdalam. Dan dilapisan tengkorak ini harus menggunakan gergaji khusus untuk membukanya.

Jika satu otak di jadikan satu lembar saja niscaya ia akan menutupi lapangan sepakbola, dan jika lapisan itu dibuat lebih tipis lagi niscaya dia akan menutupi seluruh permukaan bumi.

_*Apakah pernah selama ini kita mensyukuri karunia dan nikmat memiliki otak ini?*_

Otak terdiri dari 100 milyar neuron yang siap distimulasi, yang setiap 1 neuron sanggup untuk bersambungan dengan 10.000 neuron yang lain, membentuk koneksi sirkuit bakat, kemampuan, perilaku bahkan pribadi..

Dari keseluruhan kurang lebih 100 onderdil otak, mari kita kenali onderdil otak mana saja yang mempengaruhi pengasuhan pada anak.

*Otak pada anak yg harus distimulasi dlm pengasuhan* adalah: Pancaindera, Amygdala, Ganglia basalis, Broca wernick, labus parientalis, Hippocampus, Insula.

CARA MENSTIMULASINYA :

*Pancaindera* : Stimulasi keseluruhan indera Anak sekaligus ketika memahamkan dan membiasakan sesuatu. Belajar dengan praktek 90% akan lebih diterima otak dibanding hanya melihat atau mendengarkan saja.

*Amygdala*: Kenalkan emosi dasar (takut, sedih, bahagia, Jijik, Marah), teladankan ekspresi emosi yang baik.

*Ganglia basalis*: Kemampuan otomatisasi, biasakan anak untuk berbuat baik, dan buat itu menjadi otomatis.

*Broca wernick*: luangkn waktu untuk dialog dengan anak untuk menstimulasi kemampuan dan pemahaman bahasa

*lobus parientalis* : Masukan imajinasi-imajinasi yang konstruktif, bimbing imajinasinya untuk membuat anak kelak tumbuh menjadi visoner, namun jika kebalikannya justru kita menstimuasi imajinasi yang destruktif, anak akan memiliki sirkuit “rumah hantu” tempat false belief/bias2 berpikir akan mengarahkan kehidupannya kelak.

*Hippocampus:* tumbuh di usia anak 4 tahun, stimulasi dengan berpikir rasional/kognitif, memilih, menilai, baca dan kalkulasi, ini bekal untuk kemampuannya mengelola stress.

*Insula*: mengatur stimulus yang diterima indera dan diasosiasikan menjadi harmoni yang baik.

Sedangkan *OTAK YANG KITA PERLUKAN SEBAGAI ORANGTUA* yang mengasuh anak adalah PFC, sistem limbic dalam (amygdala), Cingulat, Basal Ganglia.

Cara menstimuasinya :
*PFC* Tanamkan niat yang baik, tanamkan bahwa setiap perilaku yang kita tampilkan harus mempunyai tujuan

*sistem limbic dalam (amygdala)*: latih amygdala dengan kendalikan dorongan emosi, tunda keinginan yang muncul, kaitkan perasaan dengan nilai dan moral yang telah dipahami dalam PFC.

*Cingulat* : Latih kemampuan penyesuaian diri, dan fleksibilitas dalam menghadapi segala sesuatu sehingga memiliki alternatif pemecahan masalah, kurangi sikap perfeksionis.

*Basal Ganglia:* Ganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. Cukup memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan.

*TUJUAN NEUROPARENTING*

Menjadikan Anak : *TANGGUH, CERDAS dan BERAKHLAQ BAIK*

Untuk mencapai tujuan ini harus di lalui dengan SYARAT:

Otak Rasio, Otak Emosi, Otak sensorik dan Motorik HARUS NORMAL

*Untuk mencapai OTAK NORMAL :*
1. Nutrisi Yang Cukup Dan Tepat : Nutrisi terbaik Ikan-ikanan dan kacang-kacangan
2. Lingkungan Yang Sesuai : cari tempat tinggal berdasarkan lingkungannya yang baik
3. Pengalaman Emosi Yang Membangun : contoh-contoh-contohkan keteladanan dalam mengelola dan mengendalikan emosi dari significant other. Anak bisa mengidentifikasi perasaan hatinya
4. Stimulus Rasional Yang Tepat : ajari berpikir benar/ contoh berpikir salah : dari kecil ditakuti hantu, kalau jatuh disalahkan kodok, dll
5. Aktivitas Fisik Yang Sesuai : Anak yang normal adalah anak yang bisa berlari dan memanjat ketika kecilnya.

*B. PETA PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA*

Ketiga tujuan Neuroparenting ini dibagi menjadi 3 Sesi Peta perkembangan :

*Usia 0-7 Tahun*

– TANGGUH ditumbuhkan dengan menstimulasi otak emosinya : supaya dia bisa mengidentifikasi perasaaannya dan mengelola emosinya: CARANYA: TELADAN Emosi dari Orangtua, tularkan beremosi yang sehat..

– 0-3 Tahun percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 8x dari orng dewasa, seperti spons, dia akan menyerap seluruhnya air yang ada di sekitarnya. Kekejian yang biasa dilakukan orangtua pada usia ini adalah ketika anak dilabel negatif dan buruk, dia akan menganggap 8 kali lebih buruk dari apa yang kita sampaikan kepadanya.

– Stimulasi yang baik pada Otak emosi ketika Bayi : adalah pembiasaan yang ditampilkan oleh orangtuanya, yaitu: tatapan mata yang teduh, intonasi suara yang terkendali, detak jantung yang tenang, hembusan nafas yang nyaman, keringat yang normal.

– 3-7 Tahun percepatan penyerapan otak manusia berkurang pada usia ini menjadi 5x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *50% kemampuan EMOSI, 40% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 10% kemampuan kognitif/Rasio.*

*Usia 7-14 Tahun*

– CERDAS ditumbuhkan dengan menstimulasi otak PFC (prefrontal Cortex)nya CARANYA: masukan ilmu yang benar, nilai dan moral melalui dialog dua arah, luangkan waktu untuk membimbing rasionalitasnya.

– Tanamkan disiplin dan pengaturan diri, hubungan sebab akibat yang benar, ajarkan makna kebaikan..

– Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 3-4x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *30% kemampuan EMOSI, 20% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 50% kemampuan kognitif/Rasio.*

*Usia 14-21 Tahun*

– ASAH JATI DIRI Dampingi konsistensinya dalam kebaikan dan berakhlaq baik.

– Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 2x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *30% kemampuan EMOSI, 5% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 65% kemampuan kognitif/Rasio.*


*C. YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ORANGTUA*

Kenapa kita senantiasa merasa menghadapi banyak masalah dan muncul keputusasaan dalam mengasuh anak?

*Hal ini terjadi karena tidak terlatih dalam kemampuan berpikir. Boleh jadi kita berpikir setiap hari namun PIKIRAN yang kita munculkan HANYA BERSIFAT INSTINGTIF/naluriah belaka, bukan BERPIKIR yang TERLATIH.*

Berpikir dengan Insting merupakan berpikir “daya hewani” lebih banyak menggunakan Sistem limbic (mengutamakan perasaan dan emosi) , dibandingkan dengan berpikir terlatih yang menggunakan Prefrontal Cortex (mengutamakan nilai, kedalaman ilmu, moral).

Berlatih untuk memiliki BERPIKIR yang TERLATIH adalah dengan :

– Cari terus ilmu

– Kelola informasi dengan baik

– Hilangkan bias-bias negative/false belief

– Latih berpikir kritis dan berpikir kreatif


*KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI ORANGUA YANG AKAN TERTULAR KEPADA ANAK :*

A. Ketrampilan kalkulatif : kemampuan memprediksi, mengira dan menghitung baik dan buruk suatu aktivitas dilakukan

B. Kemampuan Komunikatif : kemampuan yang bukan hanya berbicara tapi bisa berbahasa

C. Kemampuan analitik dan kreatif : proses berpikir yang menggunakan kemampuan kreatif dan analitis sekaligus dalam memecahkan persoalan yang ada

D. Motivasi dan pengendalian diri : dasar kemampuan yang dapat mengelola emosi dan mengaktifkan berpikir yang benar.

E. Kemampuan memilih dan memutuskan : kemampuan mengeksekusi keputusan yang diambil untuk menghindari rasa ragu dan plinplan

F. Kemampuan fisik : memenuhi nutrisi dan aktivitas fisik yang mencukupi

*Tak cukup dengan otak normal yg membuat kita hidup.. tapi kita harus memiliki otak sehat, yg membuat Kita menjadi “MANUSIA” *

*OTAK SEHAT* : memiliki 3 komponen yaitu otak yang normal (memiliki keterampilan berpikir + pemahaman dan pembiasaan konsep2 agama dan spiritual).

Otak yang sehat menghasilkan pikiran dan perilaku dan kepribadian yang sehat.

Otak memiliki kemampuan untuk menyehatkan dirinya sendiri melalui:

*PERBAIKAN BERPIKIR dan LATIHAN-LATIHAN* intens dan Permanen (Istiqomah dan istimror)

Fitrah Otak bagian Prefrontal Cortex adalah fitrah kebaikan…

Semasa pembuahan zygote sudah terinstall nilai kebaikan-kebaikan didalam otak kita. Jika ada ketidakbenaran yang dilakukan maka reaksi tubuh akan destruktif (Prof. Donald W.Puff : dlm Bukunya Foreplay)

False Beliefs yang dipahami seseorang akan menjadi benturan terhadap Nilai kebaikan yang sudah ada.

False Beliefs itulah yang membuat seseorang mengambil keputusan atas permasalahan yang
dihadapi dipastikan berdasarkan emosinya,

Amygdala meng-hijack Prefrontal cortex agar nilai kebaikan ditinggalkannya dalam membuat keputusan dan mendahulukan sesuatu yg alih-alih rasional namun nyatanya emosional.

Ketika kudeta amygdala ini respon yang akan kita tampilkan adalah respon darurat, Reaktif dan tanpa pilihan yaitu : *Menyerang/FIGHT, dan Kabur/FLIGHT*

Dan ketika ini terjadi otak bekerja dalam kondisi yang tidak sehat dan dipastikan akan terjadi kondisi destruktif secara fisik.

Jika ini terulang terus maka jadilah habit/kebiasaan. Nilai kebaikan sebelumnya akan perlahan ditanggalkan, jadilah Amygdala menguasai hidupnya. Saat itulah dikatakan, kondisi otak yang tidak sehat.

Begitupun untuk false beliefs yang lainnya..
Maka selalu berupaya menginstall otak kita dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, akan menyehatkan baik otak maupun fisik kita.

*Yang perlu menjadi perhatian dan diperbaiki dalam BEREMOSI adalah:

1.Cakap emosi (caranya : kenali emosi, kelola emosi, tanamkan dan biasakan empati) hal ini akan mengendalikan otak amygdala kita. Memendam emosi dan memuntahkannya sama-sama merusak otak, Yang betul adalah KELOLA EMOSI.

2.Tanamkan pikiran positif dan banyak menggali ilmu dan hikmah dimanapun berada hal ini akan menyambungkan dan memperkaya otak kognisi kita dibagian prefrontal cortex.

3.Latihan dan biasakan selalu respon yg positif terhadap sesuatu, sehingga terjadilah pemecahan masalah yg tepat.

4.Temukan selalu hal-hal yg menjadi stimulan destruktif/merusak dlm pikiran kita

5.Gantilah berbagai keburukan yg telah kita lakukan dengan kebaikan-kebaikan.

6.Tanamkan tujuan untuk mencapai kemuliaan dalam hidup, baik didunia maupun diakhirat selalu memiliki tujuan ketika melakukan segala sesuatu–> tanamkan niat kebaikan atas apa yg akan kita lakukan.

7. Latih dan biasakan terus untuk bermanfaat bagi orang lain..

Demikian, semoga bermanfaat ….

#HeldbyDiskusiEmakkekinianGrup
#SalamOtakSehat
#Depok, 4 April 2017
~Ankhaira@2017

sumber artikel : https://www.facebook.com/291070504245884/photos/mengoptimalkan-pengasuhan-berdasar-ilmu-neuroparentingani-khairani-mpsi-psikolog/1771995429486710/