Category Archives: Story

SALAH SATU CITA CITAKU

Kantor Peduli Sahabat awalnya ada di BSD Kencanaloka Tangerang, sebab gedung di BSD mau dipakai pemiliknya maka kita memutuskan pindah. Waktu itu ada beberapa penawaran tempat bagi kami tapi akhirnya pilihan jatuh di rumah salah satu klien PS di Cibinong Griya Asri.

Klien kami ini, inisialnya R, sejak SMP kelas VII mogok sekolah karena mengalami bullying (perundungan). Di rumah kesepian akhirnya kecanduan game dan sekarang mencapai tingkat maniak.

Sholat tidak mau, berinteraksi dengan masyarakat malu, berhari-hari kadang tidak mandi, tidak sikat gigi, dan tentu saja main game melulu sudah kayak robot. keluar kamar kalau ingin ke WC atau makan habis itu tenggelam dalam kesunyian bersama game-game yang disukai sampai laptopnya panas dan mobo kebakar. dari laptop ganti ke ponsel.
jangan tanya soal doa mau tidur, bangun tidur atau masuk WC, yah kalau mau tidur ya molor saja kagak pakai aba-aba.

Sudah ditanyakan ke psikolog tidak mempan, malah psikolognya bingung mau ngapain.
Dicarikan guru dan pelatih juga enggan, pokoknya nggak mau diapa-apain dah. Ibundanya bingung tujung keliling.

Suati hari saya dihubungi kak Jumiatun Diniah untuk membantunya, pas datang mau salaman saja ditolak tangan saya oleh dik R.
Ya sudah saya buka laptop dan main di sebelahnya, main game Lost Saga wkekekeke.
Terus saya tanya password wifinya, dia jawab.
Terus saya selidiki kenapa gak mau sekolah, dia jawab.
Pas mau pulang, eh dia cium tangan saya hihihih, kalau di koran Republika saya dijuluki Penakluk L*BT maka di sini kali saya penakluk para maniak game. Dik R bertambah percaya kepada saya setelah tahu saya mantan maniak game.

Ibu dik R menawari saya sejumlah gaji untuk selalu menemani putranya tapi saya tidak sanggup, bukan soal uangnya tapi saya tidak ada waktu. Saya hanya berjanji (dan saya tepati lo ya, saya tepati janji-janji saya) bahwa akan sesekali mampir ke rumah buat memantu perkembangan dik R.

Dik R yang awalnya hanya mau belajar kepada saya, sekarang sudah ikut homeschooling dan besok tgl 22 April akan test ujian kelas IX SMP, mohon doanya ya supaya lulus lancar.
Sedikit demi sedikit mau menurunkan berat badan, kadang mau sholat walau tidak bisa diprediksi, dan tentunya sudah sering mandi.

Barusan saya telpon ibundanya, katanya dik R mencari saya karena akan ujian pekan depan tersebut. Insyaa Allah Senin besok saya kan mampir ke rumahnya setelah syuting iklan buku dengan GIP.

Adik R hanyalah salah satu klein yang saya tangani, masih banyak yang lain di berbagai tempat sayangnya tangan saya hanya dua sehingga saya hanya sanggup melayani lewat telpon saja atau ketemu sekali dua kali.

Jika saja sultan Brunei mau mendanai, saya ingin membuat pusat rehabilitasi para maniak game/gadget dan pornografi, sistemnya sudah ada di otak saya tinggal diejawantahkan dalam bentuk nyata.
Sayangnya kapan saya bisa ketemu Sultan ya, mau ketemu capres saja susah… #eh

Sinyo – Peduli Sahabat

Pasti Ada Jalan, sebuah kisah inspiratif

Aku SSA?

SSA, pertama kali tahu istilah itu dari seseorang yang kukenal di dunia maya. Saat dimana asa berubah jadi resah yang tak berkesudahan, merasa tak berharga bahkan merasakan perjuangan panjang yang telah dilalui untuk menjadi lebih baik adalah sebuah hal yang sia-sia. Sendiri, terpuruk lalu aku inginkan mati. Tapi aku sadar kematian yang diharapkan itu hanya akan menambah penderitaan panjang. Cukup di dunia saja rasa sakit ini.

Menulis adalah caraku untuk melampiaskan resah dan mengurai gelisah, agar yang tersampaikan bukan hanya sekedar keluh kesah namun juga ada hikmah.

Dititik itu aku putuskan menuliskan setiap episode kehidupan disebuah komunitas menulis FB dengan nama pena, banyak anggotanya.
Episode demi episode berhasil aku tulis dengan penuh air mata. Bagaimana tidak? Luka lama yang mengering, kini aku korek lagi hingga kembali terasa teramat perih. Banyak yang merespon dan memberi dukungan, bahkan banyak yang curhat bahwa mereka juga punya luka sama seperti aku.

Lalu ada seseorang yang inbox dan mengatakan aku bukan L*BT tapi aku SSA.
SSA? Apa itu? Baru pertama kali mendengar kata-kata itu. Setelah diskusi panjang, beliau kenalkan pada sebuah akun yaitu akun kk sinyo. Lama-lama aku beranikan diri untuk inbox kk sinyo dan mendaftarkan diri jadi klien.

Setelah baca-baca artikel ditugas baca, fikiranku benar-benar merasa terbuka, hatiku mulai terasa lapang dan rasanya jalan kembali terasa terbuka.
Dulupun aku sudah sering konsultasi kepsikolog, rukiyah dll. Namun dari pendampingan yang selama ini dijalani, malah membuatku merasa semakin hina, gagal dan merasakan jalan buntu.
Tiap kali melakukan pelanggaran aku selalu dihukum, diceramah dan ntahlah.
“Mereka tidak mengerti rasanya menjadi aku dan tak seorangpun akan mengerti, aku sudah mati-matian berjuang untuk sampai ketitik ini, mengapa saat aku lemah dan gagal menjalankan terapi yang diberikan malah aku dihukum. Seolah-olah mereka tak menganggap perjuangan kerasku.”
Kata-kata itu selalu hadir dibenakku tapi tak menyerah, aku terus berjuang untuk jadi lebih baik. Bahkan saat ada salah satu konsulat yang pergi meninggalkanku karena lambannya proses yang aku jalani.
Saat itu aku terpukul banget, merasa sangat gagal.

Aku ingin berubah tapi tak semudah yang mereka katakan.
Aku sudah lakukan semuanya, namun aku sadar aku sangat lemah. Meskipun aku lemah tapi aku menolak untuk menyerah pada keadaan.

Namun di PS aku merasakan hal yang berbeda. Saat ini aku baru mengerjakan PR III, tapi tiap tahapan yang aku lalui membuat aku bisa menghargai setiap proses yang telah lalui.
Aku menikmati proses tanpa beban dan tekanan. Walaupun sesekali masih melakukan pelanggaran tapi bagiku ini sudah sangat jauh lebih baik.

Rasa minderku pun mulai berkurang dan aku sadar perjuangan ini tidak hanya aku saja yang melakukannya, tapi masih banyak orang lain yang diuji bahkan lebih berat ujiannya.

Tujuan akhir kita adalah surga Nya.
Jika orang lain mampu berjihad dengan ilmu, harta, atau yang lain namun aku disini berjihad melawan hawa nafsuku. Barangkali ibadahkan dan kebaikanku tak cukup untuk menggapai surga Nya namun siapa tahu dengan jihad melawan nafsu ini Allah ridho padaku.

Untuk kita yg berjuang.
Bersabarlah. Barangkali kelak jihad kita melawan hawa nafsu akan menjadi hujjah kita tuk bisa memasuki surganya.

Semoga tetap istiqomah dan selalu berusaha mencari jalan kebaikan, karena yakinlah tidaklah Allah akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya dan yakinlah bersama dengan kesulitan pasti ada kemudahan. SEMANGAT !!!

PEDULI SAHABAT ,[ SAHABAT ITU PEDULI]

Oleh . Langit Senja

sumber gambar : http://renunganlenterajiwa.com/wp-content/uploads/2018/11/Saling-membantu.jpg?w=640

“Apa yang kau rasakan itu dosa!” Kata murabbiyahku. Ada gurat kecewa di wajahnya. Mengetahui kenyataan bahwa aku, mutarabhiyahnya memiliki orientasi seks yang menyimpang. Dan kini, aku ada di hadapannya. Mengatakan kondisi diriku karena bingung harus bagaimana lagi menghilangkan perasaan terlarang itu.

Aku hanya tertunduk takut. Bulir-bulir bening mengalir dari mataku tanpa bisa ku tahan lagi. “Jika memang apa yang aku rasakan adalah dosa, lalu untuk apa aku bertahan selama ini?” Batinku menjerit. Bukankah lebih baik aku menikmati maksiat dengan sesama perempuan? Daripada lelah menahan hasrat, tapi tetap berdosa juga.

“Lalu aku harus bagaimana, kak?” Aku bertanya dengan wajah masih menunduk. Tak berani menatap wajahnya. Takut ada ekspresi jijik di sana yang bisa membuat hatiku sakit.

“Kau harus menyembuhkan penyakit laknat itu!” Ucap beliau dingin.

“Tapi bagaimana caranya?” Jawabku pelan.

“Aku sudah konsultasi beberapa kali ke psikolog. Sudah ruqyah juga. Hipnoterapi juga sudah aku coba. Tapi hasilnya masih belum seperti yang kuharapkan. Aku belum bisa menghilangkan perasaan ini.” Kali ini, aku beranikan bicara sambil menatap wajah beliau. Dan aku temukan ekspresi yang tak bisa kutebak. Entah apa yang sedang beliau pikirkan tentangku.

“Kalau begitu, pulanglah dulu. Perbanyak ibadah. Nanti kita cari solusinya sama-sama.”

Aku mendesah pelan. Jujur, ada sedikit kecewa saat itu. Beliau yang biasanya hangat tiba-tiba berubah seperti orang yang tak ku kenal. Apakah aku sudah menjelma menjadi makhluk mengerikan di hadapannya? Entahlah.

Kutinggalkan rumah beliau dengan perasaan campur aduk. Ada bisikan agar aku menyerah saja. Tak ada gunanya bertahan. Buat apa selama ini aku menutup aurat? Ikut kajian? Ikut dalam aktivitas dakwah di kampus dan masyarakat. Kalau semua itu tak ada gunanya. Buat apa aku menahan diri untuk tidak pacaran dengan siapapun. Buat apa semua itu?

Mungkin, keberanianku menceritakan semua ini adalah hal konyol. Bunuh diri. Tapi saat ini aku benar-benar galau. Aku hampir menyerah karena lelah menahan beban dalam jiwa. Aku takut terjerumus ke dalam maksiat.

“Ya Allah, selamatkan hamba-MU ini!” Bisikku dalam hati.

🌷🌷🌷

Sampai di kontrakan aku langsung masuk kamar. Aku rebahkan badan di kasur tipis. Mencoba menenangkan jiwa yang sedang gundah gulana. Aku merenungi semua perjalanan hidupku. Mulai dari peristiwa menyakitkan itu hingga aku bisa sampai seperti ini. Kalau dipikir-pikir sudah banyak yang aku korbankan untuk bisa bertahan dengan kondisi ini. Waktu, pikiran dan juga uang. Aku rela menahan diri untuk tak membeli barang-barang yang kuinginkan, padahal menurut orang-orang gajiku lumayan. Uangnya aku tabung, dan aku pakai untuk konsultasi ke psikolog dan hipnoterapi. Apakah aku harus menyerah setelah berjuang sejauh ini? Lalu bagaimana dengan ibuku jika tahu anak yang dibanggakannya ini punya orientasi seks yang menyimpang? Mungkin beliau tak akan menganggapku lagi sebagai anaknya. Ah, lelah sekali jika memikirkan semua ini.

Aku memilih tidur untuk menghilangkan penat pikiran. Berharap bisa bangun dengan hati yang sedikit lapang.

Setelah bangun tidur dan membersihkan badan, aku mencoba berselancar di dunia Maya. Dengan smartphone baru yang aku beli seminggu yang lalu. Awalnya, aku tak berani memakai ponsel pintar itu. Karena takut terjerumus ke dalam komunitas-komunitas LGBT yang kian hari kian menjamur. Tapi akhirnya aku terpaksa membelinya karena tuntutan pekerjaan. Dan kini, akan aku manfaatkan untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang metode penyembuhan orientasi seks yang menyimpang.

Aku ketikkan kalimat LGBT dan metode penyembuhannya dimesin penjelajah. Aku buka artikel ataupun yang muncul di sana. Hampir semuanya berisi hal-hal yang sudah aku lakukan. Aku hampir putus asa saat netraku membaca sebuah tulisan yang berisi rangkuman pelatihan dari seseorang. Tulisan itu berisi tentang sebuah metode pendampingan bagi SSA yang ingin hijrah. aku baca dengan jeli apa yang dimaksud dengan SSA. Jujur, itu pertama kali aku membaca istilah tersebut. Selama ini, aku hanya mendengar orang-orang seperti kami disebut lesbian. Ternyata ada istilah lain yang lebih manusiawi; SSA (same seks attraction). Istilah ini digunakan untuk penyuka sesama jenis yang tidak ingin diakui identitasnya secara hukum agama, masyarakat dan negara.

Aku bersemangat membaca tulisan tersebut. Apalagi saat penulis menyarankan untuk bergabung di grup peduli sahabat yang didirikan oleh kak Sinyo Egie. Itu grup tertutup di Facebook yang bisa jadi tempat berbagi dengan sesama SSA dan kalau aku mau, bisa mendapatkan pendampingan online secara gratis.

Segera aku buka akun Facebook, mencari grup peduli sahabat. Aku meminta bergabung. Dan menunggu sampai disetujui. Aku menunggu cukup lama, seminggu. Hampir tiap hari aku cek notifikasi. Berharap sudah diterima jadi anggota grup. Jiwaku dipenuhi semangat dan harapan baru.

Setelah aku diterima jadi anggota grup, segera Aku baca file wajib. Dan, disitulah aku menemukan jawaban dari apa yang aku pertanyaanku selama ini. Salah satu file yang yang berjudul hukum berniat buruk menjelaskan bahwa perasaan SSA ini tidak dihukumi dosa jika tidak diekspresikan dengan apapun. Semua perjuanganku untuk bertahan selama ini tak sia-sia. Aku sujud syukur.

Bahagia membuncah dalam dada. Ada konsep baru dalam diriku. Aku SSA, bukan LGBT. Dan SSA itu adalah ujian diantara banyak ujian yang Allah berikan pada masing-masing hamba-NYA. Aku diuji sebagai SSA, karena aku mampu untuk melewatinya. Jadi, tak ada alasan apapun yang bisa membuatku menyerah. Biarlah orang menganggapku buruk, pendosa, manusia dengan penyakit jiwa, yang penting dalam pandangan Tuhanku, aku sama seperti manusia lainnya. Aku akan berusaha terus memperbaiki diri. Semoga bisa istiqomah hingga akhir usia. Dan semoga kesabaran menjalani ujian sebagai SSA, kelak akan menghantarkan ku ke surga.

Fitur Baru Dari Instagram , Blokir Komentar Bullying

sumber gambar : https://media.idownloadblog.com/wp-content/uploads/2019/04/Instagram-Away-Mode-Nudge-Set-Limits.jpg

Aksi perundungan atau yang kerap disebut bulli makin kian merajalela di berbagai kalangan dan tempat, dan dampak yang diakibatkan dari aksi bulli tesebut tidaklah hanya bisa dilihat sebelah mata. Salah satu dari berbagai dampak mengerikannya dari bulli ketika seorang korban bulli telah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Dan bahkan aksi itu kini kerap terjadi pada korban bulli yang memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada bangkit untuk melawan si pembulli tersebut. Sungguh ironis bukan ? Bahkan diera digital saat ini banyak orang lebih mudah untuk membulli seseorang dengan bersembunyi dibalik kata – kata pedas dan bersembunyi dibalik jari – jari yang berhasil mematahkan semangat hidup seseorang.

Perlu banyak gandeng tangan,kesadaran dan keikhlasan untuk menangani masalah bulli/perundungan ini. Banyak sekarang dari platform media sosial telah berupaya untuk mencegah bulli di media sosial dengan berbagai solusi dan inovasi agar bisa menekan perkembangan bulli dan menekan berbagai dampak negatif yangg ditimbulkan dari bulli.

Salah satunya dari Instagram yang telah resmi meluncurkan fitur baru untuk melindungi para pengguna instagram dari para pembulli yang berkeliaran bebas di jagat maya ini.

Instagram resmi meluncurkan fitur untuk melindungi pengguna dari bullying.

tirto.id – Instagram resmi meluncurkan fitur terbarunya ‘Restrict’ (Batasi), usai melakukan pengujian beberapa waktu lalu ke sebagian pengguna. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan pemilik akun untuk membatasi pengguna Instagram lain yang berkomentar kasar bernada merundung (bullying) di unggahan miliknya. Fitur ini juga bisa membatasi komentar di sebuah unggahan Instagram dan hanya akan dilihat oleh pemilik unggahan dan pemberi komentar saja.

Pihak Instagram melalui blog resminya mengatakan, fitur ini diluncurkan untuk melindungi para penggunanya dari tindak perundungan (bullying) yang kerap kali terjadi pada anak muda.

“Perundungan adalah isu yang kompleks, dan kami tahu anak remaja kerap menghadapi isu ini di dunia maya, tapi mereka enggan untuk melaporkan atau memblokir teman yang mengolok-olok mereka,” kata Instagram.

Cara Menggunakannya Fitur ini terbilang sangat mudah diaplikasikan para pengguna Instagram. Cukup dengan ‘swipe left’ atau tahan komentar yang ingin dibatasi dan pilih opsi “Restrict Account”. Secara langsung, komentar yang dibatasi tersebut hanya akan bisa dilihat oleh pembuat komentar dan si pemilik unggahan, dimana artinya orang lain tidak akan bisa melihat komentar tersebut.

Di sisi lain, Engadget mewartakan, pengguna yang dibatasi komentarnya ini tidak akan mendapat notifikasi apa pun terkait dengan pemblokiran tersebut. Sehingga mereka tidak akan mengetahui bahwa sebenarnya komentar yang mereka buat tak akan lagi muncul secara terbuka di unggahan pemilik akun Instagram mana pun.

Bahkan, fitur ini juga akan berpengaruh pada “Direct Message” (DM), pesan yang dikirim oleh akun ‘Restricted’ tadi bakal masuk ke “Message Request”, sebuah wadah yang berisi pesan-pesan dari orang yang tidak dikenal. Artinya, pihak terblokir juga tidak bisa melihat kapan sang pengguna yang membatasi tersebut terakhir aktif (last seen) di Instagram dan mereka juga tidak akan mengetahui apakah pesan tersebut sudah dibaca atau belum.

“Fitur ‘Restrict’ dirancang untuk membatasi interaksi negatif di Instagram tanpa harus diketahui oleh orang tersebut,” kata Instagram. Pihak Instagram mengatakan bahwa fitur ini juga bisa dicabut kembali, cukup dengan pergi ke profil mereka atau memilih komentar yang dibuat dan pilih “Unrestrict” atau “Batal Batasi”, demikian ditulis The Verge.

sumber berita : https://tirto.id/cara-blokir-komentar-bullying-dengan-fitur-baru-instagram-ejiX 6 Oktober 2019 Kontributor: Adrian Samudro Penulis: Adrian Samudro Editor: Alexander Haryanto

Jika saja ‘Joker’ Tahu Tentang Kisah Para Nabi

sumber gambar : https://esqnews.id/uploads/images/5d9f027b40fc6.jpg

Perbincangan mengenai sebuah film memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat dan penikmat film dalam hal ini adalah film JOKER yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Mengapa demikian ?

Dari kesekian banyak film yang telah saya lihat memang kalau kita telaah dalam – dalam ada sebuah pesan tersirat yang sangat mendalam dari film tersebut. Salah satunya bagaimana kerja keras seorang Joker untuk menjadi komedian terkenal dengan bekerja disebuah agensi dan merias wajahnya layaknya seorang badut untuk menghibur orang. Tak jarang dia akan dibulli habis – habisan oleh banyak orang dan menjadi bahan tertawaan. Tapi karena pesan Ibunya untuk selalu tersenyum, dia selalu berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Namun dibalik itu semua tersimpan rasa tertekan yang sangat mendalam di dalam hatinnya yang berujung dendam terhadap orang orang yang pernah membullinya, bahkan ia tidak ragu melakukan tindakan kriminalitas kepada para pembullinya untuk melampiaskan apa yang yang telah ia tahan selam ini.

Dan yang menarik dari film ini, terdapat sebuah tagline “Bahwa Orang jahat adalah adalah orang baik yang tersakiti.” benarkah statemen demikian jika kita terapkan dalam kehidupan nyata. Tentu akan banyak pro dan kontra jika kita terapkan statemen demikian di dalam kehidupan nyata

Namun jika kita seorang muslim mungkin pernyataan mengenai “Bahwa Orang jahat adalah adalah orang baik yang tersakiti ” itu tidak mesti terjadi, tak selalu orang baik akan menjadi jahat jika ia disepelekan,dimanfaatkan ataupun dibulli habis habisan. Karena kita sebagai seorang muslim selalu diajarkan untuk memaafkan masalah bagaimana tentang orang yang telah mendzolimi kita ?. Sepenuhnya, mari kita serahkan kepada hakim yang maha adil yaitu ALLAH.

Dan juga kita sebagai umat muslim patut untuk menengok sejarah bagaiman perjuangan para Nabi,Rasul, dan para pejuang muslim untuk menyebarkan agama ISLAM di dunia ini apakah mereka mendapat respon yang baik. Tentunya juga tidak, mereka juga mendapatkan kedzoliman dari kaum yang menentang ISLAM bahkan tak jarang ada yang sampai dibunuh atau terbunuh dalam memperjuangkan ISLAM. Tetapi apa yang mereka lakukan ? Mereka tetap sabar dan istiqomah juga memafkan para kaum yang menentang ISLAM bahkan mereka malah mendoakan para kaum yang menentang ISLAM agar segera diberi hidayah oleh ALLAh untuk segera bertaubat dan memeluk agama ALLAH yaitu ISLAM

Banyak kisah para Nabi dan Rasul yang sepanjang hidupnya tersakiti, tapi toh mereka bisa tetap menjadi orang baik dan bahkan suri tauladan bagi umat manusia. 

Mulai dari Nabi Ibrahim AS yang dibakar hidup-hidup, Nabi Yusuf AS yang jadi korban kedengkian saudara-saudaranya sendiri, Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS yang dibuli dan dijahati masyarakatnya. Hingga Nabi Muhammad SAW, yang dijahati sepanjang masa dakwahnya. 

Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa kejahatan tak selamanya mengubah orang baik jadi jahat. 

“Pertama yang pasti Nabi yang kita tahu perjuangan hidupnya itu adalah orang-orang spesial yang memang dijaga Allah dari akhlak tercela. Mereka terjaga dari fitnah,” kata Yeni Cerahmawarti, SPd, konsultan keluarga dan parenting dari Rumah Keluarga Indonesia  (RKI) Kota Bekasi. Yeni yang sering menjadi narasumber tentang pendidikan dan parenting dalam berbagai kesempatan.

Jika menengok kisah para Nabi, pasti kita juga akan menemukan bagaimana mereka memiliki beberapa orang dewasa sangat menyayangi mereka yang mengajarkan tentang akhlak mulia sejak kanak-kanak. 

“Bonding yang kuat dengan sosok yang mengajarkan kebajikan ini akan tertanam lama di bawah alam bawah sadar. Maka ketika para Nabi ini mendapat cobaan, misalnya Nabi Yusuf AS saat digoda Zulaikha yang teringat adalah pesan ayahandanya,” kata Yeni.

Sementara dalam kisah Joker, dia tak memiliki sosok sebagai panutan dalam masa perkembangannya. Lebih jauh dia tak punya ‘bonding’ yang kuat dengan seseorang yang tulus mencintainya. 

“Sepemahaman saya kisah Joker ini adalah kisah anak dengan kepribadian yang pecah. Ini bisa terjadi pada anak korban bullying berat yang tak tertangani. Sehingga dia tak tahu mana yang nyata dan mana yang halusinasi,” kata Yeni. “Kesedihannya terlalu dalam di luar ambang batas kemanusiaan. Dari segi pengasuhan memang bisa jadinya seperti itu.” 

Namun Yeni menggarisbawahi fakta lapangan yang menyatakan korban bullying tak mesti berakhir seperti Joker yang jadi pelaku kejahatan. 

Dengan bimbingan yang tepat, semua tergantung pada korban bullying sendiri dalam memaknai apa yang terjadi dalam hidupnya. “Ya, bisa berpotensi memunculkan dendam, tapi juga bisa diarahkan untuk potensi mendewasakan si korban. Dalam arti jika dia bisa memaafkan pelaku dan move on menjalani hidup.” 

Yeni mencatat, selain para Nabi yang memang sudah dijamin penjagaan akhlaknya, banyak korban bullying yang bisa ‘survive’ dan malah menjadi relawan untuk menolong korban-korban lain. “Biasanya korban seperti ini sudah mencapai tingkat kesadarannya bahwa perilaku bullying yang pernah dialami itu bukan kesalahannya sendiri, tapi takdir yang memang terjadi dan mau tak mau harus diterima.” 

Yeni mengutip ucapan Ustadz Bendri Jaisyurahman yang mengatakan seorang anak termasuk korban bullying yang bisa disebut Mandiri. Yakni jika anak tersebut bisa mengatasi tiga hal berdasarkan kisah Nabi Yusuf AS. “Anak bisa mengatasi syahwatnya, bisa mengatasi ujian hidup dan terakhir bisa memaafkan orang-orang yang berbuat dzalim padanya,” kata Yeni.

sumber artikel : http://www.moeslimchoice.com/read/2019/10/23/28174/andai-%E2%80%98joker%E2%80%99-belajar-tentang-kisah-para-nabi RABU, 23 OKTOBER 2019 | 01:30 WIB