Category Archives: Kecanduan Gadget dan Pornografi

Mendampingi Anak Ber-gadget Ria

sumber gambar : https://cdn.pixabay.com/photo/2019/10/25/06/33/tablet-4576139_960_720.jpg

Kaget?

Ya, sebagai orang tua tentu akan terkejut dengan media Internet saat ini. Saya mah sudah mengalaminya sejak tahun 2003 kala menjadi praktisi di dunia Internet. Dulu iklan-iklan berhubungan dengan pornografi atau konten yang tidak pantas untuk anak-anak masih susah ditemukan walau ada.

Sekarang? Tidak usah jauh-jauh kita mencari website khusus ‘dewasa’, di sosal media semacam FB juga bertebaran konten yang harus diwaspadai. Coba Anda perhatikan iklan-iklan di bagian kanan FB, ada banner ‘T*han L*ma’ atau ajakan pariwisata dan bisnis dengan gambar yang tidak ada hubungannya sama sekali akan jasa yang ditawarkan, kebanyakan memakai gadis-gadis berpose seronok.

Youtube adalah contoh lainnya, setiap video yang mendapat hit banyak akan menjadi headline di bagian halaman utama. Pernah seorang pria tanpa b*sana muncul di halaman muka padahal waktu itu Nyo mau membukakan film Naruto buat si buah hati.

Game online anak-anak? Jangan salah, buka dan Anda akan menemui game khusus dewasa yang siap dikonsumsi anak-anak.

Melarang anak-anak? Jelas tidak bijak karena gadget bertebaran di mana-mana. Dilarang di depan PC mereka bisa membuka lewat ponsel atau tablet tanpa sepengetahuan kita.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memahamkan kepada anak-anak entah lewat jalan agama atau logika sesuai dengan kemampuan mereka. Salah satunya Nyo mendidik agar anak selalu jujur, sehingga ketika mendapatkan hal baru di Internet dia akan bertanya dulu kepada kita. Anak-anak Nyo juga mendapat pemahaman tentang aurat, sehingga mereka sudah mempunyai ‘rasa malu’ saat melihatnya.

Tips dari Nyo:

1. Contohkan Kejujuran
Semua diawali dari perilaku kita sebagai orang tua. Ortu harus jujur kepada anak-anak sehingga mereka akan mencontoh kita. Jelaskan secara logika (sesuai kemampuan kosa kata mereka) jika kita melarang sesuatu, jangan berbohong. Bahkan saat kita bercanda tidak boleh berbohong. Manfaatnya besar sekali, setiap menemukan hal baru maka anak akan berkata jujur. Setiap ditanya sesuatu, mereka akan jujur.

2. Bersikap Terbuka
Bukalah selebar-lebarnya ruang untuk berdiskusi. Tidak marah, panik atau bingung apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan saat anak melihat atau menemui hal baru yang bukan pada tempatnya. Jelaskan sesuai kemampuan kita. Jangan hanya berkata: “ini tidak baik”, “ini buruk” tanpa memberi alasan. Saat anak berani berbohong, maka orang tua perlu mengevaluasi hubungan/komunikasi dengan putra-putri mereka. Percayalah, anak-anak diberi kemampuan untuk memahami ‘keinginan’ kita jika bersikap terbuka termasuk batasan waktu penggunaan gadget.

3. Dampingi
Ya walau sudah SD misalnya, usahakan ortu tetap mendampingi anak dalam ber-Internet atau teknologi lainnya. Jika mereka mempunyai FB, kita juga harus memiliki akun FB agar dapat mengetahui bagaimana mereka bersosialisasi. Bukan sebagai pengawas atau satpam tetapi menjadi sahabat akrab anak-anak. Sehingga kelak saat anak dewasa akan berkata: “Sahabat terbaik saya adalah Ibu dan bapak.”

4. Dengarkan
Beri kesempatan anak mejelaskan apa yang ada di dalam pikirannya. Jangan menghakimi sebelum kita mengetahui apa yang ada di benak mereka. Anak akan bahagia saat orang tua mau mendengarkan keluh-kesahnya sekecil apa pun. Jika anak kita mempunyai tipe pasif, kita harus banyak bertanya dengan cara yang tepat.

5. Tulus Cinta
Banyak ortu yang berpura-pura ‘mendengarkan/mendampingi’ kegiatan anak, sayang kita tidak tulus melakukannya. Gerak-gerik serta aura tubuh kita dapat dibaca oleh anak, apakah kita tulus atau tidak. Mereka mengajak bicara, kita cuma berkata “hm.. ya ya.” Padahal muka meleng sambil FB-an. Sungguh terlalu…, ubah tatapan dan pandanglah dia dengan cinta, dengarkan baik-baik apa yang mereka sampaikan.

6. Pelajari Teknologi Baru Perluas wawasan ortu soal dunia teknologi.
Jangan hanya asal menyalahkan teknologi dan anak-anak jika kita buta sama sekali soal teknologi. Minimal tahu walau tidak harus menguasainya. Kalau perlu libatkan anak-anak untuk mengajari kita sehingga mereka merasa tersanjung bisa membantu kita.

7. Atur Waktu
Usia di bawah 2 tahun maksimal terpapar elektronika adalah 2 jam selama sepakan (7 hari). Umur 2 tahun ke atas maksimal terpapar elektronika adalah 2 jam selama sehari (24 jam). Ini menurut ahli otak lo bukan saya, searching kalau masih tidak percaya. Khusus gagdet yang disukai boleh bermain setiap hari dengan durasi tertentu (misalnya sehari 1 jam), jangan ditumpuk di hari Sabtu atau Ahad/Minggu secara berjam-jam.

8. Kembali ke Alam
Perbanyak aktivitas di luar (alam terbuka sehat) bersama buah hati. Carilah kegiatan seru bersama sehingga mereka mengenal serunya kebersamaan.

9. Evaluasi Diri
Perhatikan diri anda (orang tua), jangan-jangan Anda juga kecanduan gadget. Bagaimana kita akan memberi contoh anak-anak kalau kita juga kecanduan 😀

10. Doa
Apapun agama Anda, berdoalah agar buah hati kita selalu di jalan kebaikan.

Semoga tips ini bermanfaat buat ortu dalam mendampingi anak ber-Internet/teknologi lainnya.

Salam Kak Sinyo

Penjelasan Mudah Kecanduan Pornografi

sumber gambar : https://cdn2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/ilustrasi-pornografi_20170612_220721.jpg

Salah satu PR yang Peduli Sahabat berikan kepada klien adalah menghindari dan menutup semua akses media berisi pornografi. Nah apa alasannya?

Baca sampai akhir gan, bikin merinding

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ? Ahhhhhh, saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu. Dan akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !

Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar ! Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak – ngakak, lagi facebook-an untuk ngomentarin status – status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat – ngeliat gambar. Please………. STOP dulu !!! Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ?

Kita Mulai !!!

Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya mengikuti seminar seharian diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati yang ”dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi .

Pembicaranya adalah : Ibu Elly Risman,Psi dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D, Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana. Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.

Pembukaan

Dia (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) berkata :”percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran . Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan penelitian ilmuwan kami. Tapi untuk pornografi, percayalah, pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya”.

Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam. Ya !!! Anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara.

Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya! “Maka dari itu saya (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang”.

Dia juga berkata : “I love your country, I love your people” ( Saya sempat terharu mendengarnya ), dua detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan : “I love your cendol too” Gurakrak hahaha.

Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja. (Tenang bagi yang agak alergi dengan istilah kimia, meskipun nanti ada istilah kimia, akan dijelaskan secara santai kok ^_^)

Ada 4 hormon yang yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal, akan menguntungkan kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan dan terus menerus.

Inilah “daging” dari artikel ini !

* DOPAMINE *

Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget, anda pasrah,,, lunglai,,, merasa bakal jeblok nilanya gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan.

Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,,, YES !!! I Got IT !!! Alhamdullillah !!! Bagaimana perasaanya ? Senang yang bukan main bukan ? Serasa puas campur bahagia. Seperti itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI puas, senang , bahagia di dalam dada.

Eits,,, tunggu dulu,,, efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini, kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ?

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine. NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus, sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi :

  1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak “oh my god gambar apa sih tuh ?” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )
  2. Eh kemaren gambar apa sih ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus.
  3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang “wuooowwww”
  4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kanc*t doank atau langsung bug*l.

Begitu seterusnya, dari melihat cewe bug*l, melakukan seks, lebih parah, terus dan terus, harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi “wuooowwww”.

Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun, apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi “wuooowwww” ? Nonton videonya beneran donk ! Lalu terus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget ! Waktu melakukan seks juga begitu, karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa.

Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh. Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia kepincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual. Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks. Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi “wuooowwww” tersebut.

Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.
Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.

Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !

* NEUROPINIPHRIN *

Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya ke bisniiiiis mulu ! Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi.

Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain – lain. Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata “perempuan itu seksi”. Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia,,, ( sambil ngiler diem diem bego gitu ). Lagi berdiri disamping perempuan, langsung otaknya ngeres dah ! padahal perempuannya biasa aja, gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimana gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak ! Nah inilah yang sering digembor – gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak, inilah yang diamaksudkan. Sering terbayang selalu, akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung – sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.

* SEROTONIN *

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok. Kenapa begitu ? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang, tentram, damai, piss, ( itulah betapa shittnya rokok ! )

Itulah efek kerja dari hormon serotonin, membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar, fly,,, lihat porno, gue fly gue tenang, gw oke,,, piss man.

Efeknya ? Setiap orang itu kesel, orang itu frustasi, orang itu sedih, orang itu kesepian, orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya, dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya ? yaiyalah, kalau orang stres, pelariannya ke ibadah, mantep ! Kalo pelariannya ke bermeditasi, keren ! Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet dan langsung searching pretty ukr*ini*n girl ??? yalkkk! kan cuma buang – buang duit sama waktu.

* OKSITOSIN*

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ? Karena hormon oksitosinlah jawabannya. Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu ! Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut ! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ? Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut. Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.

Jyaaaalllk ! terikat batin dengan pornografi !

Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???

Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.

Semoga jelas, semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan, yaiyalah ! yang diserang otak !

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini “kok kayaknya gw banget”, silahkan sadar dengan sesadar – sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus friend! Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba.

Kalau kencanduan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik. Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.

sumber artikel : http:// https://abangdani.wordpress.com/2013/09/12/dampak-mengerikan-dibalik-pornografi/ atau https://www.kaskus.co.id/thread/51b7ddf61cd7190f22000002/ngeri-dampak-pornografi-yang-harus-anda-tahu/

Sulitnya Berantas Pornografi, Simak Penjelasannya

sumber gambar : http://waspada.co.id/wp-content/uploads/2018/11/ilustrasi-internet-sehat.jpg

Pemerintah tengah berusaha untuk memerangi pornografi dengan upaya memblokir berbagai situs yang mengandung unsur pornografi, meski telah berhasil memblokir ratusan ribu situs bahkan mungkin sudah sampai jutaan situs yang diblokir namun nyatanya pemerintah masih menemui kesulitan untuk memberantas pornografi.

Karena memang kalau kita lihat saat ini banyak sekali situs porno yang masih bisa diakses dengan berbagai cara yang juga masih tersebar luas berbagai tutorial – tutorial untuk membuka situs yang telah diblokir. Dan juga mari kita lihat disaat game – game online mulai bermunculan masih juga dapat kita lihat ada beberapa game online yang memiliki karakter yang mengandung unsur pornografinya, apalagi kalau kita lihat juga di salah satu media sosial seperti twitter masih banyak konten pornografi yang mudah sekali untuk diakses dan mungkin masih banyak lagi konten – konten pornografi yang masih berkeliaran dibalik sebuah iklan di sebuah website.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, terdapat hal yang belum paten dalam penerapan aturan soal pornografi di Indonesia. Tidak seperti kasus terorisme, narkotika, maupun peredaran obat, aturan mengenai pornografi belum mempunyai badan khusus untuk melakukan penanganan.

“Nah, kalau yang berkaitan dengan asusila atau pornografi, tidak ada lembaga khusus yang menangani. Dan Kemenkominfo selalu mengedepankan pembinaan, terutama untuk sesuatu yang sifatnya tidak bertentangan langsung dengan pornografi,” ujar Rudiantara dalam acara Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila Di Dunia Maya di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Saat ini, lanjut Rudiantara, kasus-kasus yang berkaitan dengan konten pornografi masih ditangani dengan menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 19 Tahun 2016, meskipun hal yang sebenarnya menjadi fokus utama dari aturan tersebut adalah transaksi elektronik.

Sementara jika dilihat dari segi fungsional, penanganan konten-konten yang terindikasi pornografi oleh Kemenkominfo sendiri tidak bisa diharapkan lebih dari upaya pembinaan.

Sementara itu, sosiolog Daisy Indira menilai sulitnya penanganan konten-konten terindikasi pornografi di Indonesia terjadi karena 3 hal; pertama, belum adanya batasan hukum berupa panduan etika berinteraksi yang jelas; kedua, rendahnya literasi digital yang menyebabkan kurangnya tanggung jawab warga net; dan ketiga, terjadinya komodifikasi terhadap konten-konten seksual.

“Terdapat jaringan raksasa dalam ditribusi pornografi di Twitter, di samping jaringan berukuran sedang dan kecil,” ujar Daisy (12/8/2019).

Dia melanjutkan, terdapat tiga aktor yang terlibat dalam proses komodifikasi tersebut, yakni publisher, retweeter, dan konsumer.

Dalam hal pornografi, ilmu sosiologi sendiri dikatakan masih mempertanyakan beberapa hal, yakni paralelitas antara dunia nyata dan dunia maya dan makna istilah asusila bagi masyarakat dengan fakta bahwa nilai merupakan suatu hal yang mengikuti perkembangan zaman.

Untuk itu marilah kita bersama – sama dengan pemerintah memberantas porografi dimulai dari sendiri untuk sadar tentang bahaya dari pornografi dan mengadukan kepada kominfo jika mendapati situs atau website yang mengandung konten pornografi ke situs kominfo.go.id . Indonesia harus bebas dari pornogfari !!!

sumber artikel : https://teknologi.bisnis.com/read/20190812/101/1135476/mengapa-pornografi-sulit-diberangus-ini-penjelasan-menkominfo-rudiantara oleh Rahmad Fauzan – Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  17:08 WIB

Kapan Waktu Aman Penggunaan Gadget Bagi Anak ?

sumber gambar : https://matakepri.com/images/data/news-pic/20170920041058-blog.tokopedia.com_.jpg

Hai sobat peduli tahukah kalian kapan waktu yang pas bagi sobat khususnya kalian para mamah papah muda atau yang baru saja mempunyai anak saat ingin mengenalkan gadget kepada anak – anak kalian?

Pernah gak sih sobat menenangkan bayi kalian saat nangis dengan menontonkan video kartun atau lucu kepadanya ? Yaps munkin itu adalah alternatif juga mungkin itu merupakan cara efektif diera digital saat ini untuk sobat para orang tua untuk menenangkan atau menghibur si bayi tanpa harus keluar rumah dan tenaga. Cukup geser – geser, ketik – ketik dah jadi. Mungkin maksud kita baik namun justru sebaliknya itu cara tersebut kurang baik jika dilakukan pada anak- anak kita khususnya balita.

Dilansir dari halodoc.com American Association of Pediatrics (AAP) melaporkan bahwa anak-anak menghabiskan rata-rata tujuh jam sehari untuk menggunakan media. Ini termasuk televisi, laptop, smartphone, dan alat elektronik lainnya. Padahal, sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan media terlalu dini dan berlebihan bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, lho. Seperti :

  • Rentan mengalami ketergantungan pada gadget.
  • Memengaruhi kemampuan berbicara dan bersosialisasi.
  • Memengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosial.
  • Berisiko terpapar pengaruh buruk dari internet, termasuk rentan menjadi korban bullying.

Untuk itu American Association of Pediatrics (AAP) mengeluarkan beberapa aturan :

Usia Dibawah 18 bulan

Untuk anak dengan usia dibawah 18 bulan anak hanya boleh menggunakan video chatting atau video call pada gadget hal tersebut dikarenakan mungkin dari sobat para orang tua ada yang sedang bekerja du luar kota atau punya keluarga dari luar kota. Jadi hal ini bertujuan untuk mengajarkan si kecil berkomunikasi.

Usia 18 – 24 bulan

Duisia ini peranan sobat sebagai orang tua benar – benar sangat penting dalam mendampingi si kecil jika sobat ingin mengenalkan gadget kepadanya. Mulai dari memilih aplikasi yang edukatif dan tentunya perlu pendampingan agar si kecil tidak berlebihan menggunakannya. Namun alangkah lebih baik jika sobat juga mengajak si kecil dengan berbagai aktifitas fisik dan aktifitas edukatif lainnya agar menstimulasi tumbuh kembang otak dan juga kreativitasnya juga untuk melatih kemampuan berbicara dan juga bersosialisasi.

Usia 2 5 tahun

beberapa aturan aman bermain gadget di usia 2-5 tahun:

  • Batasi waktu Si Kecil bermain gadget, yaitu maksimal 2 jam per hari. Tetapkan juga kapan dan dimana Si Kecil boleh dan tidak boleh menggunakan gadget.
  • Jangan izinkan Si Kecil bermain gadget saat makan, waktu belajar, dan satu jam sebelum tidur. Matikan televisi dan hindari gadget dari Si Kecil di waktu-waktu tersebut.
  • Pilih program televisi yang edukatif, informatif, dan tidak mengandung kekerasan. Pastikan ibu selalu mendampingi Si Kecil saat ini menonton televisi atau menonton video melalui smartphone.
  • Jangan memberikan Si Kecil gadget saat rewel. Jika dibiasakan, ini akan memengaruhi perkembangan pengendalian emosinya.
  • Jangan meletakkan televisi di kamar Si Kecil agar tidak memengaruhi kualitas dan kebiasaan tidur Si Kecil.
  • Pastikan juga Si Kecil tetap melakukan aktivitas fisik yang interaktif. Misalnya, membaca atau bermain bersama keluarga dan teman sepermainannya.

Usia 6 tahun lebih

Tetap batasi waktu dan jenis tayangan yang Si Kecil lihat melalui gadget. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan gadget tidak memengaruhi kualitas tidur, aktivitas fisik, dan perilakunya. Agar komunikasi tetap terjalin, ibu bisa menyediakan waktu khusus untuk berbincang dengan Si Kecil. Misalnya, saat makan siang/malam, di dalam kendaraan, atau di kamar tidur. Pastikan juga ibu memberitahu Si Kecil tentang batasan dalam penggunaan gadget, termasuk tentang etika dan cara menghargai orang di dunia nyata dan maya.

Oke sobat itulah beberapa aturan yang harus sobat terapkan saat ingin mengenalkan gadget pada anak – anak kalian tetapi jangan lupa peranan sobat sebagai orang tua untuk mendampingi dan mengawasi juga sangat penting saat anak mulai mengenal gadget, jangan sampai anak menjadi berlebihan dan menjadi candu terhadap gadgetnya.

Sumber artikel : https://www.halodoc.com/aturan-aman-penggunaan-gadget-pada-anak oleh Redaksi Halodoc 29 June 2018

Tanda Kamu Butuh Detox Smartphone

sumber gambar : https://www.chanty.com/blog/wp-content/uploads/2019/01/Smartphone-detox-740×380.png

Hai sobat peduli, kali ini saya mau tanya sedikit nih sama kalian. Pernahkah kalian merasa gelisah saat tidak menggenggam smartphone walau hanya satu jam saja ? Apakah saat bangun tidur kalian langsung kebingungan mencari smartphone kalian ? Apakah kalian juga hobi stalking di medsos ? Atau juga apakah kalian lebih suka sharing privasimu di medsos ?

Jika sobat pernah mengalami hal tersebut atau saat ini sedang mengalami hal tersebut, emm mungkin sobat perlu yang namanya mendetox tubuh dari smartphone. Tanpa disadari dengan berkembangnya teknologi saat ini terutama smartphone, semua orang bisa memilikinya, dulu hanya sebagian orang kelas menengah keatas saja yang bisa memiliki smatrphone, namun kali ini semua kalangan bawah maupun atas dari yang anak – anak, dewasa, maupunn lanjut usia sekarang semua bisa memiliki yang namaya smartphone.

Namun banyak dari pengguna smartphone yang kurang sadar dan bijak dalam penggunaan smartphone hingga bila digunakan secara berlebih akan menimbulkan candu yang akan memberikan dampak bagi kehidupan. Ya mungkin dengan adanya smartphone dampak positifnya banyak membuka lapangan pekerjaan seperti ojek online, juga dengan smartphone akan lebih mempermudah saat kita menginginkan sesuatu, tinggal cari di mesin pencarian semua akan keluar sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Namung jangan senang dulu bila mana sobat terlau berlebihan dan tidak bijak dalam menggunakan smartphone kaliana akan menjadi candu dan mungkin akan mengalami yang hal seperti yang saya tanyakan tadi. Itu hanya beberapa, masih banyak lagi dampak negatif saat sobat sudah menjadi candu smartphone dari gaya hidup, pola hidup dan juga aspek sosial, sudah banyak beredar berita tentang bagaimana dahsyatnya dampak negatif dari kecanduan smartphone.

Di sisi lain saat sobat sudah kecanduan smartphone tubuh sobat juga akan terkena dampaknya juga, seperti :

Gangguan Tidur

Pantulan cahaya biru dari layar ponsel menghambat produksi hormon dan melatonin yang menyebabkan rasa kantuk.

Saat siang hari, cahaya biru dari matahari diserap oleh matamu, dan ketika cahaya biru dari ponsel diserap mata pada malam hari akan mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kamu tidak tidur atau istirahat di malam hari.

Sebuah studi yang dilakukan universitas di Seoul, Korea, membandingkan kesehatan kalangan remaja yang sudah kecanduan smartphone dengan teman sebayanya yang sebaliknya tidak kecanduan ponsel.

Dalam studi tersebut menemukan para remaja yang sudah kecanduan smartphone mengalami tingkat kecemasan, insomnia, depresi, serta implusif yang sangat tinggi.

Sakit Leher

Sakit di bagian leher merupakan salah satu dampak buruk dari keseringan menggunakan ponsel. Dokter juga mengungkap, angka orang yang mengeluhkan sakit leher meningkat.

Diduga yang menjadi penyebab masalah tersebut akibat terlalu lama menunduk ketika menggunakan smartphone.

Text Claw

Text claw adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan rasa sakit dan kram akibat terlalu sering menggunakan ponsel.

Menggenggam smartphone secara terus-menerus bisa menyebabkan masalah tendon dan peradangan, terutama pada ibu jari yang biasa digunakan mengetik di layar ponsel.

Jika sobat sudah merasakan beberapa gejala tersebut dan sudah mengalami apa yang saya tanyakan tadi di awal, sudah saatnya sekarang buat sobat untuk mulai mendetox tubuh dari smartphone. Jangan sampai hanya karena kita terlalu asyik dan candu dengan smartphone kehidupan kita menjadi korban.

sumber penulisan : https://www.harapanrakyat.com/2019/12/detox-smartphone-penting-dilakukan-agar-hidup-kamu-lebih-sehat/ Oleh Eva Latifah -08/12/2019