Category Archives: Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Modus Penelitian Berbuntut Pelecehan Seksual Oleh Seorang Guru

sumber gambar : https://www.law-justice.co/img_post/1/2019/2019-07-21/ed04c64bc6003129280918f0f81b6519_1.jpg

Seorang guru yang harusnya memberikan teladan dan pendidikan bagi murid-muridnya justru malah memanfaatkan muridnya sebagai bahan pelampiasan hasrat seksualnya.

Seperti dengan apa yang terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama yang ada di Malang seorang guru telah diduga melakukan pelecehan seksual kepada beberapa muridnya dengan modus menyuruh muridnya untuk bermasturbasi dengan alasan untuk penelitian.

MALANG – Seorang guru bimbingan konseling di sebuah SMP di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditangkap polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual. Pria berinisial CH (38) itu diduga meminta 18 siswanya bermasturbasi atau onani dengan modus untuk penelitian.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, kasus itu terungkap setelah ada seorang korban mengadu ke orangtuanya terkait perbuatan CH. Orangtua siswa lalu berkoordinasi dengan guru yang ditindaklanjuti dengan mengumpulkan 18 siswa yang jadi korban.

Setelah itu kasusnya dilaporkan ke polisi, pada 3 Desember 2019. Polisi kemudian menyelidikinya dengan memeriksa saksi-saksi serta mendatangi tempat kejadian.

“Pelaku mengarah ke CH ini, lalu dilakukan penyelidikan. Namun yang bersangkutan tidak pulang di rumahnya di Kepanjen sejak 3 Desember,” kata Yade dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019).

Setelah dicari, polisi akhirnya menemukan dan menangkap CH di daerah Turen, pada Jumat 6 Desember 2019 sore.

Berdasarkan penyelidikan polisi, CH diketahui melakukan perbuatan cabulnya sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2019 di ruang tamu bimbingan konseling (BK) di sekolah tempat kerjanya. Aksi itu sering dilakukan di luar jam sekolah.

“Saat jam istirahat (CH) memanggil muridnya meminta untuk menemuinya usai pulang sekolah di ruang BK. Di sanalah perbuatan cabul dilakukan pelaku,” ujar Yade.

Menurut Yade, polisi sudah mendata ada 18 siswa yang korban pencabulan CH. Mereka telah dimintai keterangan dan divisum.

Pelaku CH yang telah memiliki seorang istri dan seorang anak mengaku perbuatan itu dilakukan karena dirinya mempunyai hasrat seksual ke sesama laki – laki. “Punya hasrat seksual (ke laki-laki) sejak usia 20 tahun,” ujar CH saat ditanya wartawan.

Akibat perbuatannya, CH akan dijerat dengan Pasal 82 Juncto 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 82 Ayat 2.

“Oleh karena pelaku merupakan tenaga pendidik maka hukumannya ditambah sepertiga menjadi 20 tahun penjara maksimal,” pungkas Yade.

Pemberian edukasi sesksual memang sangatlah penting, namun sayangnya masih banyak dari orang tua kita yang jarang memberikan edukasi tentang seksual kepada anak sesuai dengan umurnya. Entak karena tidak tahu, tidak ada waktu untuk anak, risih, ataupun masih tabu dengan hal yang berbau seksual.

Predator seksual sangatlah mahir dalam menyembunyikan perilakunya, maka dari itu sebagai orang tua hendaknya harus tahu tentang edukasi dan mau memberikan edukasi seksual terhadap anak.

Di jaman sekarang mudah sekali para predator seksual melakukan aksi buruknya dengan berbagai modus yang bersembunyi dibalik identitas maupun kebaikan.

Sumber artikel : https://news.okezone.com/read/2019/12/07/519/2139171/guru-smp-di-malang-minta-18-siswanya-masturbasi-modusnya-untuk-penelitian?page=1 oleh Avirista Midaada, Jurnalis Sabtu 07 Desember 2019 16:42 WIB

Miris ! Eksploitasi Ekonomi, Seksual, dan Perdagangan Anak Berkedok Kafe

sumber gambar : https://ecpatindonesia.org/wp-content/uploads/2017/03/49-persen-anak-indonesia-alami-eksploitasi-seks-dan-ekonomi.jpg

Kembali lagi Ibu Pertiwi kita dibuat sedih dan miris, atas terungkapnya kasus eksploitasi anak secara ekonomi dan seksual juga perdagangan anak berkedok kafe di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kasus tersebut berhasil terungkap pada tanggal 13 Januari dan berhasil mengamankan 6 tersangka dan telah dilakukan penahanan ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus selasa (21/1).

Pada kasus tersebut juga ditemukan ada 10 korban anak – anak dengan usia antara 14 – 18 tahun yang dieksploitasi dengan cara melayani para pria hidung belang dalam memenuhi hasrat seksualnya.

Tidak tanggung – tanggung tersangka menetapkan target kepada para korban dengan harus melayani pria hidung belang setidaknya 10 kali dalam satu hari. Di dalam aksinya tersangka menetapkan tarif 150 ribu kepada para pria hidung belang untuk sekali main.

Dari hasil tersebut dibagi 90 ribu untuk tersangka dan 60 ribu untuk korban. Namun jika korban tidak dapat memenuhi target 10 kali melayani dalam sehari maka akan mendapatkan denda sebesar 50 ribu sehari.

Bukan hanya itu, tersangka juga memberikan pil khusus untuk menahan masa menstruasi kepada para korban dengan alasan karena target yang harus dipenuhi korban.

Bahkan tersangka pun tidak memperhatikan kesehatan para korbannya untuk melakukan pemeriksaan berkala. Hal itu diperkuat karena ditemukannya luka di bagian alat kelamin korban.

Dalam motifnya ke-6 tersangka tersebut mempunyai peran masing – masing dalam melakukan tidakannya. Ada 2 yang salah satunya berperan sebagai mucikari dan pemilik kafe, juga memaksa para korban untuk melayani pria hidung belang.

Ada 2 yang bertugas mencari target pengeksploitasian (anak – anak) di media sosial dengan iming – iming memberikan pekerjaan dengan gaji yang besar kemudian menjualnya kepada pemilik kafe atau mucikari di kafe tersebut, dan 2 yang lainnya adalah sebagai cleaning service.

Dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk menyadari bahwa di era kemajuan teknologi dan perkembangan jaman hendaklah agar selalu waspada dan hati – hati khususnya di ranah media sosial.

Semua kejahatan mudah untuk disembunyikan dan disamarkan jika berada di media sosial.

Dan juga menjadi peringatan bagi kita Bangsa Indonesia bagaimana kasus pengeksploitasian dan kekerasan terhadap anak masih marak dan merajalela.

Bagi anak – anak yang mengalami pengeksploitasian dan kekerasan entah secara ekonomi maupun seksual akan mengalami sebuah trauma secara mental yang sulit hilang bahkan mungkin akan selalu teringat sampai dewasa, tua dan akhir hayatnya.

sumber artikel : 1. https://www.merdeka.com/trending/aksi-keji-mami-di-penjaringan-tega-jual-anak-di-bawah-umur-ke-pria-hidung-belang.html Rabu, 22 Januari 2020 09:01 oleh Reporter : Tantiya Nimas Nuraini, 2. https://www.republika.co.id/berita/q4gdqf409/polisi-ungkap-praktik-eksploitasi-anak-dijadikan-psk Selasa 21 Jan 2020 17:42 WIB oleh Rep: Flori Sidebang / Red: Andri Saubani

Lindungi Buah Hati dari Predator Seksual

sumber gambar : https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700×465/photo/2018/08/09/2688602482.jpg

Di jaman dulu seringkali orang tua selalu mengingatkan anak – anaknya terutama anak perempuan untuk berhati hati dalam bergaul, ya walaupun itu juga berlaku bagi anak laki – laki tapi tetap saja peringatan tersebut bakal lebih ditekankan kepada anak perempuan mereka.

Namun diera sekarang hendaknya juga orang tua tidak hanya memberikan peringatan khusus kepada anak perempuannya tetapi juga kepada anak laki – laki mereka, kenapa demikian ? jawabnya ‘waspadalah predator seksual sekarang berada dimana – mana’. Baik laki – laki maupun perempuan dari anak – anak hingga dewasa bisa menjadi target dari para predator seksual.

Kenapa predator seksual bisa berada dimana mana ? karena mereka sangatlah susah untuk dikenali ciri – cirinya bahkan mungkin mereka berada disekitar anda entah teman atau keluarga sendiri. Maka dari itu sebagai orang tua diera sekarang hendaknya harus lebih cermat terhadap pergaulan anak – anak mereka baik laki — laki maupun perempuan. Patut dicurigai jika anak laki – laki atau anak perempuan kalian menjalin persahabatan dengan sesama jenisnya secara akrab bahkan sampai intens, bukannya apa – apa atau tidak percaya namun hal itu sebagai cara menghindarkan anak dari hal yang tidak diinginkan.

Jadilah sahabat bagi anak – anak kalian agar timbul keterbukaan untuk menceritakan berbagai hal atau masalah yang dialami anak, dan jangan lupa untuk memberikan pendidikan seksualitas sejak dini kepada anak, sesuai dengan kemampuan dan umurnya, sudah saatnya tidak risih bahkan jijik saat mendengar kata seksualitas, karena diera sekarang sangatlah penting memberikan pendidikan seksualitas kepada anak, agar anak menjadi tau bagaimana harus bertindak kepada sesamanya atau lawan jenisnya dan juga agar membentuk tameng pada diri anak agar dapat menjaga diri dari hal yang tidak diinginkan.

Kisah dibawah ini adalah salah satu contoh bahwa begitu kejamnya predator seksual dan parahnya mereka berada disekitar lingkungannya, hingga menimbulkan dampak yang serius bagi korban, semoga korban tetap istiqamah, semangat dan tidak putus asa memohon pertolongan ALLAH.

Simak kisahnya

“DUNIA SAYA HANCUR SETELAH KEJADIAN ITU”

(Silahkan dibaca sampai selesai. Apa yang saya tuliskan adalah adaptasi kisah nyata salah seorang mahasiswa bimbingan sahabat saya, maaf untuk kesamaan nama, waktu dan tempat).

Jumat pagi selepas senam di halaman fakultas, sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak saya kenali. “Gak usah diangkatlah, paling – paling tawaran kredit atau asuransi lagi,” batin saya.
Bukannya saya anti, tapi seringkali mba/mas oknum perusahaan tersebut melupakan etika menelpon.

Pagi ini, sepertinya ada kekuatan lain yang mendorong saya untuk mengangkat telpon tersebut.
“ Assalamualaikum , maaf ini siapa?”
“ Waalaikum salam Bu, maaf mengganggu Bu. Ini saya Budi Bu, mahasiswa bimbingan Ibu angkatan 12. Saya pakai nomor baru, Bu,” jelas suara di ujung sana.
“ Anda bagimana kabarnya, sudah setahun menghilang, masih mau lanjut skripsinya?”
“Maaf Bu, saya sakit setahun terakhir. Ibu ada dikampuskah hari ini, saya bisa ketemu, Ibu? Ada masalah yang harus saya ceritakan kepada Ibu.”
“Saya hari ini rapat sampai jam tiga. Kalau mau, saya ada waktu selepas Ashar. Silahkan ke kantor saya jam 4 sore ya.”
“ Baik Bu, terima kasih. Nanti InsyaAllah saya ke kampus jam 4 sore Bu.”

Teleponpun ditutup.

Jam empat lebih lima menit, terdengar salam dan ketukan dari pintu ruangan saya.
“Waalaikumsalam, silahkan masuk.”
Seorang mahasiswa dengan perawakan kurus dan tinggi masuk ke ruangan saya.

“Astaghfirullah aladzim….kamu kenapa Bud? Duduk..duduk..”
Budi yang dulu berbadan tegap dan berwajah ceria, sekarang tampak berubah total. Kurus dan ceking.

“Apa kabar Bud, kemana saja menghilang?”
“ Iya Bu, beginilah kondisi saya sekarang, jadi seorang pesakitan. Kalaulah saya nggak sakit, nggak mungkin saya menunda nunda skripsi saya Bu.”

“Memangnya Anda sakit apa? Badan jadi kurus ceking begitu.”
“hmmm anu Bu..tapi Ibu jangan cerita-cerita sama dosen-dosen yang lain ya Bu.”

Budi mengumpulkan seluruh energinya untuk memulai bercerita…

“ Saya kena H.I.V Bu….” Budi tak kuasa menahan tangisnya.
“H.I.V?” saya seakan tidak percaya.
“ Iya Bu…”
“ Kenapa bisa Bud? Kamu salah pergaulan? “ tanya saya mulai menginterogasi

“ Panjang ceritanya Bu. Saya sendiri nggak menyangka akan seperti ini. Entah apa kesalahan saya sehingga saya diberi ujian seberat ini,” Budi makin tak kuasa menahan tangisnya.
“ Nih Bud…” saya menyodorkan kotak tisu.
“ Gimana ceritanya?”

“ Ibu kan tau saya suka badminton. Saya sering main badminton disalah satu sports hall di daerah Jagakarsa. Disini saya ketemu dengan kawan-kawan baru, baik yang masih mahasiswa dan yang sudah bekerja, salah satunya Tony, seorang karyawan perusahaan swasta. Suatu sore hari minggu tiga tahun lalu, saya diajak untuk main badminton ba’da Isya. Pas saja memang lagi libur dan di kampus tidak ada kegiatan, saya menerima ajakan tersebut. Selepas main, Tony mengajak saya untuk nginap saja di rumahnya yang tidak jauh dari tempat kami main. Karena orangnya baik, dan kami sudah cukup akrab setelah beberapa kali main bareng, jadilah saya menginap dirumahnya”

“Rumahnya lumayan besar ada dua kamar, satu kamarnya Tony dan satu lagi kamar untuk tamu. Dan saya tentunya tidur di kamar tamu. Selama dirumahnya dia bercerita mengenai aktifitas dia di kantor dan memberikan beberapa motivasi buat saya. Sebelum tidur Tony sempat menyuguhkan teh manis. Dan minuman inilah awal dari malapetaka. Selepas meminum minuman yang disuguhkan, saya merasa sangat mengantuk sekali. Saya kemudian ijin tidur duluan. Pintu kamar tidak saya kunci. Saya tertidur sangat pulas”

Budi menarik nafas, melihat kelangit-langit. Bulir-bulir bening kemudian mengalir lagi dari matanya.
“ Ketika saya terbangun, saya mendapati dubur saya sangat sakit sekali. Saya nggak usah cerita Bu. Ibu tahulah apa yang saya alami. Tony sudah tidak ada, sudah berangkat kerja. Yang ada mba – mba yang tiap hari datang pagi pulang sore yang bersihin rumahnya. Sakit,sedih kesal campur jadi satu Bu. Bodohnya saat itu saya tidak lapor siapa-siapa. Saya langsung pulang kerumah, dan mengubur kisah ini dalam – dalam. Saya trauma sekali Bu. Saya tidak berani lewat di depan hall, semua akses saya ke Tony saya blok. Saya ganti nomor, ganti akun sosmed. Setelah kejadian itu saya berdo’a kepada ALLAH SWT agar kuat dengan ujian yang saya alami malam itu.”

“Dua minggu setelah kejadian saya sempat panas demam, dan ruam kulit. Saya coba google, takut kenapa-napa karena kasus di rumah Tony. Gejala yang saya alami mengarah ke HIV, tapi saya membuang jauh pikiran itu bahkan saya juga nggak berani ke dokter karena takut kalau memang positif HIV. Tapi setelah dua tahun, tiba tiba tubuh saya drop bu, berat badan saya turun dan pembengkakan kelenjar getah bening. Keluarga membawa saya ke dokter. Dan saya divonis positif HIV”

“Saya hancur bu, saya merasa nggak punya masa depan. Nggak ada gunanya lagi saya kuliah dan menyelesaikan skripsi saya. Saya hanya akan menyusahkan keluarga dan banyak pihak”

Budi mengambil nafas dalam-dalam

“ Saya sempat depresi dan mau mati saja. Nggak ada gunanya saya hidup. Beruntung, ayah, ibu dan kakek saya sangat mensupport Bu. Mereka yang menguatkan saya untuk bertahan. Ayah yang senantiasa memotivasi saya untuk bertahan, menyelesaikan kuliah. Beliau percaya saya masih bisa melakukan sesuatu. Beliau percaya saya bisa selesai kuliah dan diwisuda. Beliau sangat ingin melihat saya, anak pertamanya bisa pakai toga, karena dilingkungan kami memang belum ada yang lulus perguruan tinggi negeri Bu.”

Budi mengambil beberapa helai tisu, air matanya mengalir makin deras

“ Selepas idul fitri kemaren, Ayah saya meninggal dunia. Salah satu orang yang paling mensupport saya pergi meninggalkan saya. Saya sangat kehilangan dan kembali drop. Tapi saya ingat pesan beliau bahwa saya bisa bertahan dan saya bisa menyelesaikan kuliah saya. Salah satu motivasi saya saat ini, ya itu Bu, saya ingin Ayah saya di alam sana bisa melihat saya wisuda.

Saya juga tidak kuasa menahan air mata. Saya tahu persis karakter dan potensi yang dimiliki Budi

“ Saya turut sedih dan prihatin Bud dengan kasus Anda. Saya sendiri nggak tau harus bagaimana jika kejadian ini menimpa anak saya. Anda tahu kan solusi terbaiknya”
“ Iya bu…mendekatkan diri kepada ALLAH SWT”
“ iya betul. ALLAH yang maha pemilik rencana, ALLAHlah sang Maha pemilik kehidupan. Serahkan semua masalah kepada-Nya.”

“Sekarang Anda kontrol dimana?

“ Alhamdulillah Bu, ada salah satu RS di Jakarta Pusat yang memberi pelayanan gratis untuk orang-orang posistif HIV seperti saya lengkap dengan obatnya”

“ Alhamdulillah, Kalau begitu. Anda sudah cerita kesiapa saja? Teman-teman anda ada yang tahu?

“ Saya gak berani Bu. Tante dan Om saya saja ada yang tidak mau ketemu saya, karena katanya takut Bu. Saya berani cerita ke Ibu, karena selain pembimbing saya Ibu juga perhatian terhadap kondisi dan prestasi mahasiswa. Teman-teman deket sudah saya ceritakan, dan alhamdulillah mereka mensupport saya, bahkan mengingatkan jadwal minum obat saya.”

“Bud, setiap hamba punya cobaan masing-masing. Dan saya tau ini cobaan yang sangat berat bagi Anda. Semoga Anda kuat ya. Sama seperti almarhum Ayah Anda, saya percaya bahwa Anda juga akan mampu menyelesaikan skripsi ini. Saya tau aktifitas-aktifitas Anda, potensi Anda. Anda adalah orang yg punya komitmen dan bertanggungjawab pada pekerjaan dan tugas- tugas anda di organisasi. Terkait skripsi ini, InsyaAllah bisa segera Anda selesaikan.”


Budi, seorang aktifis mahasiswa yang pintar, berakhlak baik, berasal dari keluarga sederhana, kemudian terjangkit H.I.V karena keganasan para predator di sekitar kita.

Kalau dulu orang bilang, hati-hati anak gadis anda. Sekarang semuanya sama. Hati hati juga dengan anak bujang Anda. Di luar sana banyak predator yang siap memangsa mereka.

Perhatikan pergaulan mereka, dengan siapa mereka bergaul. Anda sudah mulai harus curiga jika ada dua anak gadis terlalu akrab, begitu juga dengan dua anak bujang yang sangat akrab, sering nginap bareng. Bisa saja mereka terkena virus pencinta sesama.

Buat para dosen, bisa bantu untuk ingatkan mahasiswanya, khususnya mahasiswa baru untuk tidak terlalu lugu dan naif dengan pergaulan kota besar. Banyak ancaman mengintai mereka.

Untuk para ayah bunda, jadilah sahabat dan tempat curhat anak-anak kita dan jangan lupa berikan putra-putri tercinta wawasan dengan kejahiliyahan jaman now dan ingatkan kalau banyak predator di sekitar kita.

Dan yang paling utama marilah kita selalu berdo’a kepada ALLAH karena ALLAH adalah sebaik-baik penjaga untuk anak-anak kita.

**

Tulisan ini saya tulis atas permintaan sahabat saya. Sekali lagi Ini adalah kisah nyata, tidak ada fitnah untuk mendeskriditkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) . Dan semoga bisa jadi pelajaran dan pengingat bagi kita semua.

Abak Munas [Munas Ramli Ph.D]
Dosen FITK UIN Jakarta

Tetaplah waspada kepada siapapun orang yang anda kenal ataupun yang baru anda kenal, predator seksual biasanya bersembunyi dibalik keramahan mereka.

Sumber : https://web.facebook.com/groups/pedulisahabat2014

Jaga Privasi Anak dari Pelaku Kejahatan dan Pelecehan Seksual

sumber gambar : http://www.kesekolah.com/images2/big/2014082615444510403.jpg

Dear para orang tua, seiring dengan keamjuan teknologi digital saat ini, kejahatan pun juga makin menunjukan taringnya melalui teknologi digital yang sekarang hampir setiap orang bisa menggunakannya, patut diwaspadai kepada setiap orang tua untuk selalu menjaga privasi anaknya terutama di dunia digital saat ini.

Karena jika kita kritisi di era saat ini sudah kian memprihatinkan perilaku kejahatan terutama kejahatan terhadap anak – anak mulai dari penculikan, pengeksploitasi anak – anak hingga sudah sangat kronis saat ini bila kita mendengar yang namanya kejahatan seksual terhadap anak – anak.

Untuk itu perlu diketahui untuk para orang tua bagaimana cara menjaga privasi anak untuk mencegah berbagai perilaku kejahatan anak :

1.Jangan terlalu sering memposting foto anak di media sosial, apalagi kalo anak sedang tidak mengenakan pakaian atau sedang mandi.

Media sosial memang kadang menjadi sarana kita untuk berbagai sebuah cerita atau kebahagiaan salah satunya melalui sebuah foto. Di era sekarang sadar gak sadar para orang tua kerap memposting kegiatan anak – anak di sosial media. Jika kita tanya ya mungkin tak ada salahnya, apalagi bila baru mempunyai seorang anak tak jarang orang tua akan sering memposting kegiatan anak dari bangun sampai tertidur lagi.

Wahai para orang tua ketahuilah di era kemajuan digital saat ini banyak kejahatan yang dimulai dari media sosial. Sangat disayangkan juga jika ada orang tua yang memposting kegiatan anaknya yang sedang mandi dengan alasan masih kecil atau apapun. Bagi para pelaku pedofilia jika melihat hal tersebut mereka akan sangat antusias dan bergairah, maka berhati – hatilah, dan ingatlah pelaku pedofilia tak jarang ada juga yang berasal dari kalangan keluarga sendiri.

Maka dari itu bijaklah orang tua saat ingin membagi momen bersama dengan sang anak di media sosial, ini bukan soal tidak boleh ini itu tetapi sebagai orang tua patutlah mulai sekarang untuk pelan – pelan belajar tentang betapa besar pengaruh dunia digital terhadap dunia kejahatan terutama kejahatan terhadap anak – anak.

2.Berhati – hatilah mengenai informasi alamat rumah dan alamat sekolah anak

Saat orang tua memposting kegiatan anak di media sosial tak jarang mereka ikut menyertakan alamat atau lokasi kegiatan. Hal ini patut diwaspadai dan dianjurkan untuk tidak menyertakan lokasi terutama yang berkaitan dengan alamat yang penting seperti alamat rumah atau alamat sekolah anak. .Dengan mengetahui lokasi, pelaku kejahatan akan sangat mudah melancak target. Pasti pernah dengar ‘kan tentang kasus penipuan melalui telepon yang sering mengabarkan tentang kecelakaan anak di sekolah (jatuh saat bermain, jatuh dari tangga, dan sebagainya). Penipu biasanya tahu persis nama anak dan di mana ia sekolah.

Apalagi bagi para pelaku penculikan anak – anak informasi mengenai alamat tersebut sangatlah penting. Untuk itu berhati – hatilah dalam memberitahukan atau menyertakan alamat atau lokasi di media sosial.

3.Saat berada di kolam renang waspada dan pakaikanlah pakaian renang yang tertutup untuk anak – anak

Mengingat semakin maraknya perilaku pedofilia, waspadailah orang tua saat membawa anak di tempat umum terutama saat mengajak anak berenang di pemandian umun atau kolam renang umum pakaikanlah anak dengan pakaian renang yang tertutup.

Mengingat juga di kolam renang atau pemandian biasanya dari yang anak – anak sampai yang dewasa berada di kolam yang sama, walaupun ada juga kolam khusus anak – anak tapi tak jarang para orang tua ada juga yang tetap mengajak anak untuk berenang di kolam yang untuk umum, hal itu bisa menguntungkan bagi para pelaku pedofilia yang sulit untuk diketahui ciri – cirinya.

4.Stiker anggota keluarga yang ditempel di kaca mobil ternyata ada sisi buruknya.

sumber gambar : https://thenewswheel.com/wp-content/uploads/2014/05/stick-figure-family-danger-700×378.jpg
bisa juga dibaca di : https://thenewswheel.com/police-advising-families-remove-stick-figure-decals-bumper-stickers/

Mungkin bisa dibilang hanya sebuah tempelan tapi dalam hal analisa penjahat bisa lebih pandai dalam memindai dan mempelajari sebuah informasi untuk melakukan aksinya. Jadi berhati – hati juga dalam menempel stiker di kendaraan yang kita tumpangi terutama yang berkaitan dengan informasi keluarga entah stiker anggota keluarga, stiker parkir di perusahaan, stiker tempat anak sekolah. Bisa jadi itu menjadi media informasi si penjahat untuk melakukan aksinya.

Mari bersama menjadi orang tua yang sadar, bijak dan mau belajar, jangan menjadi orang tua yang kaku akan informasi, setidaknya dengan kemajuan teknologi juga bisa menambah pengetahuan untuk mengetaui dan mencegah tindakan kejahatan yang berbahaya bagi anak – anak kita.

Sumber penulisan : https://www.hipwee.com/wedding/4-pedoman-sederhana-lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual-ngeri-kalau-baca-berita-akhir-akhir-ini/ oleh  JULIA ALELA

Grooming ? Dibalik Kekerasan Seksual Terhadap Anak

sumber gambar : https://www.secureverifyconnect.info/sites/default/files/styles/image_740x431/public/field/image/OnlineGrooming.jpg?itok=Cba3sq9I

Kecanggihan teknologi kian tahun mengalami peningkatan yang sangat pesat juga para penggunanya pun mengalami peningkatan kuantitas baik dari kalangan anak – anak hingga usia lanjut usia. Namun perlu kita waspadai khususnya bagi orang tua yang di era milenial saat ini yang kerap memberikan kebebasa anak – anak untuk menggunakan gadget tanpa edukasi, filter, juga pengawasan.

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini tanpa kita sadari kejahatan juga berkembang secara diam – diam, menyamar, dan bersembunyi bahkan bisa mengawasi setiap kegiatan yang kita lakukan di media sosial maupun internet . Salah satu yang harus diwaspadai secara ekstra khususnya bagi orang tua milenial saat ini adalah banyak para pelaku kejahatan melakukan Grooming terhadap anak- anak.

APA ITU GROOMING ?

Menurut lembaga internasional Masyarakat untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak-anak atau National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), grooming merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan hubungan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan mereka.

Dan saat ini Grooming menjadi modus baru bagi para pelaku kejahatan khususnya kejahatan seksual yang memanfaatkan peran media sosial untuk melancarkan aksinya melakukan pelecehan seksual dengan target mereka adalah melainkan dari kalangan anak – anak khususnya anak perempuan.

Biasanya para pelaku grooming atau groomer membuat akun/identitas palsu untuk mengelabuhi korban. Seperti kasus yang terjadi di Surabaya ketika pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka pelaku grooming berinisial TR ( 25 ). Dengan menggunakan akun/identitas palsu dari seoraang guru pelaku TR berhasil mengumpulkan 1300 foto dan video anak tanpa busana didalam akun e-maillnya, dari sekian banyaknya foto dan video sudah terindentifikasi sebanyak 50 anak dengan identitas berbeda.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) yang mendapat laporan dari seorang guru bahwa akun media sosialnya dipalsukan. Dan setelah diselidiki ternyata pelaku pemalsuan akun media sosial guru tersebut tak lain adalah tersangka TR ( 25 ).

Saat melancarkan aksinya groomer akan membangun karakter tersendiri untuk memikat korban yang sudah menjadi target si groomer. Dan setelah itu goomer akan mulai menghubungi korban dan mulai membangun hubungan, memberikan perhatian – perhatian atau saran kepada korban . Entah apa skill yang dimiliki si groomer hingga ia mampu menjadi sosok figur yang didambakan korban, sosok mentor, dan bahkan bisa menjadi kekasih si korban yang notabene mereka hanya melakukan hubungan melalui media sosial.

Semakin dekat hubungan groomer dengan korban maka pelan – pelan groomer akan mulai mengalihkan pembicaraan ke arah yang berbau seksual dan mulai berani untuk meminta foto dan video yang berbau seksual dengan iming – iming berupa uang, hadiah, dan hal – hal lain yang memmbuat si korban mau menuruti permintaan si groomer bahkan bisa jadi si groomer juga akan membuat ancaman yang membuat korban mejadi ketakutan.

Pelaku groomer sangat lihai dalam mengelabuhi korbannya karena jika korban dan groomer sudah mempunyai hubungan erat dan keterbukaan maka akan sulit untuk mengetahui modusnya. Untuk prosesnya pun tergantung dari keahlian groomernya itu sendiri bisa lama atau singkat.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa menjadi korban dari groomer, mereka yang menjadi korban groomer biasanya mereka yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tua, tidak percaya diri, mengalami masalah keluarga. Namun jika kita lebih teliti terdapat ciri – ciri atau indikasi korban dari groomer.

CIRI – CIRI KORBAN GROOMING

seorang korban grooming dapat kita lihat dari berbagai ciri – ciri dibawah ini :

  1. Menjadi sangat tertutup
  2. Punya pacar yang umurnya lebih tua
  3. Memiliki barang baru dan uang berlebih
  4. Mudah tertekan dan sensitif

Sebagai informasi menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( KemenPPPA ) bahwa kasus grooming sudah terjadi sejak tahun 2016. Namun banyak dari masyarakat baru mengetahui kasus ini karena di tahun 2019 telah lebih dari 236 kasus grooming terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pesan penting bagi para orang tua milenial saat ini bahwa penyebab dari aksi grooming ini sendiri bukan hanya dari kecanggihan teknologi yang semakin maju saat ini namun peran orang tua yang kurang waspada dan kurang memperhatikan anak di era kejuan teknologi saat ini terutama saat orang tua membebaskan anak untuk bermain gadget tanpa diberikan edukasi yang baik mengenai bagaimana cara menggunakan gagdet yang baik dan mengontrol atau memfilter kegiatan anak di dalam gadgetnya.

sumber penulisan : 1. https://news.detik.com/berita/d-4635087/mengenal-grooming-modus-baru-pelecehan-seksual-terhadap-anak 2. https://www.indozone.id/news/d5snEe/ketahui-taktik-ciri-grooming-modus-pelecehan-seksual-pada-anak 3. https://www.solopos.com/grooming-kekerasan-seksual-pada-anak-via-medsos-1023078