Category Archives: Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Hari Anak Perempuan Internasional, Ini 5 Fakta Miris yang Tengah Dihadapi

sumber gambar : https://lakilakibaru.or.id/wp-content/uploads/2015/11/kekerasan-seksual-anak-1280×720.jpg

Suara.com – Hari Anak Perempuan Internasional, Ini 5 Fakta Miris yang Tengah Dihadapi

Kekerasan adalah masalah terbesar bagi anak perempuan di seluruh dunia, dan tingkat penolakan yang tinggi bagi mereka di mata sosial memperburuk kondisi ini. 

Hal inilah yang membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap tanggal 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan International (International Day of Girl Child).

Dilansir dari situs UNICEF USA, Hari Anak Perempuan Internasional dijadikan sebagai momen khusus agar setiap lapisan masyarakat bisa fokus terhadap masalah yang dialami anak perempuan di seluruh dunia. 

Sebuah penelitian terbaru oleh UNICEF menemukan bahwa kekerasan adalah masalah utama bagi jutaan dari mereka. Berikut adalah lima fakta mengejutkan tentang bagaimana kondisi anak perempuan di seluruh dunia.

1. Sejumlah besar anak perempuan dilecehkan

Seperempat anak perempuan melaporkan menjadi korban beberapa bentuk kekerasan fisik. Itu termasuk anak perempuan berusia 15 hingga 19 tahun di seluruh dunia atau sekitar sekitar 70 juta anak perempuan yang melaporkan kekerasan sejak usia 15 tahun. Angka itu hanya mencakup kasus yang dilaporkan; sementara masih sangat banyak yang tidak menjadi perhatian.

2. Kekerasan seksual adalah masalah besar yang mereka alami

1 dari 10 anak perempuan telah mengalami tindakan seksual paksa. Itu angkanya sama dengan sekitar 120 juta gadis di bawah 20 tahun di seluruh dunia. Sepertiga dari mereka berusia antara 15 sampai 19 tahun dan sudah menikah, dan telah menjadi korban kekerasan emosional, fisik atau seksual yang dilakukan oleh suami atau pasangan mereka.

3. Kebanyakan kekerasan terhadap anak perempuan tidak dilaporkan.

Di beberapa negara, sebanyak 70 persen anak perempuan tidak pernah mencari bantuan. Hampir setengah dari anak perempuan usia 15 hingga 19 tahun berpikir jika seorang pria dibenarkan untuk memukuli istri atau pasangannya jika mereka menolak berhubungan seks, meninggalkan rumah tanpa izin, berdebat, mengabaikan anak-anak mereka atau tidak menyiapkan  makan malam.

4. Pernikahan anak adalah hal biasa

Lebih dari 700 juta wanita di seluruh dunia menikah sebelum ulang tahun ke-18 mereka. Sekitar sepertiga atau sekitar 250 juta dari mereka menikah sebelum usia 15 tahun. Dan di beberapa tempat, terutama komunitas pengungsi Suriah, insiden pernikahan anak meningkat.

5. Intimidasi tersebar luas

1 dari 3 anak perempuan di seluruh dunia yang berusia antara 13 sampai 15 tahun mengalami intimidasi secara teratur. Ini termasuk intimidasi langsung seperti menggoda, intimidasi tidak langsung seperti menyebarkan desas-desus, hingga cyber-bullying.

UNICEF bekerja dalam banyak cara untuk mencegah kekerasan terhadap anak perempuan, termasuk menyediakan tempat berlindung dan ruang lindung; mempromosikan pendidikan anak perempuan dan membantu anak perempuan mengembangkan keterampilan hidup; mendukung orang tua dengan program seperti transfer tunai yang membantu mengurangi risiko yang dihadapi anak perempuan; dan bekerja dengan pemerintah untuk memperkuat sistem peradilan, kriminal dan sosial yang penting untuk menjaga keamanan anak perempuan.

“Kita semua bertanggung jawab untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak perempuan,” kata Geeta Rao Gupta, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF.

sumber berita : https://www.suara.com/health/2019/10/11/081500/hari-anak-perempuan-internasional-ini-5-fakta-miris-yang-tengah-dihadapi

TRAUMA TUNDA TERHADAP ANAK – ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

http://penyabangan-buleleng.desa.id/assets/files/artikel/sedang_1561431617kekerasan.jpg

TRIBUNWOW.COM – Seorang psikolog, Elly Risman menyebut korban yang masih anak-anak, akan alami trauma tunda atas kekerasan seksual yang diperoleh. Sedangkan sang pelaku hanya akan menjalani hukuman penjara yang tidak terlalu lama. Kekecewaan itu disampaikannya saat mengikuti diskusi di Indonesia Lawyers Club yang tayang di tvOne. Acara tersebut juga diunggah di channel YouTube Indonesia Lawyers Club dengan judul ‘Closing Statement Elly Risman Soal Pemerkosa Anak Divonis Kebiri, Setimpalkah?’ yang tayang pada Selasa (27/8/2019).

Sebagai penutup dari diskusi, Elly menjelaskan bawah rasa sakit yang dialami korban dari pelaku kekerasan seksual, akan mengalami penyembuhan yang cepat. Namun hal itu tidak dengan mental sang anak yang akan mengalami trauma setelah dewasa nantinya.

“Tapi teman-teman, bapak ibu semuanya harus menyadari, benar bahwa trauma seksual pada anak-anak itu delayed trauma, trauma tunda,” ucap Elly. Sehingga anak-anak yang mengalami kekerasan seksual akan merasakan imbasnya setelah beranjak dewasa. Bahkan trauma itu akan bertahan, hingga korban memiliki anak dan mulai lanjut usia.

“Tidak sekarang nampaknya, itu sesuai dengan perkembangan seksualnya. Kapan? Nanti kalau dia mau remaja, atau kemudian dia menikah, dia punya anak,” jelas Elly.

Psikolog itu pun memperhitungkan usia anak yang menjadi korban kekerasan seksual, dari pemerkosa di Mojokerto yaitu Muh Aris. Elly menyebut bahwa derita yang dialami korban akan berlangsung lebih lama dari pada pelaku. Pelaku Muh Aris sudah mendapat hukuman selama 12 tahun penjara, denda Rp 100 juta, dan hukuman tambahan kebiri. “Bayangkanlah kalau anak itu korban Mas A ini, berumur 4 tahun 6 bulan. Dia kawin katakanlah 15 tahun kemudian, Pak A ini yang dihukum 12 tahun sudah bebas,” jelas Elly.

“Dia sampai anak itu remaja, sampai anak itu bercucu, sampai rambut putih tumbuh di kepalanya belum tentu traumanya hilang,” tambahnya. Elly pun mengaku kecewa, karena pembahasan selama diskusi di ILC hanya menyoroti masalah pelaku.

Sedangkan pembahasan tentang korban tidak terlalu banyak.

“Siapa yang menangani taruma tersebut. Karena kita hanya dari tadi bicara tentang pelaku,” ujar Elly

Elly pun menyinggung bahwa pelaku melakukan pemerkosaan saat masih berstatus anak-anak. Menurut keterangan, pelaku sudah melakukan aksi pemerkosaan dari tahun 2015.

“Kalau sekarang umurnya 20 tahun, mundur ke empat tahun yang lalu, sekarang tahun 2019, berarti dia umur 16 tahun dong,” ucap Elly.

Elly pun menyimpulkan bahwa pemerkosaan tersebut terjadi bukan, antara orang dewasa dengan anak-anak.

Tapi tindak pemerkosaan terjadi antar anak-anak.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Di ILC, Psikolog Sebut Anak-anak yang Jadi Korban Pemerkosaan akan Alami Trauma Tunda, https://wow.tribunnews.com/2019/08/28/di-ilc-psikolog-sebut-anak-anak-yang-jadi-korban-pemerkosaan-akan-alami-trauma-tunda?page=2.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko

.