Category Archives: Wara-Wiri

Jakarta Aman, Aplikasi Perangi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Pemerintah DKI Jakarta menciptakan inovasi berupa ‘Jakarta Aman’, yaitu aplikasi khusus untuk melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Media Digital – Bisnis.com09 November 2019  |  15:08 WIB

sumber gambar : https://cdn.akurat.co/images/uploads/images/akurat_20190318094224_95Tv1d.jpg

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah DKI Jakarta menciptakan inovasi berupa ‘Jakarta Aman’, yaitu aplikasi khusus untuk melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pemerintah DKI Jakarta berharap keberadaan Jakarta Aman dapat memperluas peran masyarakat dan petugas keamanan dalam menjaga lingkungannya dari tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami perlu memperluas ini ke seluruh masyarakat. Bayangkan, ibu kita, anak kita, dan saudara kita [bisa menjadi korban]. Ini soal tanggung jawab kemanusiaan,” katanya beberapa waktu silam.

Sistem Jakarta Aman sendiri dirumuskan berdasarkan nota kerjasama (kolaborasi) antara Pemerintah DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya sesuai dengan standar operational procedure (SOP) dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan Jakarta.

Dengan begitu, setiap kali ada pelaporan yang masuk mengenai adanya tindakan kekerasan di Jakarta Aman, akan terhubung langsung dengan command center Polda Metro Jaya untuk menerima aduan tersebut.

Sementara itu, Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi langkah dan upaya Pemerintah DKI Jakarta dalam mengurangi kekerasan pada anak selama 2 tahun terakhir.

Menurutnya, Pemerintah DKI Jakarta juga aktif berkolaborasi dengan elemen masyarakat seperti KPAI untuk sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak di Jakarta.

“KPAI mengapresiasi Pemerintah DKI Jakarta yang mampu menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan pada tahun ini,” katanya.

Retno menyebut keberhasilan Pemerintah DKI Jakarta dalam menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut tidak lepas dari sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan kepada masyarakat yang terus dilakukan.

Sekadar diketahui, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta untuk menyediakan pusat pelayanan terpadu kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Pusat pelayanan terpadu tersebut memberikan layanan Visum et Repertum dan Visum et Psikiatrikum. Setiap pusat pelayanan terpadu terdapat dokter forensik, psikolog, dan psikiater untuk membantu masyarakat.

Hingga kini pusat pelayanan terpadu itu dapat ditemui di 6 RSUD Jakarta, yaitu RSUD Tarakan, RSUD Koja, RSUD Pasar Minggu, RSUD Adhyaksa, RSUD Pasar Rebo, dan RSUD Duren Sawit yang memberikan pelayanan secara gratis. Targetnya, akan ada 2 pusat pelayanan terpadu lainnya di RSUD dan RS swasta pada akhir tahun ini.

Keterlibatan masyarakat dan sejumlah organisasi yang peduli dengan perlindungan perempuan serta anak membuat DKI Jakarta memperoleh predikat sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

DKI Jakarta juga dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Paling Peduli Anak dalam Penghargaan KPAI 2019, dan Kota Layak Anak pada 2019 oleh lembaga internasional Save The Children.

Penghargaan tersebut memicu kinerja Pemerintah DKI Jakarta untuk lebih peduli terhadap perempuan dan anak, tidak hanya dalam aspek pencegahan dan penanganan kekerasan, melainkan juga dalam memberikan pemenuhan hak-hak dasarnya.

Editor : Media Digital

sumber artikel : https://kabar24.bisnis.com/read/20191109/15/1168654/jakarta-aman-aplikasi-perangi-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak

Pornografi Tetap Hidup dan Baik-Baik Saja di Semesta Twitter

Oleh: Ahmad Zaenudin – 11 Juli 2019

sumber gambar : https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/05/07/537484/670×335/konten-pornografi-di-twitter-makin-mengkhawatirkan.jpg

Ketika konten pornografi mudah ditemukan di Twitter.

tirto.id – Perang terhadap pornografi di internet tak kunjung usai. Padahal, di 2018 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rajin melakukan aksi blokir, termasuk pada pemain-pemain besar. Pada bulan Maret 2018, misalnya, Kominfo resmi memblokir Tumblr. Lantas, empat bulan berselang, giliran TikTok yang bernasib serupa.

Selain diperangi pemerintah, pornografi pun diperangi para pemilik platform. Google, misalnya, memiliki fitur bernama SafeSearch guna membendung kata kunci berbau mesum menghasilkan hasil pencarian yang relevan. Pada Agustus tahun lalu, fitur ini secara aktif bagi seluruh pengguna internet Indonesia.

Lalu, ada pula Facebook. Media sosial sejuta umat ini, sejak Maret 2019, mempekerjakan artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi, sebagaimana diwartakan CNET, “foto atau video telanjang yang dibagikan tanpa persetujuan di Facebook dan Instagram.”

Kerja Facebook memerangi pornografi itu merupakan perluasan dari apa yang mereka lakukan pada Oktober 2018. Kala itu, untuk membendung pornografi anak berkembang biak d Facebook, Facebook menciptakan machine learning khusus.

Sayangnya, meskipun telah dicekik pemerintah melalui aksi blokir, juga oleh pemilik platform dengan segala fiturnya, pornografi tak enyah dari dunia internet, khususnya media sosial. Dan setelah sukar berkembang di Tumblr dan sulit ditemukan di Google, pornografi kini berpusat pada Twitter. Microblogging yang didirikan Jack Dorsey dan Evan Willian pada 2006 silam ini masih menjadi tempat terbaik konten mesum bertempat.

Mencari konten pornografi di Twitter bukanlah hal yang sukar dilakukan. Kuncinya ada di kolom pencarian. Dari kolom itu, pengguna tinggal memasukkan kata-kata mesum nan cabul apa pun. Twitter memang tidak memblokir penggunaan kata-kata mesum dan cabul di sistem pencariannya.

Dari kata mesum yang diketikkan, Twitter lantas memberi hasil pencarian berupa konten-konten pornografi di platformnya. Beberapa bahkan menampilkan video mesum berdurasi sekitar 2 menit. Dan dari hasil pencarian yang diberikan Twitter pula, pengguna dapat diarahkan pada pengguna Twitter yang saban hari mengunggah konten pornografi, misalnya @vcrsc* hingga @penggila_jilb*b.

Pada akun-akun penyebar konten cabul itu, Twitter hanya memberikan peringatan “Caution: This profile may include potentially sensitive content” yang mudah dilewati. Video pendek pornografi, baik dari cuplikan video porno profesional seperti dari Pornhub ataupun video porno balas dendam, dapat ditemukan pada akun-akun cabul di Twitter.

Dari akun-akun mesum ini, pengguna dapat memperoleh informasi dari penyebar konten mesum lainnya di jagat Twitter, karena Twitter menerapkan konsep “rekomendasi sejenis.” Yang mengherankan, segala konten pornografi yang ada di Twitter dapat diakses tanpa virtual private network (VPN) ataupun harus meregistrasi diri di Twitter.

Cipluk Carlita, Twitter Head of Communications Indonesia, Thailand, Philippines, tak merespon ketika dimintai konfirmasi terkait terpaparnya Twitter oleh pornografi.

Sedikit, tapi Berpengaruh

Dalam berkehidupan, manusia memiliki sistem bernama jaringan sosial. Jaringan sosial ialah sistem yang merekatkan orang-orang dengan melalui topik relevan tertentu. Dalam jaringan sosial, tak hanya ada topik-topik yang beradab, tetapi juga menyimpang. Contohnya adalah topik terkait kekerasan atau pornografi yang pada akhirnya menciptakan “deviant network” atau “jaringan menyimpang.”

Mauro Coletto, dalam dalam papernya berjudul “Pornography Consumption in Social Media” (2016), menyebut bahwa media sosial memudahkan orang-orang membentuk jaringan menyimpang. Salah satu topik populernya ialah pornografi. Temuannya, 0,8 persen dari seluruh pengguna Tumblr dan 1,1 persen pengguna Flickr masuk dalam jaringan menyimpang yang disatukan pornografi.

Coletto menyebut konten-konten pornografi di media sosial diramaikan oleh pengguna yang ia sebut “produser,” sosok pengguna yang secara aktif mengunggah konten pornografi. Juga ada “konsumen,” sosok pengguna yang tidak mengunggah konten pornografi namun menjadi pengikut produser.

Dalam kasus Twitter di atas, @vcrsc* merupakan sosok producer yang memiliki lebih dari 208 ribu consumer.

Sayangnya, konten pornografi yang ditransaksikan di media sosial bukan hanya antara produsen-konsumen belaka. Menurut Coletto, ada pula “unintentionally exposed user,” yakni pengguna media sosial yang dipaksa mengkonsumsi pornografi di media sosial. Sangat mungkin anak-anak merupakan bagian dari unintentionally exposed user ini.

Meskipun meresahkan, konten pornografi di media sosial merupakan daya tarik tersendiri. Kaskus, misalnya, pernah memiliki sub-forum bernama BB17 yang khusus membahas hal-hal dewasa sebagai daya tarik sebelum akhirnya ditutup demi menghindari permasalahan dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, sebagaimana dipaparkan Statista, Tumblr mengalami penurunan pengunjung semanjak mereka memerangi pornografi eksis di platform itu.

Di bulan September 2018, Tumblr dikunjungi 568 juta pengunjung aktif bulanan. Namun, dua bulan berselang total kunjungannya berkurang menjadi 538 juta pengunjung aktif. Pada Februari lalu, media sosial ini hanya dikunjungi 369 juta pengunjung aktif.

Konten pornografi mungkin menguntungkan bagi platform media sosial, tetapi unintentionally exposed user, dalam hal ini anak-anak, harus menjadi pihak utama yang dilindungi.

Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Maulida Sri Handayani

sumber artikel : https://tirto.id/pornografi-tetap-hidup-dan-baik-baik-saja-di-semesta-twitter-ed17

Ini Beragam Tanda Si Kecil Sudah Kecanduan Gadgetnya

Oleh dr. Ayuwidia Ekaputri

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus – Dokter Umum

sumber gambar : https://blogpictures.99.co/cara-mengatasi-kecanduan-gadget-header.jpg

Zaman sekarang hampir semua orang sibuk dengan gadget-nya sendiri, tak terkecuali anak-anak. Bahkan saat ini banyak orangtua yang membebaskan anak memainkan gadget-nya. Padahal, jika dibiarkan anak bisa jadi kecanduan gadget dan akan mengganggu perkembangannya. Kondisi kecanduan gadget ini disebut dengan Screen Dependency Disorder (SDD). Nah, apa saja tanda anak yang kecanduan gadget ya?

Tanda anak kecanduan gadget

Menurut DR. Aric Sigman (psikolog Amerika Serikat yang menulis Screen Dependency Disorder: A New Challenge for Child Neurology), Screen Dependency Disorder atau SDD adalah perilaku adiksi terhadap layar gadget. Kondisi ini dapat menyerang anak usia berapapun, bahkan usia 3 sampai 4 tahun dapat terkena SSD.

Salah satu ciri khas dari anak dengan SDD adalah, ia selalu mengambil gadget nya ketika bangun tidur dan makan di meja dengan mata yang terpaku ke layar, entah itu untuk bermain game, menonton youtube, atau sekedar membuka-buka aplikasi.

Gangguan ini dapat memberikan berbagai gejala fisik seperti ganguan tidur, nyeri punggung, peningkatan atau penurunan berat badan, gangguan pengelihatan, sakit kepala, dan gangguan nutrisi.

Secara psikologis, anak akan mengalami kecemasan, anak sering bohong, perasaan bersalah, dan kesepian. Banyak dari anak-anak tersebut yang memilih untuk mengisolasi dirinya, sering mengalami agitasi, dan perubahan mood yang sangat cepat.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Sigman, anak yang mengalami adiksi terhadap layar juga mengalami masalah perilaku seperti terus meningkatkan penggunaan gadget, gagal mengurangi atau menghentikan aktivitas dengan layar, terus menerus meminta untuk menggunakan gadget, dan kehilangan minat terhadap dunia luar.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya mulai berhati-hati jika aktivitas keluarga sehari-hari tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena ia tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya. Contohnya, anak enggan pergi ikut beberlanja mingguan, enggan makan malam bersama, malas untuk membuat kue bersama-sama, karena anak tidak mau melewati aktivitasnya dengan gadget. Ini menandakan bahwa fokus anak Anda hanya ada pada gadgetnya. Situasi ini tidak baik bagi perkembangan anak.

Umunya, tanda dan gejala anak anda mengalami SDD adalah:

  • Keasyikan bermain gadget
  • Menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget
  • Terus meningkatkan waktu bermain gadget
  • Gagal untuk mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget
  • Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar
  • Tetap menggunakan gadget meskipun mengetahui konsekuensi negatif yang akan didapatkan
  • Berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua
  • Menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan

Dampak kecanduan gadget pada anak

Berbagai perubahan perilaku pada anak yang mengalami SDD didukung dengan hasil penelitian bahwa terdapat beberapa bagian otak yang mengalami perubahan akibat penggunaan gadget sejak dini dan secara terus menerus.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Zhoui pada tahun 2012 menunjukkan bahwa layar gadget ini berkaitan dengan perubahan regio otak yang berfungsi mengontrol proses emosi, atensi, pembuatan keputusan, dan kontrol kognitif.

Dari pemeriksaan MRI terlihat beberapa bagian otak anak yang berkaitan dengan pengaturan impuls, mengalami perubahan karena penggunaan gadget terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, “insula” atau bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain, juga mengalami gangguan.  Hal ini yang menjelaskan bagaimana anak SDD memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan anak lainnya.

Cara mencegah anak kecanduan gadget

Meskipun penggunaan gadget memiliki pengaruh yang kurang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak dapat dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu alat yang mendukung kegiatan sehari-hari seperti komunikasi, mencari berbagai informasi, belajar, hiburan, dan lain-lain. Di sini lah peran orang tua untuk menjaga agar penggunaan gadget pada anak tidak berlebihan dan seimbang.

Beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan mengenai penggunaan gadget pada anak-anak di antaranya:

  • Jangan terus menerus menggunakan gadget sebagai media untuk menyibukkan anak atau menenangkan anak. Doronglah anak untuk bermain dengan mainannya atau bermain di luar.
  • Bayi di bawah 18 bulan sebaiknya tidak terpapar gadget atau media apapun dengan layar.
  • Pastikan anda memilih aplikasi atau program yang baik untuk anak anda. Anda harus selalu menemani anak kapanpun ia menonton video, terutama ketika ia terhubung dengan internet langsung.
  • Berikan batasan waktu sekitar beberapa jam untuk anak Anda bermain gadget.

Selama mengasuh anak, Anda dianjurkan sebisa mungkin untuk menghindari gadget sebagai penenang. Anda dapat memotivasi anak untuk menggambar di kertas menggunakan berbagai pensil warna-warni dibandingkan menggambar di smartphone atau tablet.

Anda juga dapat mengajaknya untuk bermain menggunakan balok, kardus, lego, atau mainan lain. Sebagian besar anak harus didorong untuk berinteraksi langsung dengan anak seusianya.

Biarkan anak bermain di luar sehingga ia bisa mengekspresikan dirinya dan menggunakan kontak matanya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk membantu membentuk kemampuan interpersonal, tetapi juga membangun kemampuan motorik dan kreativitasnya.

Direview tanggal: April 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 12, 2019

sumber artikel : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-mental/tanda-anak-kecanduan-gadget/

Adiksi Game Online pada Remaja dan Cara Bijak Menyikapinya

sumber gambar : https://storage.nu.or.id/storage/post/16_9/big/1572961684.jpg

Kompas.com – 11/02/2015, 20:00 WIB

Penulis : Retha Arjadi, M.Psi | Editor : Lusia Kus Anna

Game online, atau permainan-permainan yang diakses dengan menggunakan jaringan internet, telah berkembang pesat dan digemari banyak kalangan, tidak terkecuali remaja. Dalam batas penggunaan yang tidak berlebihan, game online pada dasarnya dapat dikatakan sebagai sarana hiburan atau kegiatan pengisi waktu luang. Namun, ada pula pemain game online yang kesulitan mengendalikan kebiasaan bermain mereka hingga menjadi adiksi/kecanduan.

Fenomena adiksi game online telah diinvestigasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Sebuah publikasi tahun 2013 di jurnal Public Library of Science One (PLoS ONE) yang ditulis oleh psikolog pendidikan, Dr. Sri Tiatri, bersama koleganya dari Universitas Tarumanagara, menunjukkan bahwa 10.5 persen atau sebanyak 150 orang dari total 1.477 sampel siswa SMP dan SMA yang aktif bermain game online di empat kota di Indonesia (Manado, Medan, Pontianak, dan Yogyakarta) dinyatakan mengalami adiksi game online.

Masih sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sri Tiatri dan koleganya, bermain game online pada dasarnya dapat membawa manfaat positif, misalnya membuka peluang berkenalan dengan banyak teman dari belahan dunia lain melalui internet, serta dapat menjadi sarana berlatih Bahasa Inggris yang menyenangkan.

Namun, di sisi lain, ketika sudah menjurus ke arah adiksi, bermain game online dapat membawa dampak negatif. Sejak beberapa tahun terakhir hingga saat ini, misalnya, telah diberitakan adanya perilaku bolos sekolah hingga tindak pencurian yang dilakukan siswa SMP dan SMA di Indonesia karena keinginan bermain game online yang tidak terbendung. Perilaku mencuri tersebut terpaksa dilakukan karena mereka membutuhkan uang untuk bermain game online di warnet.

Psikolog/psikiater dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan diagnosis adiksi game online/internet gaming yang didasarkan pada kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), yaitu jika memenuhi setidaknya 5 gejala dari set gejala berikut selama periode 12 bulan:

1. Pikiran terus-menerus terfokus pada game online

2. Merasa cemas, tidak tenang, atau sedih ketika tidak bisa bermain game online

3. Adanya kebutuhan untuk menambah lama waktu bermain game online

4. Gagal ketika berusaha mengendalikan keinginan bermain game online

5. Kehilangan minat untuk terlibat dalam hobi atau kegiatan hiburan lain, kecuali game online itu sendiri.

6. Melanjutkan kebiasaan bermain game online walaupun sudah menyadari adanya masalah psikososial yang disebabkan oleh perilaku bermain game online tersebut.

7. Berbohong mengenai perilaku bermain game online (frekuensi dan durasi) kepada anggota keluarga, terapis, atau orang lain.

8. Bermain game online untuk melarikan diri dari perasaan negatif

9. Perilaku bermain game online tersebut mengancam atau telah membuat kehilangan hubungan/pekerjaan/pendidikan.

Ditangani profesional

Adiksi game online yang cenderung parah dan sudah sangat mengganggu sebaiknya ditangani oleh psikolog/psikiater yang memang memiliki kompetensi klinis untuk menangani kasus tersebut. Hal ini penting untuk diperhatikan, terlebih karena di lapangan seringkali ditemukan bahwa adiksi game online pada remaja ternyata erat kaitannya dengan masalah-masalah lain, seperti masalah keluarga, sehingga mereka yang mengalaminya perlu ditangani secara komprehensif.

Di luar dari penanganan yang dilakukan oleh para profesional di bidang kesehatan mental, fakta cukup tingginya jumlah adiksi game online pada remaja di Indonesia tentu mengkhawatirkan dan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak lain. Orangtua dan guru-guru dalam hal ini dapat menjadi barisan yang dapat bersinergi untuk mengawasi dan menanggulangi adiksi game online pada remaja.

Dalam menangani adiksi game online, sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa adiksi adalah suatu kondisi yang muncul dan berkembang perlahan-lahan, sehingga penanggulangannya pun tidak dapat dilakukan dalam sekejap mata.

Penanganan adiksi game online memerlukan proses yang menuntut konsistensi usaha dari mereka yang mengalami adiksi itu sendiri, disertai dukungan serta pengawasan dari orang-orang terdekat mereka. Misalnya, orangtua dapat merancang kesepakatan batas waktu bermain game online per hari bagi anaknya, dengan menyepakati pula adanya konsekuensi negatif jika dilanggar dan konsekuensi positif jika dipatuhi. Strategi ini bisa dibarengi pula dengan upaya memindahkan komputer ke ruang tengah agar waktu bermain dapat betul-betul diawasi.

Selain itu, ada pula usaha preventif atau penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum, dimulai dengan memberikan edukasi kepada mereka yang mengalami adiksi mengenai adiksi game online itu sendiri dan dampak negatif yang menyertainya, hingga menyediakan alternatif kegiatan bagi mereka.

Alternatif kegiatan ini perlu dirancang memiliki kriteria yang dapat memunculkan sensasi mirip dengan bermain game online, namun tentunya dalam batas yang wajar, sehingga alternatif kegiatan tersebut tidak akan menjadi objek adiksi baru!

Bermain game online dapat memberikan pengalaman menghanyutkan atau flow experience, serta memunculkan rasa penasaran dan menantang dalam diri para pemainnya hingga membuat mereka tidak bisa berhenti bermain. Oleh karena itu, menyediakan alternatif kegiatan yang dapat mengakomodir ciri-ciri tersebut, disertai dengan pengawasan yang memadai, dapat menjadi strategi yang ampuh untuk mengurangi adiksi game online.

Di sekolah, contoh kegiatan alternatif tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penyelenggaran aktivitas fotografi/videografi dan turnamen olahraga rutin. Dengan demikian, waktu yang sedianya dipakai bermain game online dapat dialihkan untuk kegiatan alternatif ini. Sementara itu, di rumah, orangtua bisa memikirkan dan mendiskusikan alternatif kegiatan lain yang lebih dapat disesuaikan dengan minat anak remaja mereka.

Last but not least, dalam menyikapi adiksi game online pada remaja, sedapat mungkin hindari melabel mereka sebagai remaja bandel yang tidak bisa diatur, karena tidak jarang ditemukan bahwa mereka sebenarnya sudah sangat ingin berhenti, tetapi tidak berhasil. Oleh karena itu, tentu saja, merangkul dan membantu mereka keluar perlahan menghalau adiksinya dapat menjadi pilihan sikap yang paling baik.

sumber artikel : Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Adiksi Game Online pada Remaja dan Cara Bijak Menyikapinya”, https://sains.kompas.com/read/2015/02/11/200000523/adiksi-game-online-pada-remaja-dan-cara-bijak-menyikapinya?page=all.
Penulis : Retha Arjadi, M.Psi

Berikut Beberapa Metode Pendidikan untuk anak laki laki agar terhindar dari SSA

  1. Jangan memberi mainan anak perempuan kepada anak laki-laki (seperti boneka, bunga, mainan alat masak, accesories wanita seperti bando, jepitan rambut, bedak wajah, alat kosmetik, buku-buku perempuan seperti buku / majalah kecantikan merawat kulit dan rambut wanita, majalah fashion untuk wanita, buku resep memasak untuk ibu-ibu, buku komik degan karakter utama anak perempuan, dll
  2. Jangan memberi tontonan tv anak perempuan kepada anak laki-laki seperti anime yang tokoh utamanya perempuan seperti sailormoon, wedding peach, dll
  3. Jauhkan anak dari tontonan tv yang ada banci nya, atau karakter laki-laki yang menyerupai perempuan
  4. Hitung teman laki-laki dan perempuannya di rumah dan sekolah, jangan sampai teman perempuannya lebih banyak daripada teman laki-lakinya
  5. Usahakan carikan anak teman yang sebaya/seumuran di lingkungan dan sekolahnya
  6. Jangan sampai anak terlalu dekat dengan ibunya, tetapi ada jarak dengan ayahnya, karena ayah akan mewarisi sifat keberanian kepada anaknya sedangkan ibu akan mewarisi sifat kelemahlembutan kepada anaknya, jadi keduanya harus seimbang
  7. Jangan menghukum anak dengan hukuman fisik, karena hukuman fisik hanya akan menyebabkan anak semakin takut untuk berkomunikasi degan orang tuanya, sehingga orang tua menjadi tidak tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran anak
  8. Jangan hanya bisa menyuruh, memarahi dan menceramahi anak tapi tidak pernah memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara dan jadilah pendengar yang baik untuk keluh kesah anak
  9. Ajarkan anak laki-laki degan olahraga dan dukunglah dia untuk mencintai olahraga yang ia sukai, karena dengan olahraga dapat fisik anak laki-laki semakin kuat sehingga dapat menambah kepercayaan dirinya
  10. Sentuhlah anak laki-laki baik fisik dan juga jiwanya, ayah harus sering memeluk, menggandeng menggendong dan mencium anaknya sejak kecil agar komunikasi ayah dengan anak semakin baik
  11. Buatlah hari spesial untuk anak seminggu sekali degan ayah dan 1 orang anak saja, ajaklah anak bermain, jangan ada banyak perintah dan larangan pada hari itu, lebih banyakkan bermain dan mendengar isi hati anak
  12. Jauhkan anak dari gadget/hp dan tv, batasi maksimal hanya 2 jam per hari, tempatkan gadget/hp dan tv pada ruang utama sehingga orang tua leluasa untuk memantau, ajarkan anak untuk meminta izin kepada orang tua terlebih dahulu sebelum memakai gadget/hp atau menyalakan tv
  13. Jangan memberi anak laki-laki pakaian / accesories yang mirip degan perempuan, misal kaos yang berwarna pink, kaos yang ada gambar bunga, boneka, dll
  14. Larang anak untuk bermain internet di warnet tanpa pendampingan dari orang tua
  15. Jangan pelit untuk memuji anak bila anak berhasil mencapai sesuatu walaupun itu hal yang sangat sepele bagi orang tua
  16. Orang tua harus belajar dan mengajarkan pendidikan sex bagi anak, orang tua harus bisa menjawab setiap pertanyaaan anak tentang sex dengan penjelasan yang sesuai dengan umurnya dengan baik, karena bila tidak, anak akan mencari jawabannya diluar seprti warnet, bertanya kepada orang yang tidak dikenal, dll
  17. Pisahkan tempat tidur anak dengan orang tua atau dengan adik dan kakaknya ketika berumur 7 tahun
  18. Ajarkan anak untuk mengetuk pintu dan meminta izin masuk bila ingin masuk kamar, jangan sampai anak melihat orangtua nya yang sedang berhubungan badan atau sedang terbuka auratnya saat ganti baju
  19. Jangan sering membanding-bandingkan anak dengan yangg lain, baik dari segi fisik, prestasi atau apapun karena hanya akan menyebabkan anak minder dan tidak percaya diri, padahal seorang anak laki-laki seharusnya harus dididik untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri
  20. Jangan pelit untuk membelikan anak laki-laki makanan yang bergizi agar fisiknya kuat dan sehat, sehingga anak laki-laki dapat semakin percaya diri karena memiliki fisik yang sehat dan kuat
  21. Sering-seringlah mengungkapkan kata2 seperti “ayah sayang bayu”dalam momen tertentu saat intim degan anak
  22. Setelah menghukum anak (bukan hukuman fisik tentunya), tunggu sampai anak tenang, kemudian peluk anak dan minta maaflah dan beri penjelasan kenapa anak dihukum
  23. Jangan mengajak anak utk bermain permainan anak perempuan, seperti main bekel, lompat tali/semprengan, engkleng, main dakon, ibu-ibuan, dll
  24. Jangan membiarkan anak utk menonton film-film hollywood / non hollywood yang ada adegan orang dewasa seperti cium-ciuman, hubungan intim, walaupun itu film adaptasi dari komik marvel misal nya seperti spiderman, superman, batman, dll
  25. Ajaklah anak laki-laki dengan kegiatan laki2, seperti mencuci motor, membantu ayah mengangkat barang berat, mengecat tembok, menservice lampu yang rusak, membenarkan gendeng yg bocor, mencuci mobil, main kelereng, main layangan, beladiri, sholat jamaah di masjid, memancing, nonton sepakbola di stadion/tv , nonton motorgp, nonton balapan kuda, dll
  26. Tunjukkan kemesraan ayah dengan ibunya, misal ajak anak laki-laki mempersiapkan kejutan untuk merayakan ulang tahun ibunya
  27. Berhati-hatilah dalam menitipkan pengasuhan anak kepada orang lain walupun itu orang terdekat misal neneknya, kakeknya, budenya, omnya, tetangganya, karena biasanya pelecehan seksual sering terjadi dari orang terdekat anak, sebisa mungkin diasuh sendiri, bila tempat kerja membolehkan membawa anak sebaiknya dibawa saja agar anak juga mengenal pekerjaan ayahnya
  28. Jangan menujukkan pertengkaran / ketidakharmonisan di depan anak
  29. Jangan mengajak anak untuk membenci ayahnya sendiri karena sifat buruk ayahnya yang tidak disuka ibunya
  30. Usahakan jangan sampai terjadi perceraian, bila memang mau bercerai selesaikan dengan baik-baik dan jelaskan kepada anak dengan penjelasan yang baik kenapa ayah ibu berpisah dan asuhlah anakmu dengan penuh kasih sayang seperti sebelum bercerai dulu
  31. Jangan menganggap tugas mendidik anak adalah tugas ibu saja, tapi juga tugas seorang ayah, karena anak butuh figur seorang ayah untuk mengisi jiwanya
  32. Ajarkan anak dengan sifat malu bila auratnya terbuka sejak dini
  33. Ajarkan anak tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain
  34. Ajarkan anak untuk segera melaporkan ke orang tua atau melawan bila ada bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh oleh orang lain walaupun diancam bila memberitahu
  35. Ajarkan anak tentang tauhid sejak dini
  36. Ajarkan anak untuk mencintai Allah, Rosul Allah dan Al-quran sejak dini

Semoga Bermanfaat 🙂