Category Archives: Wara-Wiri

Tanda Si Kecil Sudah Kecanduan Gadgetnya

sumber gambar : https://blogpictures.99.co/cara-mengatasi-kecanduan-gadget-header.jpg

Sudah menjadi hal biasa bagi setiap manusia dijaman milenial saat ini memiliki sebuah ponsel pintar atau sebuah gadget. Hampir bisa kita lihat sekarang baik balita sampai lanjut usia semua sudah mengenal yang mengenal yang namanya gadget. Dulu saat di era sekitar tahun 2016 kebawah gadget masih menjadi barang langka bagi setiap kalangan masyarakat karena untuk mendapatkan spesifikasi tinggi dari sebuuah gadget perlu merogoh kocek yang lumayan mahal. Tapi di era sekitar tahun 2016 keatas mulai berdatangan vendor – vendor baru yang menjual produknya khususnya gadget dengan harga yang cukup murah tetapi dengan spesifikasi yang sudah tinggi dan juga mumpuni.

Sejak saat itu juga para vendor – vendor besar yang dulunya menjual gadget spesifikasi tinggi dengan harga mahal mulai mengikuti para vendor – vendor baru untuk menjual produk gadgetnya dengan harga yang cukup murah atau bisa dijangkau dari kalangan kelas bawah sampai kalangan kelas atas.

Dan dampaknya sekarang sudah benar benar nyata khususnya bagi kalangan anak – anak. Sejak keluarnya model – model gadget yang sudah kekinian, spesifikasi tinggi, dan juga harganya murah. Banyak dari orang tua memilih untuk membelikan gadget kepada anak – anak sebagai sebuah sarana bermain dan pengalihan anak – anak agar tidak rewel. Dan sepertinya fenomena seperti ini pun telah menjadi kebiasaan dan sekarang bahkan sudah menjadi kebutuhan untuk para orang tua membelikan sebuah gadget untuk anak – anak mereka agar mereka dengan alasan bisa mengerjakan pekerjaan rumah atau bekerja tanpa ada gangguan dari anak, karena anak sudah nyaman dan anteng ( kalau dalam istilah jawa ) jika sudah memegang gadget.

Namun dibalik itu semua akan timbul berbagai dampak yang dapat mempengaruhi keharmonisan sebuah keluarga dari penggunaan gadget yang berlebihan, dari sekian dampak positifnya ada juga dampak negatif yang mungkin tanpa kita sadari dampak negatif tersebut telah mempengaruhi keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua, terutama berkurangnya komunikasi dan kasih sayang antara anak dan orang tua.

Nah untuk mencegah dampak negatif itu terjadi perlu adanya filter dan juga kewaspadaan sebagai tanda bahwa anak sudah berlebihan bahkan menjadi kecanduan dengan gadgetnya. Diberitakan dari hellosehat.com berikut beberapa tanda yang harus diketahui orang tua ketika anak sudah berlebihan atau kecanduan gadgetnya.

Tanda anak kecanduan gadget

Menurut DR. Aric Sigman (psikolog Amerika Serikat yang menulis Screen Dependency Disorder: A New Challenge for Child Neurology), Screen Dependency Disorder atau SDD adalah perilaku adiksi terhadap layar gadget. Kondisi ini dapat menyerang anak usia berapapun, bahkan usia 3 sampai 4 tahun dapat terkena SSD.

Salah satu ciri khas dari anak dengan SDD adalah, ia selalu mengambil gadget nya ketika bangun tidur dan makan di meja dengan mata yang terpaku ke layar, entah itu untuk bermain game, menonton youtube, atau sekedar membuka-buka aplikasi.

Gangguan ini dapat memberikan berbagai gejala fisik seperti ganguan tidur, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan pengelihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi.

Secara psikologis, anak akan mengalami kecemasan, anak sering bohong, perasaan bersalah, dan kesepian. Banyak dari anak-anak tersebut yang memilih untuk mengisolasi dirinya, sering mengalami agitasi, dan perubahan mood yang sangat cepat.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sigman, anak yang mengalami adiksi terhadap layar juga mengalami masalah perilaku seperti terus meningkatkan penggunaan gadget, gagal mengurangi atau menghentikan aktivitas dengan layar, terus menerus meminta untuk menggunakan gadget, dan kehilangan minat terhadap dunia luar.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya mulai berhati-hati jika aktivitas keluarga sehari-hari tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena ia tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya. Contohnya, anak enggan pergi ikut beberlanja mingguan, enggan makan malam bersama, malas untuk membuat kue bersama-sama, karena anak tidak mau melewati aktivitasnya dengan gadget. Ini menandakan bahwa fokus anak Anda hanya ada pada gadgetnya. Situasi ini tidak baik bagi perkembangan anak.

Umunya, tanda dan gejala anak anda mengalami SDD adalah:

  • Keasyikan bermain gadget
  • Menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget
  • Terus meningkatkan waktu bermain gadget
  • Gagal untuk mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget
  • Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar
  • Tetap menggunakan gadget meskipun mengetahui konsekuensi negatif yang akan didapatkan
  • Berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua
  • Menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan

Dampak kecanduan gadget pada anak

Berbagai perubahan perilaku pada anak yang mengalami SDD didukung dengan hasil penelitian bahwa terdapat beberapa bagian otak yang mengalami perubahan akibat penggunaan gadget sejak dini dan secara terus menerus.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Zhoui pada tahun 2012 menunjukkan bahwa layar gadget ini berkaitan dengan perubahan regio otak yang berfungsi mengontrol proses emosi, atensi, pembuatan keputusan, dan kontrol kognitif.

Dari pemeriksaan MRI terlihat beberapa bagian otak anak yang berkaitan dengan pengaturan impuls, mengalami perubahan karena penggunaan gadget terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, “insula” atau bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain, juga mengalami gangguan.  Hal ini yang menjelaskan bagaimana anak SDD memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan anak lainnya.

Cara mencegah anak kecanduan gadget

Meskipun penggunaan gadget memiliki pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak dapat dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu alat yang mendukung kegiatan sehari-hari seperti komunikasi, mencari berbagai informasi, belajar, hiburan, dan lain-lain. Di sini lah peran orang tua untuk menjaga agar penggunaan gadget pada anak tidak berlebihan dan seimbang.

Beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan mengenai penggunaan gadget pada anak-anak di antaranya:

  • Jangan terus menerus menggunakan gadget sebagai media untuk menyibukkan anak atau menenangkan anak. Doronglah anak untuk bermain dengan mainannya atau bermain di luar.
  • Bayi di bawah 18 bulan sebaiknya tidak terpapar gadget atau media apapun dengan layar.
  • Pastikan anda memilih aplikasi atau program yang baik untuk anak anda. Anda harus selalu menemani anak kapanpun ia menonton video, terutama ketika ia terhubung dengan internet langsung.
  • Berikan batasan waktu sekitar beberapa jam untuk anak Anda bermain gadget.

Selama mengasuh anak, Anda dianjurkan sebisa mungkin untuk menghindari gadget sebagai penenang. Anda dapat memotivasi anak untuk menggambar di kertas menggunakan berbagai pensil warna-warni dibandingkan menggambar di smartphone atau tablet.

Anda juga dapat mengajaknya untuk bermain menggunakan balok, kardus, lego, atau mainan lain. Sebagian besar anak harus didorong untuk berinteraksi langsung dengan anak seusianya.

Biarkan anak bermain di luar sehingga ia bisa mengekspresikan dirinya dan menggunakan kontak matanya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk membantu membentuk kemampuan interpersonal, tetapi juga membangun kemampuan motorik dan kreativitasnya.

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

sumber artikel : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-mental/tanda-anak-kecanduan-gadget/ Oleh dr. Ayuwidia Ekaputri Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus – Dokter Umum Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Berikut Beberapa Metode Pendidikan untuk anak laki laki agar terhindar dari SSA

  1. Jangan memberi mainan anak perempuan kepada anak laki-laki (seperti boneka, bunga, mainan alat masak, accesories wanita seperti bando, jepitan rambut, bedak wajah, alat kosmetik, buku-buku perempuan seperti buku / majalah kecantikan merawat kulit dan rambut wanita, majalah fashion untuk wanita, buku resep memasak untuk ibu-ibu, buku komik degan karakter utama anak perempuan, dll
  2. Jangan memberi tontonan tv anak perempuan kepada anak laki-laki seperti anime yang tokoh utamanya perempuan seperti sailormoon, wedding peach, dll
  3. Jauhkan anak dari tontonan tv yang ada banci nya, atau karakter laki-laki yang menyerupai perempuan
  4. Hitung teman laki-laki dan perempuannya di rumah dan sekolah, jangan sampai teman perempuannya lebih banyak daripada teman laki-lakinya
  5. Usahakan carikan anak teman yang sebaya/seumuran di lingkungan dan sekolahnya
  6. Jangan sampai anak terlalu dekat dengan ibunya, tetapi ada jarak dengan ayahnya, karena ayah akan mewarisi sifat keberanian kepada anaknya sedangkan ibu akan mewarisi sifat kelemahlembutan kepada anaknya, jadi keduanya harus seimbang
  7. Jangan menghukum anak dengan hukuman fisik, karena hukuman fisik hanya akan menyebabkan anak semakin takut untuk berkomunikasi degan orang tuanya, sehingga orang tua menjadi tidak tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran anak
  8. Jangan hanya bisa menyuruh, memarahi dan menceramahi anak tapi tidak pernah memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara dan jadilah pendengar yang baik untuk keluh kesah anak
  9. Ajarkan anak laki-laki degan olahraga dan dukunglah dia untuk mencintai olahraga yang ia sukai, karena dengan olahraga dapat fisik anak laki-laki semakin kuat sehingga dapat menambah kepercayaan dirinya
  10. Sentuhlah anak laki-laki baik fisik dan juga jiwanya, ayah harus sering memeluk, menggandeng menggendong dan mencium anaknya sejak kecil agar komunikasi ayah dengan anak semakin baik
  11. Buatlah hari spesial untuk anak seminggu sekali degan ayah dan 1 orang anak saja, ajaklah anak bermain, jangan ada banyak perintah dan larangan pada hari itu, lebih banyakkan bermain dan mendengar isi hati anak
  12. Jauhkan anak dari gadget/hp dan tv, batasi maksimal hanya 2 jam per hari, tempatkan gadget/hp dan tv pada ruang utama sehingga orang tua leluasa untuk memantau, ajarkan anak untuk meminta izin kepada orang tua terlebih dahulu sebelum memakai gadget/hp atau menyalakan tv
  13. Jangan memberi anak laki-laki pakaian / accesories yang mirip degan perempuan, misal kaos yang berwarna pink, kaos yang ada gambar bunga, boneka, dll
  14. Larang anak untuk bermain internet di warnet tanpa pendampingan dari orang tua
  15. Jangan pelit untuk memuji anak bila anak berhasil mencapai sesuatu walaupun itu hal yang sangat sepele bagi orang tua
  16. Orang tua harus belajar dan mengajarkan pendidikan sex bagi anak, orang tua harus bisa menjawab setiap pertanyaaan anak tentang sex dengan penjelasan yang sesuai dengan umurnya dengan baik, karena bila tidak, anak akan mencari jawabannya diluar seprti warnet, bertanya kepada orang yang tidak dikenal, dll
  17. Pisahkan tempat tidur anak dengan orang tua atau dengan adik dan kakaknya ketika berumur 7 tahun
  18. Ajarkan anak untuk mengetuk pintu dan meminta izin masuk bila ingin masuk kamar, jangan sampai anak melihat orangtua nya yang sedang berhubungan badan atau sedang terbuka auratnya saat ganti baju
  19. Jangan sering membanding-bandingkan anak dengan yangg lain, baik dari segi fisik, prestasi atau apapun karena hanya akan menyebabkan anak minder dan tidak percaya diri, padahal seorang anak laki-laki seharusnya harus dididik untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri
  20. Jangan pelit untuk membelikan anak laki-laki makanan yang bergizi agar fisiknya kuat dan sehat, sehingga anak laki-laki dapat semakin percaya diri karena memiliki fisik yang sehat dan kuat
  21. Sering-seringlah mengungkapkan kata2 seperti “ayah sayang bayu”dalam momen tertentu saat intim degan anak
  22. Setelah menghukum anak (bukan hukuman fisik tentunya), tunggu sampai anak tenang, kemudian peluk anak dan minta maaflah dan beri penjelasan kenapa anak dihukum
  23. Jangan mengajak anak utk bermain permainan anak perempuan, seperti main bekel, lompat tali/semprengan, engkleng, main dakon, ibu-ibuan, dll
  24. Jangan membiarkan anak utk menonton film-film hollywood / non hollywood yang ada adegan orang dewasa seperti cium-ciuman, hubungan intim, walaupun itu film adaptasi dari komik marvel misal nya seperti spiderman, superman, batman, dll
  25. Ajaklah anak laki-laki dengan kegiatan laki2, seperti mencuci motor, membantu ayah mengangkat barang berat, mengecat tembok, menservice lampu yang rusak, membenarkan gendeng yg bocor, mencuci mobil, main kelereng, main layangan, beladiri, sholat jamaah di masjid, memancing, nonton sepakbola di stadion/tv , nonton motorgp, nonton balapan kuda, dll
  26. Tunjukkan kemesraan ayah dengan ibunya, misal ajak anak laki-laki mempersiapkan kejutan untuk merayakan ulang tahun ibunya
  27. Berhati-hatilah dalam menitipkan pengasuhan anak kepada orang lain walupun itu orang terdekat misal neneknya, kakeknya, budenya, omnya, tetangganya, karena biasanya pelecehan seksual sering terjadi dari orang terdekat anak, sebisa mungkin diasuh sendiri, bila tempat kerja membolehkan membawa anak sebaiknya dibawa saja agar anak juga mengenal pekerjaan ayahnya
  28. Jangan menujukkan pertengkaran / ketidakharmonisan di depan anak
  29. Jangan mengajak anak untuk membenci ayahnya sendiri karena sifat buruk ayahnya yang tidak disuka ibunya
  30. Usahakan jangan sampai terjadi perceraian, bila memang mau bercerai selesaikan dengan baik-baik dan jelaskan kepada anak dengan penjelasan yang baik kenapa ayah ibu berpisah dan asuhlah anakmu dengan penuh kasih sayang seperti sebelum bercerai dulu
  31. Jangan menganggap tugas mendidik anak adalah tugas ibu saja, tapi juga tugas seorang ayah, karena anak butuh figur seorang ayah untuk mengisi jiwanya
  32. Ajarkan anak dengan sifat malu bila auratnya terbuka sejak dini
  33. Ajarkan anak tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain
  34. Ajarkan anak untuk segera melaporkan ke orang tua atau melawan bila ada bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh oleh orang lain walaupun diancam bila memberitahu
  35. Ajarkan anak tentang tauhid sejak dini
  36. Ajarkan anak untuk mencintai Allah, Rosul Allah dan Al-quran sejak dini

Semoga Bermanfaat 🙂

Jangan Takut diBully

Oleh: Syaripudin Zuhri

sumber gambar : https://images.pexels.com/photos/163403/box-sport-men-training-163403.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&dpr=2&h=650&w=940

Masih ingat ketika seorang anak sampai bunuh diri karena dibully, dihina, diejek, dipermalukan dan apapun istilahnya? Begitu bahayanya tindakan atau perbuatan menghina, mencela, mengejek dan lain sebagainya bila diterima oleh jiwa yang rapuh atau anak-anak yang tak tahan dipermalukan, dihina, dibully oleh teman-temannya sendiri atu oleh orang-orang yang berada di lingkunganya sendiri, baik di rumah, di sekolah, dan lain sebagainya.

Memang begitulah sifat orang-orang yang sombong karena kekayaannya, kecerdasan, kecantikannya dan lain sebagainya yang tidak dibarengi oleh iman yang kuat, akan mudah merendahkan orang lain, menghina orang lain, membully orang lain yang berada di bawahnya, baik karena kemiskinan, kebodohan atau wajah yang buruk dan dengan berbagai alasannya lainnya.

Coba aja perhatikan kalimat-kalimat buruk ini yang sering disampaikan oleh para pembully, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa:

“ Sudah jangan bermimpi tinggi-tinggi, jangan punya cita-cita tinggi, lu kan orang miskin, percuma!”

“ Eh jelek sana lu, ini kumpulan orang cakep, orang jelek dilarang gabung!”

“ Dasar bodoh, tolol, menghitung segitu saja tidak bisa!”

“ Hai kere…jangan ke sini, sana aja lu ke tempat sampah!”

Dan banyak lagi kata-kata buruk yang sering disampaikan oleh orang-orang yang sukanya mencela, membully orang lain, lihat tulisan saya sebelumnya, “ Hobby Kok Mencela” di ruang ini juga. Jadi memang begitulah manusia yang suka membully, enak saja menghina orang lain, sepertinya dunia ini milik dirinya sendiri, lupa pada Tuhan yang menciptakan dirinya, lupa pada Tuhan yang membuatnya kaya, pintar, cakep dan lain sebagainya. Dan bagi pembully, sepertinya orang miskin, jelek, bodoh, kere dan sebagainya tak boleh hidup!

Padahal perjalanan hidup itu seperti musim di Moskow, tidak selamanya musim dingin, seperti saat ini, keadaan musim dingin akan berakhir dengan datangnya musim semi menuju musim panas! Di saat musim panas segeralah waspada, karena berikutnya akan datang musim gugur menuju musim dingin kembali, begitulah seterusnya berputar selama matahari terbit dari Timur dan terbenar di Barat.

Bagi yang sering mendapat celaan, hinaan, caci maki dan sebagainya atau istilah yang lagi ngetop sekarang ini, di bully! Jangan pernah menyerah, jengan pernah kalah, jangan pernah tunduk pada yang suka membully, jangan pernah tunduk pada yang suka menghina, tunjukan bahwa dunia akan berputar! Kalau sekarang miskin, nanti kaya, kalau sekarang bodoh nanti pintar dan seterusnya. Dunia akan berubah dengan usaha dan kerja keras bagi orang yang suka dibully. Tentu saja dengan pertolongan Allah SWT.

Terimalah hidup ini sebagai mana adanya, bukan bagaimana maunya anda.

Bila anda dibully katakan kepada yang suka menghina atau membully, katakan padanya: “Silahkan apapun yang anda lakukan bebas, silahkan berbuat sesuka hati, tapi ingat anda akan mati. Silahkan anda perbanyak harta dan kau tumpuk hartamu, tapi semua itu tidak akan anda bawa mati. Silahkan percantik diri anda sedemikian rupa hingga dapat mengalahkan bidadari, tapi ingat anda akan menjadi bangkai. Silahkan anda perhebat kegagahyan diri anda dengan berbagai macam olah raga hingga sekuat banteng, tapi ingat akhirnya tubuhnya hanya tinggal tulang belulang”

“Silahkan anda kejar, anda raih kedudukan dan jabatan hingga orang lain tunduk kepada anda, tapi ingat kau akan menjadi santapan cacing-cacing tanah. Silahkan anda perbagus rumah anda, sehingga mengalahkan istana raja- raja, tapi ingat rumah anda yang terakhir adalah kuburan!” Bilapun anda masih belum puas, silahkan terus menghina orang lain, tapi sekali lagi, ingat anda akan mati juga, ingat pembalasan di akherat nanti.

Dan bekal untuk orang yang dibully adalah tigal hal yaitu Taqwa, Ikhlas dan Sabar, Kuatkan iman dan terus menerus meminta perlindungan Allah SWT. Jangan pernah putus asa walaupun sering dhina atau atau dibully. Ingat, setiap pembawa risalah pada jamannya, juga orang-orang yang sering dibully, dihina, dicacimaki, dianggap gila dan lain sebagainya, bahkan mereka menjadi sasaran pembunuhan!

Jadi ketika anda dihina atau dibully, itu masih belum apa-apa, yang dihina hanya mungkin kebodohan anda, kemiskinan anda, keburukan fisik atau wajah anda, itu hanya masalah pribadi, bukan iman anda! Tapi bila yang dihina atau dibully iman anda, keyakinan anda atau agama anda, jangan diam! Harus dilawan, harus dijawab tantangan tersebut. Tentu saja dengan penuh hikmah dan bijaksana, tidak dengan anarkis atau dengan kekerasan, tetap dengan kelembutan hati!

Jadi kuatkan iman dan Islam anda ketika menghadapi celaan atau hinaan. Katakan: Dibully, siapa takut?” Ingat keadaan iman bisa di ibaratkan pohon pada musim gugur, silahkan daun-daun, ranting-ranting berguguran dan patah, tapi akar pohon tidak boleh tercabut, tetap kokoh. Walaupun seperti pohon yang mati tapi tetap hidup, dan pada saatnya akan kembali menghijau, itulah iman.

Jadi ketika dihina atau dibully, ibarat daun di pohon keimanan dan keislaman anda sedang digugurkan oleh orang orang yang suka membully, biarkan daun-daun itu berguguran, tapi pohon keimanan dan keislaman anda tidak mati, tidak roboh tidak hancur. Dan pada saatnya di musim semi akan kembali pohon anda tumbuh dengan dedaunan dan buahnya yang segar.

Begitulah buah ketaqwaan, kesabaran dan keikhlasan anda ketika dibully, Pada saatnya nanti anda akan meraih kesuksesan, karena dibully bukan menyebabkan kiamat pada kehidupan anda! Dibully itu ibarat pupuk pada pohon keimanan anda, semakin banyak dibully, semakin banyak pupuk yang diberikan dan itu membuat jiwa anda semakin kuat! Jadi kenapa harus takut dan minder ketika dibully? Sekali lagi katakan: EGP, Emangnya Gue Pikirin! Dan jikanpun di bully itu racun, jadikan racun itu obat, beres!

Moskow, 20 Oktober 2014

sumber artikel : https://www.eramuslim.com/oase-iman/dibully-kenapa-takut.htm#.XcIxndUxXIV

MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN BERDASAR ILMU NEUROPARENTING

sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSogZYzZQiqUdd5Lbx1At4NijDFbTr-ywhw8Y5xWWP1XBGtZs9A

*Ani Khairani, M.Psi, Psikolog*

(Direktur UNIK.Edu+ Educational Psychological Consultancy, Aktivis gerakan Indonesia Beradab, Pemilik Khalifah Childcare Tapos Depok)

A. MENGENAL OTAK SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU*

Kenapa kita merasa hidup selalu di kelilingi masalah? Kenapa ada orang yang berperilaku baik dan buruk, apa yang mendasarinya? Dari mana proses kepribadian itu bertumbuh dan berkembang?

Manusia diberikan potensi Akal yang terdiri dari organ otak di bagian tertinggi di tubuhnya yaitu kepala.

Otak adalah mahluk Ajaib, kurang lebih 1500 gr beratnya dari tubuh kita, dengan tekstur lembut seperti kembang tahu, yang dilapis 7 lapisan dalam sel neuron di cortex cerebri (kulit otak) dan 7 lapisan Tengkorak – selaput otak terdalam. Dan dilapisan tengkorak ini harus menggunakan gergaji khusus untuk membukanya.

Jika satu otak di jadikan satu lembar saja niscaya ia akan menutupi lapangan sepakbola, dan jika lapisan itu dibuat lebih tipis lagi niscaya dia akan menutupi seluruh permukaan bumi.

_*Apakah pernah selama ini kita mensyukuri karunia dan nikmat memiliki otak ini?*_

Otak terdiri dari 100 milyar neuron yang siap distimulasi, yang setiap 1 neuron sanggup untuk bersambungan dengan 10.000 neuron yang lain, membentuk koneksi sirkuit bakat, kemampuan, perilaku bahkan pribadi..

Dari keseluruhan kurang lebih 100 onderdil otak, mari kita kenali onderdil otak mana saja yang mempengaruhi pengasuhan pada anak.

*Otak pada anak yg harus distimulasi dlm pengasuhan* adalah: Pancaindera, Amygdala, Ganglia basalis, Broca wernick, labus parientalis, Hippocampus, Insula.

CARA MENSTIMULASINYA :

*Pancaindera* : Stimulasi keseluruhan indera Anak sekaligus ketika memahamkan dan membiasakan sesuatu. Belajar dengan praktek 90% akan lebih diterima otak dibanding hanya melihat atau mendengarkan saja.

*Amygdala*: Kenalkan emosi dasar (takut, sedih, bahagia, Jijik, Marah), teladankan ekspresi emosi yang baik.

*Ganglia basalis*: Kemampuan otomatisasi, biasakan anak untuk berbuat baik, dan buat itu menjadi otomatis.

*Broca wernick*: luangkn waktu untuk dialog dengan anak untuk menstimulasi kemampuan dan pemahaman bahasa

*lobus parientalis* : Masukan imajinasi-imajinasi yang konstruktif, bimbing imajinasinya untuk membuat anak kelak tumbuh menjadi visoner, namun jika kebalikannya justru kita menstimuasi imajinasi yang destruktif, anak akan memiliki sirkuit “rumah hantu” tempat false belief/bias2 berpikir akan mengarahkan kehidupannya kelak.

*Hippocampus:* tumbuh di usia anak 4 tahun, stimulasi dengan berpikir rasional/kognitif, memilih, menilai, baca dan kalkulasi, ini bekal untuk kemampuannya mengelola stress.

*Insula*: mengatur stimulus yang diterima indera dan diasosiasikan menjadi harmoni yang baik.

Sedangkan *OTAK YANG KITA PERLUKAN SEBAGAI ORANGTUA* yang mengasuh anak adalah PFC, sistem limbic dalam (amygdala), Cingulat, Basal Ganglia.

Cara menstimuasinya :
*PFC* Tanamkan niat yang baik, tanamkan bahwa setiap perilaku yang kita tampilkan harus mempunyai tujuan

*sistem limbic dalam (amygdala)*: latih amygdala dengan kendalikan dorongan emosi, tunda keinginan yang muncul, kaitkan perasaan dengan nilai dan moral yang telah dipahami dalam PFC.

*Cingulat* : Latih kemampuan penyesuaian diri, dan fleksibilitas dalam menghadapi segala sesuatu sehingga memiliki alternatif pemecahan masalah, kurangi sikap perfeksionis.

*Basal Ganglia:* Ganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. Cukup memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan.

*TUJUAN NEUROPARENTING*

Menjadikan Anak : *TANGGUH, CERDAS dan BERAKHLAQ BAIK*

Untuk mencapai tujuan ini harus di lalui dengan SYARAT:

Otak Rasio, Otak Emosi, Otak sensorik dan Motorik HARUS NORMAL

*Untuk mencapai OTAK NORMAL :*
1. Nutrisi Yang Cukup Dan Tepat : Nutrisi terbaik Ikan-ikanan dan kacang-kacangan
2. Lingkungan Yang Sesuai : cari tempat tinggal berdasarkan lingkungannya yang baik
3. Pengalaman Emosi Yang Membangun : contoh-contoh-contohkan keteladanan dalam mengelola dan mengendalikan emosi dari significant other. Anak bisa mengidentifikasi perasaan hatinya
4. Stimulus Rasional Yang Tepat : ajari berpikir benar/ contoh berpikir salah : dari kecil ditakuti hantu, kalau jatuh disalahkan kodok, dll
5. Aktivitas Fisik Yang Sesuai : Anak yang normal adalah anak yang bisa berlari dan memanjat ketika kecilnya.

*B. PETA PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA*

Ketiga tujuan Neuroparenting ini dibagi menjadi 3 Sesi Peta perkembangan :

*Usia 0-7 Tahun*

– TANGGUH ditumbuhkan dengan menstimulasi otak emosinya : supaya dia bisa mengidentifikasi perasaaannya dan mengelola emosinya: CARANYA: TELADAN Emosi dari Orangtua, tularkan beremosi yang sehat..

– 0-3 Tahun percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 8x dari orng dewasa, seperti spons, dia akan menyerap seluruhnya air yang ada di sekitarnya. Kekejian yang biasa dilakukan orangtua pada usia ini adalah ketika anak dilabel negatif dan buruk, dia akan menganggap 8 kali lebih buruk dari apa yang kita sampaikan kepadanya.

– Stimulasi yang baik pada Otak emosi ketika Bayi : adalah pembiasaan yang ditampilkan oleh orangtuanya, yaitu: tatapan mata yang teduh, intonasi suara yang terkendali, detak jantung yang tenang, hembusan nafas yang nyaman, keringat yang normal.

– 3-7 Tahun percepatan penyerapan otak manusia berkurang pada usia ini menjadi 5x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *50% kemampuan EMOSI, 40% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 10% kemampuan kognitif/Rasio.*

*Usia 7-14 Tahun*

– CERDAS ditumbuhkan dengan menstimulasi otak PFC (prefrontal Cortex)nya CARANYA: masukan ilmu yang benar, nilai dan moral melalui dialog dua arah, luangkan waktu untuk membimbing rasionalitasnya.

– Tanamkan disiplin dan pengaturan diri, hubungan sebab akibat yang benar, ajarkan makna kebaikan..

– Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 3-4x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *30% kemampuan EMOSI, 20% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 50% kemampuan kognitif/Rasio.*

*Usia 14-21 Tahun*

– ASAH JATI DIRI Dampingi konsistensinya dalam kebaikan dan berakhlaq baik.

– Percepatan penyerapan otak manusia bekerja pada usia ini adalah 2x dari orng dewasa,

– Saat periode ini kejar PERKEMBANGAN : *30% kemampuan EMOSI, 5% kemampuan kinestetik dn psikomotor, 65% kemampuan kognitif/Rasio.*


*C. YANG HARUS DILAKUKAN OLEH ORANGTUA*

Kenapa kita senantiasa merasa menghadapi banyak masalah dan muncul keputusasaan dalam mengasuh anak?

*Hal ini terjadi karena tidak terlatih dalam kemampuan berpikir. Boleh jadi kita berpikir setiap hari namun PIKIRAN yang kita munculkan HANYA BERSIFAT INSTINGTIF/naluriah belaka, bukan BERPIKIR yang TERLATIH.*

Berpikir dengan Insting merupakan berpikir “daya hewani” lebih banyak menggunakan Sistem limbic (mengutamakan perasaan dan emosi) , dibandingkan dengan berpikir terlatih yang menggunakan Prefrontal Cortex (mengutamakan nilai, kedalaman ilmu, moral).

Berlatih untuk memiliki BERPIKIR yang TERLATIH adalah dengan :

– Cari terus ilmu

– Kelola informasi dengan baik

– Hilangkan bias-bias negative/false belief

– Latih berpikir kritis dan berpikir kreatif


*KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI ORANGUA YANG AKAN TERTULAR KEPADA ANAK :*

A. Ketrampilan kalkulatif : kemampuan memprediksi, mengira dan menghitung baik dan buruk suatu aktivitas dilakukan

B. Kemampuan Komunikatif : kemampuan yang bukan hanya berbicara tapi bisa berbahasa

C. Kemampuan analitik dan kreatif : proses berpikir yang menggunakan kemampuan kreatif dan analitis sekaligus dalam memecahkan persoalan yang ada

D. Motivasi dan pengendalian diri : dasar kemampuan yang dapat mengelola emosi dan mengaktifkan berpikir yang benar.

E. Kemampuan memilih dan memutuskan : kemampuan mengeksekusi keputusan yang diambil untuk menghindari rasa ragu dan plinplan

F. Kemampuan fisik : memenuhi nutrisi dan aktivitas fisik yang mencukupi

*Tak cukup dengan otak normal yg membuat kita hidup.. tapi kita harus memiliki otak sehat, yg membuat Kita menjadi “MANUSIA” *

*OTAK SEHAT* : memiliki 3 komponen yaitu otak yang normal (memiliki keterampilan berpikir + pemahaman dan pembiasaan konsep2 agama dan spiritual).

Otak yang sehat menghasilkan pikiran dan perilaku dan kepribadian yang sehat.

Otak memiliki kemampuan untuk menyehatkan dirinya sendiri melalui:

*PERBAIKAN BERPIKIR dan LATIHAN-LATIHAN* intens dan Permanen (Istiqomah dan istimror)

Fitrah Otak bagian Prefrontal Cortex adalah fitrah kebaikan…

Semasa pembuahan zygote sudah terinstall nilai kebaikan-kebaikan didalam otak kita. Jika ada ketidakbenaran yang dilakukan maka reaksi tubuh akan destruktif (Prof. Donald W.Puff : dlm Bukunya Foreplay)

False Beliefs yang dipahami seseorang akan menjadi benturan terhadap Nilai kebaikan yang sudah ada.

False Beliefs itulah yang membuat seseorang mengambil keputusan atas permasalahan yang
dihadapi dipastikan berdasarkan emosinya,

Amygdala meng-hijack Prefrontal cortex agar nilai kebaikan ditinggalkannya dalam membuat keputusan dan mendahulukan sesuatu yg alih-alih rasional namun nyatanya emosional.

Ketika kudeta amygdala ini respon yang akan kita tampilkan adalah respon darurat, Reaktif dan tanpa pilihan yaitu : *Menyerang/FIGHT, dan Kabur/FLIGHT*

Dan ketika ini terjadi otak bekerja dalam kondisi yang tidak sehat dan dipastikan akan terjadi kondisi destruktif secara fisik.

Jika ini terulang terus maka jadilah habit/kebiasaan. Nilai kebaikan sebelumnya akan perlahan ditanggalkan, jadilah Amygdala menguasai hidupnya. Saat itulah dikatakan, kondisi otak yang tidak sehat.

Begitupun untuk false beliefs yang lainnya..
Maka selalu berupaya menginstall otak kita dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, akan menyehatkan baik otak maupun fisik kita.

*Yang perlu menjadi perhatian dan diperbaiki dalam BEREMOSI adalah:

1.Cakap emosi (caranya : kenali emosi, kelola emosi, tanamkan dan biasakan empati) hal ini akan mengendalikan otak amygdala kita. Memendam emosi dan memuntahkannya sama-sama merusak otak, Yang betul adalah KELOLA EMOSI.

2.Tanamkan pikiran positif dan banyak menggali ilmu dan hikmah dimanapun berada hal ini akan menyambungkan dan memperkaya otak kognisi kita dibagian prefrontal cortex.

3.Latihan dan biasakan selalu respon yg positif terhadap sesuatu, sehingga terjadilah pemecahan masalah yg tepat.

4.Temukan selalu hal-hal yg menjadi stimulan destruktif/merusak dlm pikiran kita

5.Gantilah berbagai keburukan yg telah kita lakukan dengan kebaikan-kebaikan.

6.Tanamkan tujuan untuk mencapai kemuliaan dalam hidup, baik didunia maupun diakhirat selalu memiliki tujuan ketika melakukan segala sesuatu–> tanamkan niat kebaikan atas apa yg akan kita lakukan.

7. Latih dan biasakan terus untuk bermanfaat bagi orang lain..

Demikian, semoga bermanfaat ….

#HeldbyDiskusiEmakkekinianGrup
#SalamOtakSehat
#Depok, 4 April 2017
~Ankhaira@2017

sumber artikel : https://www.facebook.com/291070504245884/photos/mengoptimalkan-pengasuhan-berdasar-ilmu-neuroparentingani-khairani-mpsi-psikolog/1771995429486710/

Mari Bersama Bergandeng Tangan untuk Mengawal Generasi Muda Dari Bahaya Pornografi

sumber gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTjDHK0s79BqwCLYbySlfWLOoVwiGuw-0HbSVtdSdqgRed-oASg

Pornografi memang menjadi momok besar dan ancaman besar bagi anak- anak juga generasi muda. Para pengedar pornografi kian marak melesatkan aksinya dengan membangun website – website khusus pornografi untuk meraih keuntungan semata.

Dan untuk mengaksesnya pun sangat mudah tidak perlu konfirmasi umur untuk mengaksesnya. Parahnya lagi bagi sebagian anak – anak atau generasi muda yang masih awam mengenai edukasi seksual dan juga minim pendidikan tentang edukasi seksual, pasti akan selalu penasaran dengan apa yang dibicarakan para orang tua dan orang dewasa mengenai seksual.

Jadi mereka akan mencari cari di berbagai media internet, memang di Indonesia sekarang sudah tidak akan keluar di search engine google jika kita mengetikkan pencarian berbau pornografi, akan tetapi tunggu dulu, masih banyak para jenius di jagat maya yang memperlihatkan bahkan memberitahu bagaimana cara membuka akses situs/website pornografi dengan mudah dan simple dari kalangan anak – anak pun bisa mempraktekkan langkah – langkahnya.

Alangkah luasnya dunia ini untuk memerangi pornografi, tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dalam hal internet, jaringan, dan komunikasi tapi semua dari kalangan masyarakan harus ikut turun tangan untuk memerangi pornografi atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Narkolema/Narkotika Lewat Mata. Mulai dari lingkungan keluarga,sekolah,universitas dan masih banyak lainnya. Karena jika dibiarkan sampai kecanduan pornografi akan timbul berbagai dampak negatif untuk pecandu juga lingkungan disekitarnya. Dan butuh waktu dan pendampingan juga semangat ekstra untuk keluar dari candu pornografi.

Diwartakan dari watyutink.com Kami menaruh perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak dengan mengajak orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Memberikan informasi yang dibutuhkan oleh anak sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Jangan sampai nanti anak dengan rasa ingin tahunya yang besar mengambil informasi dari media internet.

Salah satu informasi yang penting diberi tahukan kepada anak adalah seputar pendidikan seks atau kesehatan reproduksi sesuai dengan usia anak. Akan berbahaya jika anak mencari informasi tersebut melalui media internet. Bisa jadi anak justru terjebak ke dalam bahaya pornografi. Di dalam otak manusia, khususnya bagian tengah depan, ada yang namanya Pre Frontal Cortex (PFC). Ini yang membedakan manusia dengan hewan. PFC adalah bagian sangat istimewa dan menjadi pusat kendali karena berfungsi sebagai pusat pengembangan dan pengambilan keputusan.

Kecanduan dan khayalan akibat pornografi mengakibatkan produksi hormon dopamim yang berlebihan. Jika dupamim merendam PFC, akibatnya seseorang kehilangan kemampuan untuk mempertimbangkan suatu hal (baik atau buruknya sesuatu). PFC bisa rusak fungsinya akibat dupamim yang diproduksi secara berlebihan. Menurut Donald Hilton Jr (seorang dokter ahli bedah otak), otak yang rusak akibat pornografi jika difoto dengan Magnetic Resonance Image (MRI) hasilnya akan sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Ia juga mengatakan jika kerusakan otak akibat narkotika hanya terjadi di tiga bagian, akibat pornografi kerusakan terjadi di lima bagian otak.

Tetapi kerusakan PFC pada anak masih bisa diobati, direkonstruksi ulang. Ini karena otak anak masih mengalami pembentukan. Untuk kembali memperbaiki PFC pada otak anak, perlu menanamkan hal-hal yang baik. Ditanamkan akhlak dan perilaku yang baik. Orang tua memiliki peranan penting dalam menghentikan kecanduan akibat narkolema (narkoba lewat mata) yaitu pornografi, yang bahayanya sama dengan kecanduan narkoba.

Kecanduan pornografi membuat anak bisa terjerumus ke dalam seks bebas. Ini bisa berdampak kehamilan yang tidak diinginkan/di luar nikah. Jalan pintasnya adalah aborsi. Di Indonesia dalam setahun terjadi dua juta kasus aborsi, dan sebagian besar dilakukan oleh remaja dengan cara yang sangat membahayakan keselamatan nyawa mereka. Sudah ada hukum yang mengatur pelaku aborsi dan orang yang ikut serta (mengantarkan, menunjukan tempat, dan memaksa melakukan aborsi), yaitu KUHP Pasal 346 dan 347.

Untuk mencegah anak-aak kita terjerumus ke dalam bahaya narkoba, narkolema (pornografi), pornoaksi dan aborsi tanpa rekomendasi medis, sebagai orang tua kita perlu berperan aktif. Bukan hanya aktif mengawal anak-anak kandung kita atau kerabat kita saja, tetapi anak-anak yang ada di sekeliling kita. Kita bukan hanya menjadi orang tua biologis dari anak-anak kandung kita, tetapi kita juga perlu menjadi orang tua sosial bagi anak-anak di sekitar lingkungan kita. Bergandeng tangan mengawal generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.

sumber atikel : https://www.watyutink.com/opini/Perlu-Bergandeng-Tangan-untuk-Mengawal-Generasi-Muda